WISATA

The Power of Women dalam Dunia Pariwisata Indonesia

Yatin Suleha
Senin 11 Mei 2026 / 08:15
Ringkasnya gini..
  • Wamenpar Ni Luh Puspa baru aja spill fakta menarik: ternyata perempuan itu "motor" utama pariwisata Indonesia.
  • Bukan cuma jaga kelestarian budaya, tapi perempuan juga penggerak ekonomi yang nyata.
  • Bahkan, bisnis UMKM yang dikelola perempuan diprediksi bakal nyumbang sampai 135 miliar dolar AS di tahun 2026 ini.
Jakarta: Wamenpar Ni Luh Puspa baru aja spill fakta menarik: ternyata perempuan itu "motor" utama pariwisata Indonesia. Di acara daring SDG 5 in Action 2026 bareng PATA Indonesia dan Universitas Pancasila Selasa (5/5) lalu, beliau bilang kalau peran perempuan itu strategis banget.

Bukan cuma jaga kelestarian budaya, tapi perempuan juga penggerak ekonomi yang nyata. Bayangkan saja, 54,22% tenaga kerja di sektor ini adalah perempuan. Bahkan, bisnis UMKM yang dikelola perempuan diprediksi bakal nyumbang sampai 135 miliar dolar AS di tahun 2026 ini. 

“Angka-angka ini menegaskan perempuan sebagai tulang punggung ketahanan sektor pariwisata kita. Dan ketika perempuan diberdayakan, ekonomi akan berkembang pesat,” kata Ni Luh Puspa.
 

Kontribusi tersebut tercermin dalam kinerja pariwisata nasional. Pada 2025, Indonesia menyambut 15,39 juta wisatawan mancanegara dengan rata-rata pengeluaran sebesar 1.267 dolar AS per kunjungan. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan.

Capaian tersebut mendorong sektor pariwisata berkontribusi sebesar 3,96 persen terhadap PDB nasional dan mendukung lebih dari 25,91 juta lapangan kerja. Dari sisi devisa, pariwisata menghasilkan 18,27 miliar dolar AS, menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Meski menunjukkan tren positif, tantangan kesetaraan gender masih menjadi perhatian. Berdasarkan Global Gender Gap Report 2025 dari World Economic Forum, diperlukan waktu sekitar 123 tahun untuk mencapai kesetaraan penuh tanpa upaya percepatan.

Pemerintah Indonesia merespons hal tersebut melalui penguatan kebijakan pengarusutamaan gender sebagaimana diatur dalam Inpres Nomor 9 Tahun 2000, serta berbagai program peningkatan kapasitas bagi pengusaha perempuan.


(Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam pembukaan acara SDG 5 in Action 2026. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)

Di tingkat global, Indonesia juga menunjukkan komitmen dengan menjadi tuan rumah 2nd UN Tourism Women Conference on Women Empowerment in Tourism in Asia and the Pacific pada 2024. 

Forum ini tidak hanya mempromosikan pariwisata Indonesia, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran perempuan dan mendorong kesetaraan gender.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa mengajak mahasiswa Universitas Pancasila untuk menjadi agen perubahan melalui tiga pilar utama, yaitu memimpin dengan empati, menginspirasi melalui inovasi, dan mentransformasi sistem.

“Izinkan saya mengambil inspirasi dari semangat R.A. Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang. Mari kita pastikan bahwa terang ini bukanlah harapan yang jauh, melainkan api yang kita bawa dalam setiap langkah pembangunan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Executive Director PATA Indonesia, Agus Canny, menyampaikan bahwa semangat R.A. Kartini mengingatkan pentingnya pendidikan, pemberdayaan, dan kesempatan yang setara bagi semua.

“Oleh karena itu, isu ini memerlukan komitmen dan kolaborasi kita bersama. Kesetaraan gender bukan hanya masalah perempuan, melainkan tanggung jawab kita semua. Ketika kesempatan yang sama diberikan, masyarakat akan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan,” kata Agus.
 
Wakil Rektor I Universitas Pancasila, Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, MM, menegaskan kesetaraan gender bukan hanya hak asasi, tetapi fondasi utama bagi masa depan yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Namun, mencapai SDG 5 membutuhkan aksi kolektif. Mari kita bekerja sama, dipandu oleh nilai-nilai luhur Pancasila dan visi global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, untuk memastikan bahwa kesetaraan bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan,” ujar Arissetyanto.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH