WISATA

Bukan Cuma Healing, Gen Z Kini Pilih Liburan yang Punya Cerita

A. Firdaus
Jumat 10 Juli 2026 / 12:11
Ringkasnya gini..
  • Kemenpar menilai perubahan perilaku tersebut turut mendorong lahirnya berbagai tren baru.
  • Perkembangan teknologi turut mempercepat transformasi sektor pariwisata.
  • Sport tourism juga menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Jakarta: Cara generasi milenial dan Gen Z menikmati liburan terus berubah. Jika dulu perjalanan identik dengan mengunjungi destinasi populer, kini semakin banyak wisatawan muda yang mencari pengalaman yang lebih autentik, personal, dan bermakna.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai perubahan perilaku tersebut turut mendorong lahirnya berbagai tren baru, mulai dari wisata tematik, wisata berbasis lingkungan, hingga perjalanan yang didukung teknologi digital.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan perkembangan industri pariwisata global saat ini mengarah pada pengalaman wisata yang lebih berkelanjutan, imersif, dan berpusat pada kebutuhan wisatawan.
 

"Generasi milenial dan Gen Z sebagai wisatawan digital-native mendorong munculnya tren baru seperti pariwisata berbasis lingkungan, wisata kebugaran, wisata olahraga, dan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE)," kata Nia.

Menurutnya, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), hingga Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/VR) turut mempercepat transformasi sektor pariwisata.

Teknologi tersebut memungkinkan wisatawan memperoleh rekomendasi perjalanan yang lebih personal, pengalaman yang lebih interaktif, hingga kemudahan dalam merencanakan perjalanan.
 

Wisata yang dicari bukan sekadar destinasi


Nia menjelaskan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara kini memiliki minat yang relatif sama terhadap jenis wisata yang diminati. Bedanya, masing-masing memiliki prioritas yang berbeda.

Secara umum terdapat enam tren wisata yang saat ini paling banyak diminati, yaitu:

Wisata budaya yang memberikan pengalaman langsung (immersive culture)
Wisata ramah lingkungan (eco tourism)
Wisata alam dan petualangan
Wisata kuliner dan gastronomi
Wisata kebugaran (wellness tourism)
Wisata rekreasi

Wisatawan mancanegara cenderung lebih tertarik pada pengalaman budaya, wisata alam, dan destinasi yang menerapkan prinsip keberlanjutan. Sementara wisatawan domestik lebih banyak memilih wisata kuliner, pengalaman budaya, serta perjalanan yang menawarkan kenyamanan sekaligus relaksasi.

"Perbedaan utama terletak pada motivasi dan intensitas minat terhadap masing-masing jenis wisata. Kedua segmen ini dipertemukan dengan fokus perjalanan yang lebih bermakna dan otentik," ujar Nia.
 

Sport tourism diprediksi terus melesat


Selain wisata budaya dan kuliner, wisata olahraga (sport tourism) juga menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Mengacu pada data UN Tourism, sektor ini menyumbang sekitar 10 persen dari total pengeluaran wisatawan global dan diproyeksikan tumbuh hingga rata-rata 17,5 persen per tahun sampai 2030.

Menurut Nia, tren tersebut menunjukkan bahwa wisatawan kini tidak hanya ingin berlibur, tetapi juga mencari aktivitas yang menyehatkan sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan.

Perubahan preferensi wisata ini dinilai menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk terus mengembangkan berbagai destinasi tematik, mulai dari wisata budaya, wellness tourism, wisata olahraga, hingga destinasi berbasis alam dan keberlanjutan.

Dengan kekayaan budaya dan alam yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk memenuhi kebutuhan generasi milenial dan Gen Z yang kini lebih mengutamakan pengalaman dibanding sekadar mengunjungi tempat wisata.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH