WISATA

5 Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO, Punya Keunikan Kelas Dunia

A. Firdaus
Jumat 06 November 2026 / 12:18
Ringkasnya gini..
  • Lima geopark Tanah Air yang berhasil meraih status Green Card atau kartu hijau UNESCO pada 2026.
  • Masing-masing geopark memiliki karakteristik berbeda,
  • Belitong UNESCO Global Geopark dikenal dengan lanskap batuan granit berukuran besar.
Jakarta: Indonesia memiliki kekayaan alam yang tidak hanya menarik untuk dijelajahi, tetapi juga menyimpan catatan penting tentang sejarah pembentukan bumi. Hal itu terlihat dari lima geopark Tanah Air yang berhasil meraih status Green Card atau kartu hijau UNESCO pada 2026.

Kelima kawasan tersebut adalah Belitong di Kepulauan Bangka Belitung, Merangin Jambi, Ijen di Jawa Timur, Raja Ampat di Papua Barat Daya, serta Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan.

Masing-masing geopark memiliki karakteristik berbeda, mulai dari batuan granit raksasa, fosil tumbuhan purba, gunung berapi, gugusan pulau karst, hingga bentang alam gua dan terumbu karang.
Berikut profil singkat lima geopark Indonesia yang memiliki warisan geologi bernilai dunia.
 

1. Belitong, Surga Batu Granit di Tengah Laut


Lokasi: Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung

Belitong UNESCO Global Geopark dikenal dengan lanskap batuan granit berukuran besar yang tersebar di sepanjang pantai dan pulau-pulau kecil. Formasi granit tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang membedakan Belitong dari destinasi wisata lainnya.

Kawasan ini mencakup Pulau Belitung dan lebih dari 241 pulau kecil di sekitarnya. Selain keindahan pantai, Belitong menyimpan jejak geologi berusia ratusan juta tahun serta keberadaan tektit atau batu meteor yang dikenal masyarakat setempat sebagai Batu Satam.

Kekayaan alamnya juga mencakup hutan mangrove, padang lamun, terumbu karang, dan satwa endemik seperti tarsius Belitung.

Perpaduan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan sejarah pertambangan timah menjadikan Belitong sebagai salah satu geopark penting di Indonesia.
 

2. Merangin Jambi, Menyimpan Fosil Tumbuhan Berusia Ratusan Juta Tahun


Lokasi: Kabupaten Merangin, Jambi

Merangin Jambi UNESCO Global Geopark memiliki keunikan berupa fosil tumbuhan purba yang dikenal sebagai Jambi Flora. Fosil tersebut berasal dari periode Permian Awal, sekitar 296 juta tahun lalu.

Salah satu temuan pentingnya adalah fosil kayu Araucarioxylon yang menjadi bukti kehidupan tumbuhan pada masa lampau. Kawasan ini juga memiliki bentang alam karst, gua-gua purba, sungai, air terjun, dan kawasan vulkanik.

Daya tarik geologi lainnya adalah Gunung Masurai dengan kalderanya yang terbentuk akibat aktivitas letusan gunung api sekitar 33.000 tahun lalu.

Selain kekayaan geologi, kawasan ini memiliki hutan tropis dengan ribuan jenis tumbuhan dan ratusan spesies satwa. Merangin juga menjadi rumah bagi komunitas adat yang masih menjaga tradisi dan kearifan lokal.
 
5 geopark RI
5 Geopark Indonesia yang diakui UNESCO. Ilustrasi Generated AI

3. Ijen, Rumah Fenomena Api Biru yang Langka


Lokasi: Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur

Ijen UNESCO Global Geopark dikenal luas berkat fenomena blue fire atau api biru yang dapat terlihat pada malam hari di kawasan Kawah Ijen.

Fenomena langka ini terjadi ketika gas belerang bersuhu tinggi keluar dari kawah dan terbakar saat bertemu oksigen di udara. Kawah Ijen juga memiliki danau asam yang dikenal sebagai salah satu yang paling asam di dunia.

Secara geologi, kawasan Ijen memiliki rangkaian gunung api, kawah, dan aliran lava yang terbentuk melalui proses vulkanik selama jutaan tahun. Terdapat sekitar 22 kerucut gunung api pascakaldera di dalam maupun sepanjang tepi kaldera Ijen.

Tidak hanya kekayaan alam, geopark ini juga memiliki warisan budaya masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso. Salah satunya tradisi tari Gandrung yang menjadi bagian penting identitas budaya setempat.

Kawasan ini juga mengembangkan edukasi kebumian dan pelibatan masyarakat melalui pelatihan pemandu lokal serta program wisata edukasi.
 

4. Raja Ampat, Gugusan Pulau Karst dan Kekayaan Bawah Laut


Lokasi: Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya

Raja Ampat tidak hanya terkenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia, tetapi juga memiliki warisan geologi yang istimewa.

UNESCO mencatat kawasan ini memiliki batuan tertua yang tersingkap di Indonesia, berasal dari periode Silur hingga Devon, sekitar 443,8–358,9 juta tahun lalu.

Salah satu karakteristik geologinya adalah gugusan pulau-pulau tropis dengan bentang alam karst. Proses pelarutan batu kapur selama jutaan tahun membentuk gua-gua yang dapat ditemukan di atas maupun di bawah permukaan laut.

Keunikan tersebut berpadu dengan kekayaan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa. Raja Ampat menjadi salah satu kawasan penting bagi ekosistem laut, termasuk terumbu karang dan berbagai spesies biota bawah laut.

Selain menyelam dan menikmati panorama pulau-pulau karst, pengunjung juga dapat menemukan jejak kehidupan manusia prasejarah berupa seni cadas di sejumlah lokasi.
 

5. Maros-Pangkep, Negeri Menara Karst dan Gua Prasejarah


Lokasi: Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan

Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark memiliki bentang alam karst yang menjadi salah satu daya tarik geologi paling menonjol di Indonesia. Kawasan ini dikenal dengan formasi menara-menara karst yang menjulang dan membentuk lanskap khas.

UNESCO mencatat kawasan ini memiliki ratusan gua, termasuk sistem gua dengan sungai bawah tanah. Beberapa gua menyimpan jejak kehidupan manusia purba berupa seni cadas yang memiliki nilai arkeologi penting.

Selain kawasan karst di daratan, geopark ini mencakup gugusan pulau dan ekosistem terumbu karang di kawasan Spermonde. Lebih dari separuh wilayah geopark berupa perairan.

Keanekaragaman hayatinya juga sangat kaya, termasuk satwa endemik Sulawesi seperti monyet hitam Sulawesi dan kuskus beruang.

Perpaduan bentang alam karst, gua prasejarah, hutan, dan ekosistem laut menjadikan Maros-Pangkep sebagai kawasan dengan warisan alam dan budaya yang penting untuk dilestarikan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH