WISATA

Indonesia Jadi Primadona Ekspansi Hotel Accor di Asia

A. Firdaus
Rabu 04 November 2026 / 18:09
Ringkasnya gini..
  • Accor menandatangani 13 proyek hotel baru di Indonesia sepanjang 2026.
  • Segmen midscale menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 49 persen
  • Pada segmen ekonomi, Accor mencatat lima proyek hotel baru dengan total sekitar 1.200 kamar, terutama melalui merek ibis Styles.
Singapura: Indonesia menjadi pasar dengan ekspansi hotel terbesar bagi Accor di kawasan Asia sepanjang 2026. Grup perhotelan global tersebut telah menandatangani kerja sama pengembangan 13 hotel baru dengan kapasitas lebih dari 2.800 kamar di sejumlah destinasi, termasuk Jakarta, Bali, Batam, dan Yogyakarta.

Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai pasar utama Accor dalam pengembangan bisnis perhotelan di Asia. Vietnam menyusul dengan enam hotel baru dan lebih dari 2.600 kamar yang tersebar di Da Nang dan Phu Quoc.

Secara keseluruhan, Accor telah menandatangani 30 proyek hotel baru di 12 negara Asia sepanjang 2026 hingga saat pengumuman tersebut disampaikan. Proyek-proyek itu mencakup total 7.698 kamar dan tersebar di berbagai segmen, mulai dari hotel ekonomi hingga mewah.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan peluang pengembangan industri perhotelan di Asia, seiring perubahan kebutuhan wisatawan dan meningkatnya minat mitra pemilik properti terhadap jaringan hotel internasional.
 

Segmen Hotel Menengah Mendominasi Ekspansi


Dari total proyek yang ditandatangani Accor di Asia, segmen hotel menengah atau midscale menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 49 persen dari total kamar yang dikembangkan.

Tercatat ada 16 hotel baru dengan kapasitas lebih dari 3.600 kamar melalui sejumlah merek, seperti TRIBE, Mercure, Novotel, dan Handwritten Collection.

Sementara itu, segmen premium menyumbang tujuh hotel dengan lebih dari 2.200 kamar. Mövenpick menjadi salah satu merek yang memimpin pengembangan di kategori tersebut.

Pada segmen ekonomi, Accor mencatat lima proyek hotel baru dengan total sekitar 1.200 kamar, terutama melalui merek ibis Styles.

Adapun segmen luxury dan lifestyle mencatat dua penandatanganan proyek hotel dengan total 583 kamar. Portofolio di kategori ini mencakup merek seperti Raffles, Fairmont, Sofitel, Emblems, MGallery, Delano, SLS, 25hours, dan Rixos.
 

Perkenalkan Konsep Hotel Baru untuk Wisatawan Asia


Accor juga memperluas pilihan mereknya untuk menjangkau generasi wisatawan baru di Asia. Salah satunya melalui kehadiran greet, merek hotel ekonomi dengan pendekatan gaya hidup yang mengutamakan pengalaman menginap yang lebih hangat dan fleksibel.

Hotel greet pertama di kawasan Asia telah dibuka di Bangkok pada 2026. Selain itu, Accor tengah mempersiapkan rencana untuk menghadirkan JO&JOE, merek akomodasi bergaya hostel dengan konsep yang diperbarui, ke pasar Asia.

Langkah ini menyasar wisatawan yang mempertimbangkan harga sekaligus menginginkan pengalaman menginap yang berbeda.
 

Model Waralaba dan Hunian Berkonsep Hotel Ikut Berkembang


Selain memperluas jaringan hotel melalui pengembangan baru, Accor melihat peluang pertumbuhan melalui sistem waralaba atau franchise.

Model ini semakin diminati pemilik properti di sejumlah negara, termasuk Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di Vietnam, Accor menjadi grup perhotelan internasional pertama yang mendaftarkan merek-mereknya untuk pengembangan melalui sistem waralaba.
 
Artist impression of Mercure Living Genting Highlands in Malaysia
Artistik Mercure Living Genting Highlands di Malaysia. Ilustrasi


Sejumlah merek yang dinilai fleksibel untuk model konversi hotel antara lain Mercure, Handwritten Collection, ibis Styles, dan Mövenpick. Skema tersebut memungkinkan pemilik properti mengembangkan atau mengubah aset yang sudah ada dengan dukungan merek internasional, jaringan distribusi global, serta platform pemesanan dan loyalitas ALL Accor.

Di sisi lain, pengembangan hunian berkonsep hotel atau branded residences juga menjadi salah satu fokus pertumbuhan Accor di Asia.

Melalui platform Accor One Living, grup ini mengembangkan proyek hunian yang terintegrasi dengan ekosistem perhotelan. Beberapa proyek yang diumumkan dalam 12 bulan terakhir antara lain Raffles Residences Bali di Indonesia, SLS Residences Phuket Kamala dan SLS Residences Bangkok Sukhumvit 24 di Thailand, serta Mercure Living Genting Highlands di Malaysia.
 

Accor Bidik Pertumbuhan Bisnis di Asia


Chief Development Officer Accor Asia Andrew Langdon mengatakan, 2026 berpotensi menjadi tahun pencapaian baru bagi pengembangan bisnis grup tersebut di Asia. Penandatanganan proyek yang terus berjalan diharapkan dapat membawa Accor mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi selama empat tahun berturut-turut di kawasan tersebut.

"Semakin banyak pemilik properti yang melihat keuntungan bergabung dengan jaringan perhotelan internasional, terutama melalui dukungan merek, distribusi global, dan program loyalitas," kata Andrew.

Accor pun akan terus bekerja sama dengan pemilik properti dan mitra untuk memperluas jaringan di destinasi yang sudah berkembang, sekaligus membuka peluang di pasar potensial.

Dengan portofolio yang mencakup segmen luxury, lifestyle, premium, midscale, hingga economy, perusahaan berharap dapat menyesuaikan konsep dan model operasional dengan kebutuhan wisatawan serta mitra bisnis di berbagai negara Asia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH