WISATA

Jalan-jalan Tanpa Drama Budget, Kemenpar Ajak Wisatawan Jelajah Destinasi Lokal

A. Firdaus
Kamis 25 Juni 2026 / 16:12
Ringkasnya gini..
  • Data Kemenpar menunjukkan perjalanan wisata dalam satu provinsi masih menjadi pilihan utama masyarakat.
  • Fenomena ini juga sejalan dengan tren global yang menunjukkan wisatawan.
  • Pada periode Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai 417,06 juta perjalanan, meningkat sekitar 1,48 persen.
Jakarta: Liburan identik dengan perjalanan jauh dan biaya yang tidak sedikit. Namun, tren wisata saat ini menunjukkan hal yang berbeda. Semakin banyak masyarakat memilih destinasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal karena dinilai lebih praktis, hemat, dan tetap menawarkan pengalaman yang menarik.

Melihat tren tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di sekitar tempat tinggal melalui kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" selama periode libur sekolah 2026.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan bahwa kampanye ini lahir dari kebiasaan wisatawan nusantara yang cenderung melakukan perjalanan dalam wilayah yang tidak terlalu jauh dari domisilinya.

"Orang Indonesia itu dari mana ke mana sih kalau liburan? Kelihatan sekali memang perjalanan itu terjadi di dalam provinsi saja," ujar Nia dalam konferensi pers kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" di Jakarta.
 

Wisata dekat rumah makin diminati


Data Kemenpar menunjukkan perjalanan wisata dalam satu provinsi masih menjadi pilihan utama masyarakat. Pada 2025, perjalanan antar kabupaten atau kota dalam provinsi yang sama menyumbang sekitar 67,7 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara.

Menurut Nia, ada sejumlah alasan yang membuat wisata lokal semakin diminati. Selain biaya yang lebih terjangkau, akses menuju destinasi juga lebih mudah dan banyak atraksi wisata baru yang mulai berkembang di berbagai daerah.

"Ini menunjukkan bahwa memang masyarakat cenderung melakukan perjalanan yang dekat-dekat saja. Ini karena persoalan biaya juga pertimbangannya, aksesnya lebih mudah, dan banyak atraksi baru di daerah sekitar kita," katanya.

Fenomena ini juga sejalan dengan tren global yang menunjukkan wisatawan kini lebih tertarik mengeksplorasi wilayah di sekitar tempat tinggal mereka dibanding melakukan perjalanan jarak jauh.
 

Ubah cara pandang tentang liburan


Melalui kampanye "Liburan Cara Baru", Kemenpar ingin mengubah persepsi bahwa berwisata harus selalu identik dengan perjalanan panjang, biaya mahal, atau destinasi yang jauh.

Menurut Nia, pengalaman berlibur yang berkesan justru bisa ditemukan di tempat-tempat yang selama ini belum pernah dieksplorasi, termasuk desa wisata, kawasan budaya, hingga destinasi alam yang berada tidak jauh dari rumah.

"Persepsi kalau berwisata itu mahal, lama, jauh, dan ternyata cara baru sudah tidak begitu lagi. Kita bisa jalan di sekitar kita yang belum kita eksplor, yang belum kita rasakan pengalamannya," jelasnya.

Desa wisata menjadi salah satu pilihan yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman berbeda. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga dapat berinteraksi langsung dengan budaya lokal, kuliner khas, hingga aktivitas keseharian masyarakat setempat.
 

Manfaatkan teknologi untuk merencanakan perjalanan


Untuk mempermudah wisatawan menyusun rencana perjalanan, Kemenpar juga mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui platform MaiA.

Platform ini dirancang untuk membantu wisatawan menemukan destinasi, menyusun itinerary, hingga menyesuaikan pilihan perjalanan berdasarkan anggaran dan preferensi masing-masing.

Selain itu, selama libur sekolah 2026, Kemenpar bersama pelaku industri pariwisata menghadirkan 95 paket wisata yang melibatkan 40 pelaku industri. Paket tersebut menawarkan beragam pilihan atraksi mulai dari wisata alam, budaya, petualangan, hingga wisata bahari yang menyasar keluarga dan pelajar.
 

Wisata domestik terus tumbuh


Kementerian Pariwisata mencatat tren perjalanan wisatawan nusantara masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pada periode Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai 417,06 juta perjalanan, meningkat sekitar 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Melalui kampanye #DiIndonesiaAja, pemerintah berharap pergerakan wisatawan domestik terus meningkat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah.

Tidak hanya sektor pariwisata yang diuntungkan, tetapi juga pelaku UMKM, industri kuliner, ekonomi kreatif, hingga masyarakat lokal yang menjadi bagian dari ekosistem destinasi wisata.

Dengan banyaknya pilihan destinasi menarik di berbagai daerah, liburan kali ini bisa menjadi kesempatan untuk menemukan pengalaman baru tanpa harus pergi terlalu jauh. Karena terkadang, tempat terbaik untuk berwisata justru berada lebih dekat dari yang kita bayangkan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH