WISATA
Kartini Kekinian! Perempuan Kini Juga Jadi Game Changer di Industri Travel Dunia
Yatin Suleha
Senin 20 April 2026 / 13:26
- Perempuan zaman sekarang makin berani buat ambil langkah besar, enggak cuma soal karier atau urusan pribadi, tapi juga cara mereka keliling dunia.
- Ini jadi bukti kalau semangat emansipasi itu tetap ada dan terus hidup, pas banget sama pesan yang selalu dibawa di Hari Kartini.
- Dalam rangka memperingati Hari Kartini, AirAsia MOVE (MOVE) menyoroti peran transformatif perempuan.
Jakarta: Perempuan zaman sekarang makin berani buat ambil langkah besar, enggak cuma soal karier atau urusan pribadi, tapi juga cara mereka keliling dunia.
Ini jadi bukti kalau semangat emansipasi itu tetap ada dan terus hidup, pas banget sama pesan yang selalu dibawa di Hari Kartini.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, AirAsia MOVE (MOVE) menyoroti peran transformatif perempuan dalam membentuk tren perjalanan.
Mulai dari mereka yang gemar bepergian sendiri, hingga sosok “arsitek” di balik perencanaan perjalanan keluarga, perempuan kian berpengaruh dalam menentukan pola industri.
CEO MOVE, Nadia Omer menyampaikan, “Terinspirasi dari warisan R.A. Kartini, saya melihat bagaimana visi Beliau tetap relevan dengan perjalanan perempuan modern hari ini."
"Emansipasi hadir secara nyata melalui langkah berani dan mandiri yang perempuan ambil, termasuk cara mereka mengeksplorasi dunia. AirAsia MOVE bangga dapat mendukung seluruh perempuan untuk terus memimpin dan membuka dunia baru," katanya lagi.
.jpg)
(Solo traveler perempuan menunjukkan preferensi destinasi yang beragam. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Berdasarkan data keseluruhan MOVE, berikut sejumlah temuan terkait tren perjalanan perempuan yang dihimpun dari pola transaksi kuartal pertama 2026 di dalam aplikasi:
Data pemesanan lintas maskapai di MOVE menunjukkan bahwa mayoritas solo traveler perempuan berasal dari generasi :
1. Milenial (46%)
2. Disusul Gen Z (30%
Mengindikasikan tingkat kepercayaan diri perempuan di usia produktif untuk bepergian secara mandiri, baik bertujuan eksplorasi, relaksasi, maupun pengembangan diri.
Sebanyak 50% pemesanan perjalanan untuk kategori keluarga dan grup di aplikasi MOVE dilakukan oleh pengguna perempuan.
Angka ini menjelaskan peran perempuan dalam menentukan berbagai aspek penting perjalanan, mulai dari waktu penerbangan, pengelolaan anggaran, hingga pemilihan maskapai dan akomodasi.
Mereka mengambil peran signifikan dalam merancang keseluruhan pengalaman perjalanan bagi orang-orang terdekat.
Sebanyak 63% pengguna perempuan di MOVE menambahkan berbagai produk dan layanan pada penerbangan mereka, termasuk asuransi perjalanan, pemilihan kursi, makanan, bagasi, fast pass, hingga opsi Easy Cancel.
Keputusan ini menyiratkan perencanaan yang matang, sekaligus konsiderasi terhadap faktor risiko dan kenyamanan, terutama saat bepergian sendiri.
Solo traveler perempuan menunjukkan preferensi destinasi yang beragam. Sekitar 35% memilih destinasi pantai, seperti Bali dan Phuket, menggambarkan kebutuhan akan relaksasi dari penatnya rutinitas.
Sementara 26% menjadikan pengalaman kuliner sebagai tujuan utama perjalanan. Selain itu, 12% memilih destinasi perkotaan yang menawarkan eksplorasi gaya hidup dan wisata urban.
Perempuan juga cenderung merencanakan perjalanan lebih awal, dengan pemesanan dilakukan minimal 14 hari sebelum keberangkatan.
Pola ini mencerminkan pendekatan yang terstruktur dan penuh pertimbangan dalam mempersiapkan detail perjalanan.
Hasil riset ini bikin semangat buat terus nyediain perjalanan yang inklusif jadi makin kuat. Harapannya, perempuan jadi merasa lebih didukung dan punya kepercayaan diri tinggi saat jalan-jalan ke mana pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Ini jadi bukti kalau semangat emansipasi itu tetap ada dan terus hidup, pas banget sama pesan yang selalu dibawa di Hari Kartini.
Dalam rangka memperingati Hari Kartini, AirAsia MOVE (MOVE) menyoroti peran transformatif perempuan dalam membentuk tren perjalanan.
Mulai dari mereka yang gemar bepergian sendiri, hingga sosok “arsitek” di balik perencanaan perjalanan keluarga, perempuan kian berpengaruh dalam menentukan pola industri.
CEO MOVE, Nadia Omer menyampaikan, “Terinspirasi dari warisan R.A. Kartini, saya melihat bagaimana visi Beliau tetap relevan dengan perjalanan perempuan modern hari ini."
"Emansipasi hadir secara nyata melalui langkah berani dan mandiri yang perempuan ambil, termasuk cara mereka mengeksplorasi dunia. AirAsia MOVE bangga dapat mendukung seluruh perempuan untuk terus memimpin dan membuka dunia baru," katanya lagi.
Milenial dan Gen Z mendominasi tren solo travel perempuan
.jpg)
(Solo traveler perempuan menunjukkan preferensi destinasi yang beragam. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Berdasarkan data keseluruhan MOVE, berikut sejumlah temuan terkait tren perjalanan perempuan yang dihimpun dari pola transaksi kuartal pertama 2026 di dalam aplikasi:
Data pemesanan lintas maskapai di MOVE menunjukkan bahwa mayoritas solo traveler perempuan berasal dari generasi :
1. Milenial (46%)
2. Disusul Gen Z (30%
Mengindikasikan tingkat kepercayaan diri perempuan di usia produktif untuk bepergian secara mandiri, baik bertujuan eksplorasi, relaksasi, maupun pengembangan diri.
Perempuan sebagai ‘Arsitek’ perjalanan keluarga
Sebanyak 50% pemesanan perjalanan untuk kategori keluarga dan grup di aplikasi MOVE dilakukan oleh pengguna perempuan.
Angka ini menjelaskan peran perempuan dalam menentukan berbagai aspek penting perjalanan, mulai dari waktu penerbangan, pengelolaan anggaran, hingga pemilihan maskapai dan akomodasi.
Mereka mengambil peran signifikan dalam merancang keseluruhan pengalaman perjalanan bagi orang-orang terdekat.
Proaktif dalam perlindungan dan kenyamanan perjalanan
Sebanyak 63% pengguna perempuan di MOVE menambahkan berbagai produk dan layanan pada penerbangan mereka, termasuk asuransi perjalanan, pemilihan kursi, makanan, bagasi, fast pass, hingga opsi Easy Cancel.
Keputusan ini menyiratkan perencanaan yang matang, sekaligus konsiderasi terhadap faktor risiko dan kenyamanan, terutama saat bepergian sendiri.
Preferensi destinasi
Solo traveler perempuan menunjukkan preferensi destinasi yang beragam. Sekitar 35% memilih destinasi pantai, seperti Bali dan Phuket, menggambarkan kebutuhan akan relaksasi dari penatnya rutinitas.
Sementara 26% menjadikan pengalaman kuliner sebagai tujuan utama perjalanan. Selain itu, 12% memilih destinasi perkotaan yang menawarkan eksplorasi gaya hidup dan wisata urban.
Perempuan juga cenderung merencanakan perjalanan lebih awal, dengan pemesanan dilakukan minimal 14 hari sebelum keberangkatan.
Pola ini mencerminkan pendekatan yang terstruktur dan penuh pertimbangan dalam mempersiapkan detail perjalanan.
Hasil riset ini bikin semangat buat terus nyediain perjalanan yang inklusif jadi makin kuat. Harapannya, perempuan jadi merasa lebih didukung dan punya kepercayaan diri tinggi saat jalan-jalan ke mana pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)