FEATURE

Dua Perempuan, Satu Kesempatan, dan Perjalanan Panjang Mengubah Hidup Banyak Orang

A. Firdaus
Jumat 08 Mei 2026 / 18:11
Ringkasnya gini..
  • Tak ada yang menyangka, orderan kecil di masa itu justru menjadi pintu pembuka perjalanan panjang yang mengubah hidupnya.
  • Ia masih seorang fresh graduate yang bekerja sebagai desainer grafis di sebuah usaha percetakan kecil di Bandung.
  • Di balik angka-angka tersebut, ada kisah manusia yang jarang terlihat.
Jakarta: Tahun 1998 menjadi titik awal yang tidak pernah dilupakan Dewie Kulsum. Saat itu, ia masih seorang fresh graduate yang bekerja sebagai desainer grafis di sebuah usaha percetakan kecil di Bandung. Salah satu klien yang datang kala itu adalah restoran cepat saji yang baru mulai dikenal masyarakat Indonesia, McDonald’s Indonesia.

Tak ada yang menyangka, orderan kecil di masa itu justru menjadi pintu pembuka perjalanan panjang yang mengubah hidupnya. Hampir tiga dekade kemudian, Dewie bukan lagi sekadar pekerja di percetakan kecil. Ia tumbuh menjadi pemilik usaha konveksi yang kini memberdayakan lebih dari 160 orang dari lingkungan sekitarnya.

“Buat saya, McDonald’s Indonesia bukan sekadar mitra, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk saya hingga bisa menjadi seorang pengusaha,” kata Dewie.
Perjalanan Dewie tentu tidak instan. Ia memulai semuanya dari rumah dengan skala kecil dan modal yang terbatas. Namun perlahan, kepercayaan yang diberikan membuatnya belajar banyak hal, mulai dari standar produksi internasional, manajemen bisnis yang lebih terstruktur, hingga pentingnya kesejahteraan karyawan.

Baginya, bisnis bukan hanya soal keuntungan. Ada banyak keluarga yang ikut bergantung dan tumbuh bersama usaha yang ia bangun.

“Siapa pun bisa memulai dengan passion dan kemauan. Modal dan peluang akan mengikuti. Kuncinya konsisten dan jangan takut mulai dari nol,” ujar Dewie.

Di waktu yang hampir bersamaan, perempuan lain juga sedang memulai langkah berani di jalur yang berbeda. Namanya Ratna Wirahadikusumah.

Lebih dari 20 tahun lalu, Ratna memutuskan masuk ke dunia pengembangan usaha restoran dan konstruksi, bidang yang saat itu identik dengan dominasi laki-laki. Dengan latar belakang arsitektur dan pengalaman di dunia properti, ia memilih menerima tantangan yang bahkan belum banyak dilirik perempuan.
 

Alasannya sederhana: why not?


Keputusan itu membawanya menjadi sosok penting di balik perkembangan McDonald’s Indonesia. Kini, Ratna menjabat sebagai Director Store Development Group dan telah memimpin pembukaan lebih dari 250 restoran McDonald’s di berbagai kota di Indonesia.

Namun bagi Ratna, pencapaian itu bukan sekadar tentang bangunan atau angka ekspansi. Ada proses panjang dan kerja sama besar di balik setiap restoran yang berdiri.

“It takes a village to open a store,” katanya.

Dari proses mencari lokasi, menyusun strategi bisnis, mengurus desain, hingga mengawasi konstruksi, semua membutuhkan kolaborasi lintas tim yang kompleks. Di tengah tantangan itu, Ratna terus membuktikan bahwa perempuan juga mampu memimpin di sektor yang selama ini dianggap maskulin.

Ia percaya kepemimpinan bukan ditentukan oleh gender, melainkan keberanian mengambil keputusan dan kesiapan menghadapi risiko.

“We lead by example. Integritas, disiplin, dan kerja keras harus dimulai dari diri sendiri,” tutur Ratna.

Kisah Ratna dan Dewie mungkin datang dari dunia yang berbeda. Satu membangun restoran dari sisi pengembangan dan konstruksi, satu lagi tumbuh bersama usaha konveksi rumahan. Namun keduanya dipertemukan oleh hal yang sama: kesempatan.

Kesempatan untuk belajar. Kesempatan untuk dipercaya. Dan kesempatan untuk berkembang tanpa dibatasi stigma.

Human Resources & General Services Director PT Rekso Nasional Food, Yulianti Hadena, mengatakan perusahaan bangga melihat semakin banyak perempuan Indonesia yang tumbuh menjadi pribadi mandiri dan berani berkarya.

Menurutnya, ketika ruang yang inklusif benar-benar dibuka, perempuan mampu berkembang tanpa batas dan ikut membawa dampak bagi banyak orang di sekitarnya.

Hal itu juga tercermin dari studi independen Oxford Economics yang menunjukkan 40 persen karyawan McDonald’s Indonesia adalah perempuan, sementara 44 persen posisi kepemimpinan diisi perempuan. Secara keseluruhan, operasional McDonald’s Indonesia turut mendukung puluhan ribu lapangan kerja di berbagai sektor.

Di balik angka-angka tersebut, ada kisah manusia yang jarang terlihat. Kisah tentang perempuan yang tumbuh bersama kesempatan, lalu memilih membuka jalan untuk orang lain ikut maju bersama mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH