BEAUTY
Real Talk Bareng Dr. Phery: Kenapa Dokter Bersertifikat Itu Harga Mati?
Yatin Suleha
Kamis 30 April 2026 / 23:31
- Ya, kalau ngomongin teknologi kecantikan menurut dr. Phery Cenders, M. Biomed dari GlowLift Clinic, BSD, Tangerang Selatan, kian hari makin canggih.
- Mengingat beberapa tahun silam, tindakan kecantikan misalnya laser bisa bikin mental terguncang. Selesai wajah bengap kayak habis diantup tawon
- Inilah pentingnya edukasi dokter dan pelatihan yang dilakukan terus-menerus disamping alat yang semakin hari semakin high-tech.
Jakarta: Mengingat beberapa tahun silam, tindakan kecantikan misalnya laser bisa bikin mental sedikit terguncang. Selain rasanya sakit, selesainya wajah bengap kayak habis diantup tawon. Iya sih, kata orang 'Beauty is Pain'. Tapi, thank God banget kini enggak begitu lagi.
Ya, kalau ngomongin teknologi kecantikan menurut dr. Phery Cenders, M. Biomed dari GlowLift Clinic, BSD, Tangerang Selatan, kian hari makin canggih.
Dari alat yang semakin mutakhir hingga downtime yang makin cepat. Downtime treatment maksudnya adalah pemulihan atau waktu penyembuhan kulit setelah seseorang menjalani prosedur perawatan kecantikan tertentu.
Inilah pentingnya edukasi dokter dan pelatihan yang dilakukan terus-menerus disamping alat yang semakin hari semakin high-tech.
"Saya rasa penting sekali. Karena kita kan harus beri layanan yang terpercaya sama pasien. Nah, layanan terpercaya itu pasti tolak ukurnya adalah keamanan pasien," buka dr. Phery yang mirip Oppa-oppa Korea ini.
"Untuk memastikan keamanan pasien itu satu dari produknya yang punya standar yang bagus, kedua dari tenaga ahlinya yang memang terstandar dengan pendidikan, dengan kompetensi yang pas. Karena saya rasa, saya sudah lama di bidang ini, yang harus kita jaga itu trust pasien," timpalnya lagi.
Lebih lanjut ia mengatakan, "Trust itu berarti dia yakin kita menyampaikan info-info itu benar dan update."
"Update sebenarnya, kalau dulu ada yang saya sampaikan tahun-tahun berapa, (saat bertemu pasien)-ibu maaf ya saya sudah rubah karena update terbaru udah beda info-nya. Jadi dokter itu harus pelatihan rutin, jadi belajar terus," kata founder dari GlowLift Clinic ini.
.JPG)
(Dr. Phery menerangkan risiko penggunaan produk murah tapi belum tentu resmi bisa menimbulkan efek samping seperti kemerahan, bengkak, atau infeksi. Foto: Dok. Istimewa)
Pengalaman dan pelatihan secara berkelanjutan sangat penting untuk dokter estetika untuk menjawab kondisi saat ini di mana tren estetika yang terus berubah, modalitas semakin bervariasi dan produk sejenis semakin banyak berkembangnya indikasi yang dapat digunakan oleh produk tertentu.
Salah satunya kolaborasi dengan Daewoong dan CGBIO dalam edukasi membantu dokter melalui pelatihan berkelanjutan, standar prosedur yang jelas, serta pemahaman produk yang komprehensif.
Program edukasi berkelanjutan ini juga sangat penting, terutama bagi para dokter baru yang mulai berkecimpung di dunia estetika. Daewoong dan CGBIO memastikan bahwa dokter memiliki kompetensi dan kemampuan yang memumpuni dalam melakukan prosedur estetika.
"Kebetulan kemarin saya baru pulang dari NMC (sebuah program edukasi dan pelatihan klinis global yang diselenggarakan oleh Daewoong Pharmaceutical). Sebelumnya juga saya pernah ikut kelas untuk, kalau kita bilang kelas cadaver. Program kemarin itu cukup menarik. Karena biasanya seperti NMC itu, kita akan ketemu dengan, kita menyebutnya KOL global-Key opinion leader-nya yang global dari Korea. Mereka akan sharing pengalaman. Bahkan saya ada klinik visit ke dokter bedah," ujar dr. Phery.
"Jadi mereka yang menggunakan produk-produk. Jadi kita pun bisa ceritanya berbagi pengalaman dengan dia. Bisa bertanya apakah tren di negara dia dengan tren di kita, bisa similar kita langsung copy paste gitu," terangnya lagi.
Kata dr. Phery, "Jadi bisa tukar pikiran. Jadi ke sana itu ketemu dengan pakar-pakarnya. Buat saya sih bagus banget. Menambah wawasan dan pemahaman."
Pelatihan dari Daewoong/CGBIO yang diterima dr. Phery, fokus ke pemahaman produk dan teknik injeksi/penggunaan produk sehingga dokter lebih percaya diri dalam melakukan prosedur.
Selain keahlian dokter, kualitas produk memegang peran yang sangat penting dalam menentukan keamanan dan hasil treatment.
Produk yang legal, terstandarisasi, dan didistribusikan dengan benar (termaasuk menggunakan standard distribusi cold chain) akan lebih terjamin kualitas, stabilitas, dan efektivitasnya.
Sebaliknya, penggunaan produk yang tidak jelas asal-usulnya dapat menyebabkan hasil yang tidak optimal, tidak konsisten, hingga meningkatkan risiko efek samping. Karena itu, kombinasi antara kompetensi dokter dan kualitas produk menjadi kunci utama dalam memastikan treatment yang aman dan optimal.
Risiko penggunaan produk murah tapi belum tentu resmi, cukup besar. Produk yang tidak resmi berpotensi tidak terjamin keaslian, kualitas, dan sterilitasnya, serta kemungkinan tidak melalui jalur distribusi yang sesuai standar.
Dalam jangka pendek, pasien dapat mengalami hasil yang tidak optimal, tidak konsisten, bahkan asimetris, serta efek samping seperti kemerahan, bengkak, atau infeksi. Dalam jangka panjang, hasil bisa tidak bertahan lama, tidak predictable, hingga menurunkan kepercayaan pasien terhadap treatment estetika.
Peran safe supply chain menjadi sangat penting. Secara sederhana, ini adalah sistem yang memastikan produk didistribusikan melalui jalur resmi dengan standar yang terjaga, termasuk penyimpanan yang tepat.
Dengan sistem ini, kualitas dan stabilitas produk tetap terjaga, sehingga treatment menjadi lebih aman, konsisten, dan sesuai dengan standar medis.
Secara sederhana, pasien diharapkan memilih klinik kecantikan yang berizin dan dokter yang tersertifikasi, serta tidak ragu untuk menanyakan dan melihat langsung produk yang akan digunakan, termasuk kemasan asli, segel, dan identitas produk.
Selain itu, pastikan produk tersebut memiliki izin BPOM/KEMENKES dan berasal dari distributor resmi. Jika harga yang ditawarkan terlalu murah atau tidak sesuai standar, kamu sebagai pasien perlu lebih waspada. Transparansi dari klinik menjadi kunci untuk memastikan keamanan treatment.
Seluruh produk dari CGBIO telah memiliki izin dari BPOM/Kementerian Kesehatan. Selain itu, juga telah mendapatkan persetujuan dari US FDA, yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui evaluasi ketat terkait keamanan dan kualitas.
Kalau dr. Phery ditanya pasien soal kenapa ada treatment serupa tapi harganya murah banget sampai enggak masuk akal, biasanya dr. Phery bakal jelasin kalau, "Semua itu harus porper. Kalau ada ibu-ibu datang, 'Dok, ada yang murah sekali?' Ibu yakin gak itu aman?? Jadi saya tidak akan compare murah dengan (misalnya) di saya mahal. Saya lebih memilih bilang, di sana murah di saya lebih aman."
"Muka ibu kan gak ada serepnya di rumah, cuma satu. Dan aman itu biasanya ada harga yang harus dibayar. Jadi murah mahal gak ada habisnya dibahas. Tapi, kalau orang merasa aman, biasanya gak ada mahal (termasuk keamanan produknya juga), karena dia juga yang akan menikmatinya," pungkas dr. Phery.
(Dr. Phery Cen. Video: Dok. Instagram dr. Phery Cen/@drpherycen)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Ya, kalau ngomongin teknologi kecantikan menurut dr. Phery Cenders, M. Biomed dari GlowLift Clinic, BSD, Tangerang Selatan, kian hari makin canggih.
Dari alat yang semakin mutakhir hingga downtime yang makin cepat. Downtime treatment maksudnya adalah pemulihan atau waktu penyembuhan kulit setelah seseorang menjalani prosedur perawatan kecantikan tertentu.
Inilah pentingnya edukasi dokter dan pelatihan yang dilakukan terus-menerus disamping alat yang semakin hari semakin high-tech.
Memangnya, sepenting apa sih Dok, dokter yang tersertifikasi itu?
"Saya rasa penting sekali. Karena kita kan harus beri layanan yang terpercaya sama pasien. Nah, layanan terpercaya itu pasti tolak ukurnya adalah keamanan pasien," buka dr. Phery yang mirip Oppa-oppa Korea ini.
"Untuk memastikan keamanan pasien itu satu dari produknya yang punya standar yang bagus, kedua dari tenaga ahlinya yang memang terstandar dengan pendidikan, dengan kompetensi yang pas. Karena saya rasa, saya sudah lama di bidang ini, yang harus kita jaga itu trust pasien," timpalnya lagi.
Lebih lanjut ia mengatakan, "Trust itu berarti dia yakin kita menyampaikan info-info itu benar dan update."
"Update sebenarnya, kalau dulu ada yang saya sampaikan tahun-tahun berapa, (saat bertemu pasien)-ibu maaf ya saya sudah rubah karena update terbaru udah beda info-nya. Jadi dokter itu harus pelatihan rutin, jadi belajar terus," kata founder dari GlowLift Clinic ini.
Kolaborasi dalam edukasi
(Dr. Phery menerangkan risiko penggunaan produk murah tapi belum tentu resmi bisa menimbulkan efek samping seperti kemerahan, bengkak, atau infeksi. Foto: Dok. Istimewa)
Pengalaman dan pelatihan secara berkelanjutan sangat penting untuk dokter estetika untuk menjawab kondisi saat ini di mana tren estetika yang terus berubah, modalitas semakin bervariasi dan produk sejenis semakin banyak berkembangnya indikasi yang dapat digunakan oleh produk tertentu.
Salah satunya kolaborasi dengan Daewoong dan CGBIO dalam edukasi membantu dokter melalui pelatihan berkelanjutan, standar prosedur yang jelas, serta pemahaman produk yang komprehensif.
Program edukasi berkelanjutan ini juga sangat penting, terutama bagi para dokter baru yang mulai berkecimpung di dunia estetika. Daewoong dan CGBIO memastikan bahwa dokter memiliki kompetensi dan kemampuan yang memumpuni dalam melakukan prosedur estetika.
"Kebetulan kemarin saya baru pulang dari NMC (sebuah program edukasi dan pelatihan klinis global yang diselenggarakan oleh Daewoong Pharmaceutical). Sebelumnya juga saya pernah ikut kelas untuk, kalau kita bilang kelas cadaver. Program kemarin itu cukup menarik. Karena biasanya seperti NMC itu, kita akan ketemu dengan, kita menyebutnya KOL global-Key opinion leader-nya yang global dari Korea. Mereka akan sharing pengalaman. Bahkan saya ada klinik visit ke dokter bedah," ujar dr. Phery.
"Jadi mereka yang menggunakan produk-produk. Jadi kita pun bisa ceritanya berbagi pengalaman dengan dia. Bisa bertanya apakah tren di negara dia dengan tren di kita, bisa similar kita langsung copy paste gitu," terangnya lagi.
Kata dr. Phery, "Jadi bisa tukar pikiran. Jadi ke sana itu ketemu dengan pakar-pakarnya. Buat saya sih bagus banget. Menambah wawasan dan pemahaman."
Pelatihan dari Daewoong/CGBIO yang diterima dr. Phery, fokus ke pemahaman produk dan teknik injeksi/penggunaan produk sehingga dokter lebih percaya diri dalam melakukan prosedur.
Selain keahlian dokter, kualitas produk memegang peran yang sangat penting dalam menentukan keamanan dan hasil treatment.
Produk terstandar dan sudah BPOM/Kemenkes
Produk yang legal, terstandarisasi, dan didistribusikan dengan benar (termaasuk menggunakan standard distribusi cold chain) akan lebih terjamin kualitas, stabilitas, dan efektivitasnya.
Sebaliknya, penggunaan produk yang tidak jelas asal-usulnya dapat menyebabkan hasil yang tidak optimal, tidak konsisten, hingga meningkatkan risiko efek samping. Karena itu, kombinasi antara kompetensi dokter dan kualitas produk menjadi kunci utama dalam memastikan treatment yang aman dan optimal.
Risiko penggunaan produk murah tapi belum tentu resmi, cukup besar. Produk yang tidak resmi berpotensi tidak terjamin keaslian, kualitas, dan sterilitasnya, serta kemungkinan tidak melalui jalur distribusi yang sesuai standar.
Dalam jangka pendek, pasien dapat mengalami hasil yang tidak optimal, tidak konsisten, bahkan asimetris, serta efek samping seperti kemerahan, bengkak, atau infeksi. Dalam jangka panjang, hasil bisa tidak bertahan lama, tidak predictable, hingga menurunkan kepercayaan pasien terhadap treatment estetika.
Peran safe supply chain menjadi sangat penting. Secara sederhana, ini adalah sistem yang memastikan produk didistribusikan melalui jalur resmi dengan standar yang terjaga, termasuk penyimpanan yang tepat.
Dengan sistem ini, kualitas dan stabilitas produk tetap terjaga, sehingga treatment menjadi lebih aman, konsisten, dan sesuai dengan standar medis.
Secara sederhana, pasien diharapkan memilih klinik kecantikan yang berizin dan dokter yang tersertifikasi, serta tidak ragu untuk menanyakan dan melihat langsung produk yang akan digunakan, termasuk kemasan asli, segel, dan identitas produk.
Selain itu, pastikan produk tersebut memiliki izin BPOM/KEMENKES dan berasal dari distributor resmi. Jika harga yang ditawarkan terlalu murah atau tidak sesuai standar, kamu sebagai pasien perlu lebih waspada. Transparansi dari klinik menjadi kunci untuk memastikan keamanan treatment.
Seluruh produk dari CGBIO telah memiliki izin dari BPOM/Kementerian Kesehatan. Selain itu, juga telah mendapatkan persetujuan dari US FDA, yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui evaluasi ketat terkait keamanan dan kualitas.
Kalau dr. Phery ditanya pasien soal kenapa ada treatment serupa tapi harganya murah banget sampai enggak masuk akal, biasanya dr. Phery bakal jelasin kalau, "Semua itu harus porper. Kalau ada ibu-ibu datang, 'Dok, ada yang murah sekali?' Ibu yakin gak itu aman?? Jadi saya tidak akan compare murah dengan (misalnya) di saya mahal. Saya lebih memilih bilang, di sana murah di saya lebih aman."
"Muka ibu kan gak ada serepnya di rumah, cuma satu. Dan aman itu biasanya ada harga yang harus dibayar. Jadi murah mahal gak ada habisnya dibahas. Tapi, kalau orang merasa aman, biasanya gak ada mahal (termasuk keamanan produknya juga), karena dia juga yang akan menikmatinya," pungkas dr. Phery.
(Dr. Phery Cen. Video: Dok. Instagram dr. Phery Cen/@drpherycen)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)