WISATA
Bukan Cuma Bikin Kaget di Piala Dunia, Tanjung Verde Ternyata Secantik Ini!
A. Firdaus
Rabu 01 Juli 2026 / 13:29
- Tanjung Verde sukses menorehkan sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Wilayah yang pernah menjadi koloni Portugal sejak 1462.
- Musik, kuliner, tradisi, hingga budaya morabeza, yang identik dengan keramahan dan keceriaan, menjadi bagian dari identitas masyarakat Tanjung Verde.
Jakarta: Keberhasilan Tanjung Verde mencuri perhatian di Piala Dunia 2026, tidak hanya menjadi cerita menarik di dunia sepak bola, melainkan membuka mata banyak orang terhadap pesona negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik tersebut.
Pada penampilan perdananya di ajang sepak bola terbesar dunia, Tanjung Verde sukses menorehkan sejarah dengan lolos ke babak 32 besar, setelah melewati fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Di balik pencapaian itu, negara yang terdiri dari 10 pulau ini ternyata menyimpan keindahan alam, sejarah, dan budaya yang tak kalah memikat.
Terletak di lepas pantai barat Afrika, Tanjung Verde merupakan negara, yang lahir dari semangat pantang menyerah masyarakatnya. Wilayah yang pernah menjadi koloni Portugal sejak 1462, hingga akhirnya meraih kemerdekaan pada 1975 ini, dikenal memiliki kekayaan budaya yang terbentuk dari beragam latar belakang penduduknya.
Musik, kuliner, tradisi, hingga budaya morabeza, yang identik dengan keramahan dan keceriaan, menjadi bagian dari identitas masyarakat Tanjung Verde.
Perpaduan antara lautan, pegunungan, suasana tenang, dan kehidupan yang hangat membuat negara ini, memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Pulau ini terkenal karena menikmati sekitar 350 hari sinar matahari setiap tahunnya, dipadukan dengan pantai berpasir putih dan air laut berwarna biru kehijauan yang jernih.
Selain cocok untuk bersantai, Pulau Sal juga menjadi favorit pencinta olahraga air, karena memiliki kondisi angin yang ideal untuk windsurfing maupun kitesurfing.
Wisatawan juga dapat mengikuti tur dari Santa Maria, untuk merasakan sensasi mengapung di kawah garam vulkanik, sekaligus melihat hiu lemon dari jarak dekat.
Tak kalah menarik, Pulau Boa Vista yang berarti "pemandangan indah", menawarkan lanskap yang berbeda dari pulau tropis pada umumnya.
Sebagai pulau paling timur di Tanjung Verde, kawasan ini memadukan pantai berpasir putih dengan hamparan gurun dan bukit pasir, yang luas sehingga menghadirkan panorama yang unik.
Salah satu aktivitas favorit di pulau ini adalah sandboarding di kawasan Morro De Areia, tempat wisatawan dapat meluncur di atas bukit pasir, sambil menikmati pemandangan Samudra Atlantik.
Masih berada di Pulau Boa Vista, Gurun Viana menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Gurun sepanjang sekitar 5 kilometer ini terbentuk dari debu Gurun Sahara, yang terbawa angin hingga ke Tanjung Verde.
Hamparan pasir putih dengan bukit setinggi mencapai 50 meter, membuat kawasan ini sering dijuluki sebagai oase di tengah samudra.
Untuk menikmati keindahannya, tersedia berbagai tur safari menggunakan kendaraan off-road 4x4, maupun buggy yang berangkat dari kawasan Sal Rei.
Bagi pencinta wisata sejarah, Cidade Velha di Pulau Santiago menjadi destinasi, yang wajib dikunjungi. Kota tua yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini, merupakan permukiman kolonial Eropa pertama di kawasan tropis, yang dibangun pada 1462.
Di kawasan ini terdapat Rua Banana, salah satu jalan tertua yang masih mempertahankan deretan rumah tradisional, peninggalan masa kolonial Portugal.
Sementara itu, Benteng São Filipe yang berdiri di atas perbukitan, menawarkan panorama laut yang indah, sekaligus menjadi saksi sejarah perjalanan panjang Tanjung Verde hingga menjadi negara, yang dikenal dunia seperti saat ini.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Pada penampilan perdananya di ajang sepak bola terbesar dunia, Tanjung Verde sukses menorehkan sejarah dengan lolos ke babak 32 besar, setelah melewati fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Di balik pencapaian itu, negara yang terdiri dari 10 pulau ini ternyata menyimpan keindahan alam, sejarah, dan budaya yang tak kalah memikat.
Baca Juga :
Kisah Cinderella Cape Verde di Piala Dunia 2026, Maskapai BUMN Beri Penghormatan untuk Timnas
Terletak di lepas pantai barat Afrika, Tanjung Verde merupakan negara, yang lahir dari semangat pantang menyerah masyarakatnya. Wilayah yang pernah menjadi koloni Portugal sejak 1462, hingga akhirnya meraih kemerdekaan pada 1975 ini, dikenal memiliki kekayaan budaya yang terbentuk dari beragam latar belakang penduduknya.
Musik, kuliner, tradisi, hingga budaya morabeza, yang identik dengan keramahan dan keceriaan, menjadi bagian dari identitas masyarakat Tanjung Verde.
Perpaduan antara lautan, pegunungan, suasana tenang, dan kehidupan yang hangat membuat negara ini, memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
1. Pulau Sal
Pulau ini terkenal karena menikmati sekitar 350 hari sinar matahari setiap tahunnya, dipadukan dengan pantai berpasir putih dan air laut berwarna biru kehijauan yang jernih.
Selain cocok untuk bersantai, Pulau Sal juga menjadi favorit pencinta olahraga air, karena memiliki kondisi angin yang ideal untuk windsurfing maupun kitesurfing.
Wisatawan juga dapat mengikuti tur dari Santa Maria, untuk merasakan sensasi mengapung di kawah garam vulkanik, sekaligus melihat hiu lemon dari jarak dekat.
2. Pulau Boa Vista
Tak kalah menarik, Pulau Boa Vista yang berarti "pemandangan indah", menawarkan lanskap yang berbeda dari pulau tropis pada umumnya.
Sebagai pulau paling timur di Tanjung Verde, kawasan ini memadukan pantai berpasir putih dengan hamparan gurun dan bukit pasir, yang luas sehingga menghadirkan panorama yang unik.
Salah satu aktivitas favorit di pulau ini adalah sandboarding di kawasan Morro De Areia, tempat wisatawan dapat meluncur di atas bukit pasir, sambil menikmati pemandangan Samudra Atlantik.
3. Gurun Viana
Masih berada di Pulau Boa Vista, Gurun Viana menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Gurun sepanjang sekitar 5 kilometer ini terbentuk dari debu Gurun Sahara, yang terbawa angin hingga ke Tanjung Verde.
Hamparan pasir putih dengan bukit setinggi mencapai 50 meter, membuat kawasan ini sering dijuluki sebagai oase di tengah samudra.
Untuk menikmati keindahannya, tersedia berbagai tur safari menggunakan kendaraan off-road 4x4, maupun buggy yang berangkat dari kawasan Sal Rei.
4. Cidade Velha
Bagi pencinta wisata sejarah, Cidade Velha di Pulau Santiago menjadi destinasi, yang wajib dikunjungi. Kota tua yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini, merupakan permukiman kolonial Eropa pertama di kawasan tropis, yang dibangun pada 1462.
Di kawasan ini terdapat Rua Banana, salah satu jalan tertua yang masih mempertahankan deretan rumah tradisional, peninggalan masa kolonial Portugal.
Sementara itu, Benteng São Filipe yang berdiri di atas perbukitan, menawarkan panorama laut yang indah, sekaligus menjadi saksi sejarah perjalanan panjang Tanjung Verde hingga menjadi negara, yang dikenal dunia seperti saat ini.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)