WISATA

Kemenpar Ingin Anak-anak Jatuh Cinta pada Desa Wisata Sejak Dini

A. Firdaus
Selasa 30 Juni 2026 / 21:43
Ringkasnya gini..
  • Edukasi mengenai pariwisata berkelanjutan perlu diperkenalkan sejak dini.
  • Kampanye ini dirancang untuk memperkenalkan desa wisata melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian anak-anak.
  • Program “Liburan ke Kampung Main” juga menjadi kelanjutan dari berbagai inisiatif edukasi keberlanjutan yang telah dijalankan melalui kolaborasi Co-Branding Wonderful Indonesia.
Jakarta: Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, edukasi mengenai pariwisata berkelanjutan perlu diperkenalkan sejak dini. Hal ini berguna agar anak-anak memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat lokal. 

"Dengan memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan, kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga, memahami, dan menghargai budaya lokal seperti proses pengolahan hasil panen dari kebun ke meja makan," ujar Ni Made. 

"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Pada akhirnya, mereka dapat menjadi generasi yang turut mendukung pengembangan desa wisata dan terinspirasi bahwa #DiIndonesiaAja adalah pilihan liburan seru untuk dinikmati bersama keluarga,” tambahnya. 
 

Anak-anak, khususnya Generasi Alpha, dipilih sebagai target utama program karena mereka merupakan calon wisatawan sekaligus agen perubahan pariwisata masa depan. Meski belum memiliki daya beli secara mandiri, kebiasaan dan preferensi mereka kerap mempengaruhi pilihan destinasi wisata keluarga. 

Di tengah karakter anak-anak yang tumbuh di era serba cepat dan digital, desa wisata menawarkan pengalaman berbeda melalui konsep slow travel dan slow living yang lebih dekat dengan alam, budaya, dan masyarakat lokal. 

Ni Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa kampanye ini dirancang untuk memperkenalkan desa wisata melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian anak-anak. 

"Generasi Alpha tumbuh di era digital yang serba cepat, tetapi justru memiliki kebutuhan akan pengalaman yang autentik dan bermakna. Melalui ‘Liburan ke Kampung Main’, kami mengajak anak-anak keluar dari rutinitas dan merasakan pengalaman lebih dekat dengan alam. Melalui berbagai aktivitas interaktif, pengalaman ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mereka,” ujar Ni Made Ayu Marthini. 

Menurutnya, anak-anak bukan hanya pengunjung hari ini, tetapi juga wisatawan, pemimpin, dan agen perubahan di masa depan. 

"Ketika anak-anak memiliki kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan yang dekat dengan alam dan budaya lokal, mereka akan lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan, menghargai tradisi, dan mendukung kesejahteraan masyarakat setempat," kata Ni Made. 

"Dan mereka akan turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih berkualitas. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui Kampung Main sebagai bagian dari pengembangan regeneratif Desa Wisata di Indonesia,” tambahnya. 

Program “Liburan ke Kampung Main” juga menjadi kelanjutan dari berbagai inisiatif edukasi keberlanjutan yang telah dijalankan melalui kolaborasi Co-Branding Wonderful Indonesia. Sejak tahun 2025, lebih dari 289,4 kilogram material daur ulang serta limbah kemasan dari mitra Co-branding telah diolah kembali menjadi instalasi totem Wonderful Indonesia. 

Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk nyata edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan destinasi wisata. Melalui kolaborasi ini, Kementerian Pariwisata bersama para mitra Co-Branding Wonderful Indonesia terus berupaya menghadirkan berbagai aktivasi yang mendekatkan masyarakat dengan beragam pengalaman wisata di Indonesia. 

“Liburan ke Kampung Main” diharapkan dapat menjadi salah satu inspirasi kegiatan liburan sekolah yang menarik bagi keluarga sekaligus memperkuat ajakan untuk menjelajahi lebih banyak pengalaman seru #DiIndonesiaAja. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH