WISATA
Liburan Mewah Gak Harus ke Luar Negeri, Wisata Premium Indonesia Lagi Digenjot
A. Firdaus
Selasa 18 Agustus 2026 / 14:59
- Masyarakat Indonesia memiliki semakin banyak pilihan untuk menikmati wisata berkualitas tanpa harus bepergian ke luar negeri.
- Dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global turut memengaruhi keputusan wisatawan.
- Para pelaku usaha menawarkan berbagai produk dan paket perjalanan premium dengan nilai di atas Rp15 juta per orang.
Jakarta: Liburan dengan layanan premium ternyata tidak selalu harus dilakukan ke luar negeri. Indonesia punya banyak destinasi yang menawarkan pengalaman eksklusif, mulai dari kenyamanan, privasi, hingga perjalanan yang bisa disesuaikan dengan keinginan wisatawan.
Peluang tersebut tengah dilirik Kementerian Pariwisata untuk mendorong pasar wisata premium di dalam negeri. Salah satunya melalui Luxury Business Networking, ajang yang mempertemukan penyedia layanan pariwisata premium dengan calon mitra dan pengambil keputusan perjalanan kelas atas.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan upaya tersebut dilakukan agar masyarakat Indonesia memiliki semakin banyak pilihan untuk menikmati wisata berkualitas tanpa harus bepergian ke luar negeri.
"Kita ingin memastikan perputaran dana masyarakat Indonesia tetap berada di dalam negeri melalui produk-produk wisata premium berkelas dunia," kata Made dalam keterangan pers Kementerian Pariwisata.
Menurut Made, dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global turut memengaruhi keputusan wisatawan, termasuk masyarakat Indonesia, ketika merencanakan perjalanan ke luar negeri.
Situasi tersebut justru bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha pariwisata nasional untuk menawarkan pengalaman wisata premium di berbagai destinasi Indonesia.
Potensi pasar wisata domestik juga terlihat dari meningkatnya perjalanan wisatawan Nusantara. Sepanjang 2025, pemerintah mencatat 1,20 miliar perjalanan wisatawan Nusantara, atau tumbuh 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren tersebut masih berlanjut pada paruh pertama 2026. Pada periode tersebut, tercatat 630,41 juta perjalanan wisatawan Nusantara, meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menurut Made, tingginya mobilitas wisatawan domestik membuka peluang lebih besar untuk menghadirkan beragam produk dan pengalaman perjalanan, termasuk layanan wisata berkualitas.
Paket wisata premium sendiri tidak hanya soal destinasi mahal. Layanan tersebut biasanya menawarkan kenyamanan, privasi, pengalaman unik, serta perjalanan yang dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan wisatawan.
Dengan kata lain, wisatawan tidak sekadar membeli tiket dan kamar hotel, tetapi juga pengalaman yang lebih eksklusif selama perjalanan.
Untuk memperluas pasar tersebut, Kementerian Pariwisata mempertemukan pelaku usaha wisata premium dengan calon pembeli melalui Luxury Business Networking.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 11 pelaku usaha layanan pariwisata premium bertemu dengan sedikitnya 25 pembeli potensial.
Para pelaku usaha menawarkan berbagai produk dan paket perjalanan premium dengan nilai di atas Rp15 juta per orang.
Langkah ini diharapkan bisa memperluas peluang kerja sama sekaligus memperkenalkan lebih banyak pilihan wisata premium Indonesia kepada masyarakat yang selama ini kerap memilih destinasi luar negeri.
Made berharap semakin beragamnya layanan wisata premium di dalam negeri dapat membuat wisatawan domestik melirik destinasi Indonesia untuk mendapatkan pengalaman liburan berkualitas.
Bukan cuma itu, meningkatnya pasar wisata premium juga diharapkan ikut memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha dan masyarakat di berbagai destinasi wisata Indonesia.
Jadi, buat yang punya budget liburan belasan juta rupiah ke atas, pilihan jalan-jalan tidak melulu harus Singapura, Jepang, atau Eropa. Indonesia juga sedang menyiapkan pengalaman wisata premium yang bisa bikin paspor istirahat, tapi pengalaman tetap berkelas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Peluang tersebut tengah dilirik Kementerian Pariwisata untuk mendorong pasar wisata premium di dalam negeri. Salah satunya melalui Luxury Business Networking, ajang yang mempertemukan penyedia layanan pariwisata premium dengan calon mitra dan pengambil keputusan perjalanan kelas atas.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan upaya tersebut dilakukan agar masyarakat Indonesia memiliki semakin banyak pilihan untuk menikmati wisata berkualitas tanpa harus bepergian ke luar negeri.
"Kita ingin memastikan perputaran dana masyarakat Indonesia tetap berada di dalam negeri melalui produk-produk wisata premium berkelas dunia," kata Made dalam keterangan pers Kementerian Pariwisata.
Menurut Made, dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global turut memengaruhi keputusan wisatawan, termasuk masyarakat Indonesia, ketika merencanakan perjalanan ke luar negeri.
Situasi tersebut justru bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha pariwisata nasional untuk menawarkan pengalaman wisata premium di berbagai destinasi Indonesia.
Wisatawan Nusantara Makin Rajin Jalan-Jalan
Potensi pasar wisata domestik juga terlihat dari meningkatnya perjalanan wisatawan Nusantara. Sepanjang 2025, pemerintah mencatat 1,20 miliar perjalanan wisatawan Nusantara, atau tumbuh 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren tersebut masih berlanjut pada paruh pertama 2026. Pada periode tersebut, tercatat 630,41 juta perjalanan wisatawan Nusantara, meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menurut Made, tingginya mobilitas wisatawan domestik membuka peluang lebih besar untuk menghadirkan beragam produk dan pengalaman perjalanan, termasuk layanan wisata berkualitas.
Paket wisata premium sendiri tidak hanya soal destinasi mahal. Layanan tersebut biasanya menawarkan kenyamanan, privasi, pengalaman unik, serta perjalanan yang dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan wisatawan.
Dengan kata lain, wisatawan tidak sekadar membeli tiket dan kamar hotel, tetapi juga pengalaman yang lebih eksklusif selama perjalanan.
Paket Wisata Premium di Atas Rp15 Juta
Untuk memperluas pasar tersebut, Kementerian Pariwisata mempertemukan pelaku usaha wisata premium dengan calon pembeli melalui Luxury Business Networking.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 11 pelaku usaha layanan pariwisata premium bertemu dengan sedikitnya 25 pembeli potensial.
Para pelaku usaha menawarkan berbagai produk dan paket perjalanan premium dengan nilai di atas Rp15 juta per orang.
Langkah ini diharapkan bisa memperluas peluang kerja sama sekaligus memperkenalkan lebih banyak pilihan wisata premium Indonesia kepada masyarakat yang selama ini kerap memilih destinasi luar negeri.
Made berharap semakin beragamnya layanan wisata premium di dalam negeri dapat membuat wisatawan domestik melirik destinasi Indonesia untuk mendapatkan pengalaman liburan berkualitas.
Bukan cuma itu, meningkatnya pasar wisata premium juga diharapkan ikut memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha dan masyarakat di berbagai destinasi wisata Indonesia.
Jadi, buat yang punya budget liburan belasan juta rupiah ke atas, pilihan jalan-jalan tidak melulu harus Singapura, Jepang, atau Eropa. Indonesia juga sedang menyiapkan pengalaman wisata premium yang bisa bikin paspor istirahat, tapi pengalaman tetap berkelas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)