WISATA
Staycation Sambil Jaga Bumi? Ini Cara Unik Resort di Lombok Rayakan Earth Day
A. Firdaus
Kamis 16 April 2026 / 09:11
- Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih pantai pada 22 April 2026.
- Para tamu juga diajak berpartisipasi, menciptakan pengalaman yang tidak hanya rekreatif.
- Konsep ini tidak hanya menghadirkan pengalaman kuliner eksklusif.
Lombok: Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Innit Lombok menghadirkan rangkaian program berbasis keberlanjutan di kawasan pesisir Teluk Ekas. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang resor dalam mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan ke dalam pengalaman menginap.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih pantai pada 22 April 2026. Kegiatan ini melibatkan manajemen dan karyawan resor bersama masyarakat lokal sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian ekosistem laut. Para tamu juga diajak berpartisipasi, menciptakan pengalaman yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga berdampak langsung bagi lingkungan sekitar.
Memasuki malam hari, suasana resor bertransformasi menjadi lebih intim melalui konsep Earth Hour. Lampu-lampu diredupkan, sementara area tepi pantai diterangi cahaya lilin ramah lingkungan. Momen ini dilengkapi dengan jamuan makan malam di tepi pantai dengan konsep candle-lit dinner.
Menu yang disajikan merupakan hasil kurasi Executive Chef sekaligus Resort Manager, Matthew Angga, yang mengangkat bahan-bahan lokal serta cita rasa khas daerah. Konsep ini tidak hanya menghadirkan pengalaman kuliner eksklusif, tetapi juga memperkuat koneksi antara tamu dengan kekayaan lokal.
Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, resor juga menggelar program penanaman mangrove di kawasan pesisir Teluk Ekas. Sekitar 100 bibit ditanam untuk membantu memperkuat garis pantai sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati. Bibit tersebut diperoleh dari masyarakat lokal, sehingga turut memberikan dampak ekonomi bagi komunitas setempat.
Tamu resor pun diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan ini, menjadikan pengalaman menginap lebih bermakna melalui kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.
Selain itu, Innit Lombok juga mengembangkan fasilitas greenhouse untuk mendukung kebutuhan operasional yang lebih berkelanjutan. Berbagai hasil pertanian segar hingga telur diproduksi langsung di area properti, sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal.
Prinsip minim limbah atau zero waste juga diterapkan melalui pengelolaan dan daur ulang material secara optimal. Pendekatan ini mencerminkan komitmen resor dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan memerlukan konsistensi dan kolaborasi. Melalui kerja sama dengan masyarakat lokal serta keterlibatan tamu, kami berharap dapat terus menjaga keseimbangan ekosistem Teluk Ekas,” ujar Matthew.
Seiring meningkatnya tren pariwisata berkelanjutan, langkah yang dilakukan Innit Lombok menunjukkan bahwa industri hospitality tidak hanya berfokus pada kenyamanan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih pantai pada 22 April 2026. Kegiatan ini melibatkan manajemen dan karyawan resor bersama masyarakat lokal sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian ekosistem laut. Para tamu juga diajak berpartisipasi, menciptakan pengalaman yang tidak hanya rekreatif, tetapi juga berdampak langsung bagi lingkungan sekitar.
Memasuki malam hari, suasana resor bertransformasi menjadi lebih intim melalui konsep Earth Hour. Lampu-lampu diredupkan, sementara area tepi pantai diterangi cahaya lilin ramah lingkungan. Momen ini dilengkapi dengan jamuan makan malam di tepi pantai dengan konsep candle-lit dinner.
Menu yang disajikan merupakan hasil kurasi Executive Chef sekaligus Resort Manager, Matthew Angga, yang mengangkat bahan-bahan lokal serta cita rasa khas daerah. Konsep ini tidak hanya menghadirkan pengalaman kuliner eksklusif, tetapi juga memperkuat koneksi antara tamu dengan kekayaan lokal.
Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, resor juga menggelar program penanaman mangrove di kawasan pesisir Teluk Ekas. Sekitar 100 bibit ditanam untuk membantu memperkuat garis pantai sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati. Bibit tersebut diperoleh dari masyarakat lokal, sehingga turut memberikan dampak ekonomi bagi komunitas setempat.
Tamu resor pun diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan ini, menjadikan pengalaman menginap lebih bermakna melalui kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.
Selain itu, Innit Lombok juga mengembangkan fasilitas greenhouse untuk mendukung kebutuhan operasional yang lebih berkelanjutan. Berbagai hasil pertanian segar hingga telur diproduksi langsung di area properti, sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal.
Prinsip minim limbah atau zero waste juga diterapkan melalui pengelolaan dan daur ulang material secara optimal. Pendekatan ini mencerminkan komitmen resor dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan memerlukan konsistensi dan kolaborasi. Melalui kerja sama dengan masyarakat lokal serta keterlibatan tamu, kami berharap dapat terus menjaga keseimbangan ekosistem Teluk Ekas,” ujar Matthew.
Seiring meningkatnya tren pariwisata berkelanjutan, langkah yang dilakukan Innit Lombok menunjukkan bahwa industri hospitality tidak hanya berfokus pada kenyamanan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)