WISATA
Girls Take Over! Tren Solo Travel Perempuan Makin Ngegas di 2026
A. Firdaus
Selasa 21 April 2026 / 18:15
- Fenomena solo travel di kalangan perempuan semakin populer.
- Perempuan juga dikenal lebih detail dalam merencanakan perjalanan.
- Sekitar 35 persen memilih destinasi pantai seperti Bali dan Phuket.
Jakarta: Tren perjalanan perempuan terus menunjukkan peningkatan signifikan di 2026. Data terbaru dari MOVE mengungkap, perempuan kini semakin percaya diri menjelajahi dunia, baik secara mandiri maupun bersama keluarga.
Berdasarkan pola transaksi kuartal pertama 2026, perempuan tidak hanya aktif sebagai pelaku perjalanan, tetapi juga berperan besar dalam merancang pengalaman liburan secara keseluruhan.
Fenomena solo travel di kalangan perempuan semakin populer. Data MOVE mencatat, sebanyak 46 persen solo traveler perempuan berasal dari generasi milenial, disusul Gen Z sebesar 30 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa perempuan di usia produktif kini semakin berani bepergian sendiri, baik untuk eksplorasi, relaksasi, hingga pengembangan diri.
Tak hanya untuk perjalanan pribadi, perempuan juga memegang kendali dalam perjalanan keluarga. Sebanyak 50 persen pemesanan kategori keluarga dan grup di aplikasi dilakukan oleh perempuan.
Mulai dari menentukan jadwal penerbangan, mengatur anggaran, hingga memilih maskapai dan akomodasi, perempuan berperan sebagai “arsitek” yang merancang pengalaman liburan bagi orang-orang terdekat.
Perempuan juga dikenal lebih detail dalam merencanakan perjalanan. Sebanyak 63 persen pengguna perempuan menambahkan layanan ekstra dalam penerbangan, seperti asuransi perjalanan, pemilihan kursi, makanan, bagasi tambahan, hingga opsi pembatalan fleksibel.
Langkah ini mencerminkan pendekatan yang lebih matang, dengan mempertimbangkan kenyamanan sekaligus potensi risiko selama perjalanan—terutama saat bepergian sendiri.
Dari sisi destinasi, preferensi perempuan cukup beragam. Sekitar 35 persen memilih destinasi pantai seperti Bali dan Phuket, yang identik dengan suasana relaksasi.
Sementara itu, 26 persen menjadikan wisata kuliner sebagai tujuan utama. Ada pula 12 persen yang memilih destinasi perkotaan untuk menikmati gaya hidup urban dan eksplorasi kota.
Menariknya, perempuan juga cenderung merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Mayoritas melakukan pemesanan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan.
Pola ini menunjukkan bahwa perjalanan bukan sekadar spontanitas, tetapi hasil dari perencanaan yang matang dan penuh pertimbangan.
Melalui berbagai temuan ini, MOVE melihat bahwa perempuan kini semakin mandiri, terorganisir, dan percaya diri dalam menjelajahi dunia. Tak hanya sebagai traveler, perempuan juga menjadi pengambil keputusan utama dalam setiap perjalanan—menciptakan pengalaman yang lebih personal, aman, dan bermakna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Berdasarkan pola transaksi kuartal pertama 2026, perempuan tidak hanya aktif sebagai pelaku perjalanan, tetapi juga berperan besar dalam merancang pengalaman liburan secara keseluruhan.
Solo Travel Didominasi Milenial dan Gen Z
Fenomena solo travel di kalangan perempuan semakin populer. Data MOVE mencatat, sebanyak 46 persen solo traveler perempuan berasal dari generasi milenial, disusul Gen Z sebesar 30 persen.
Baca Juga :
Fix No Debat! 6 Tren Wisata 2026 Ini Bakal Bikin Liburan Kamu Lebih Bermakna & Gak Gitu-gitu Aja
Hal ini menunjukkan bahwa perempuan di usia produktif kini semakin berani bepergian sendiri, baik untuk eksplorasi, relaksasi, hingga pengembangan diri.
Perempuan jadi “Arsitek” liburan keluarga
Tak hanya untuk perjalanan pribadi, perempuan juga memegang kendali dalam perjalanan keluarga. Sebanyak 50 persen pemesanan kategori keluarga dan grup di aplikasi dilakukan oleh perempuan.
Mulai dari menentukan jadwal penerbangan, mengatur anggaran, hingga memilih maskapai dan akomodasi, perempuan berperan sebagai “arsitek” yang merancang pengalaman liburan bagi orang-orang terdekat.
Lebih peduli kenyamanan dan keamanan
Perempuan juga dikenal lebih detail dalam merencanakan perjalanan. Sebanyak 63 persen pengguna perempuan menambahkan layanan ekstra dalam penerbangan, seperti asuransi perjalanan, pemilihan kursi, makanan, bagasi tambahan, hingga opsi pembatalan fleksibel.
Langkah ini mencerminkan pendekatan yang lebih matang, dengan mempertimbangkan kenyamanan sekaligus potensi risiko selama perjalanan—terutama saat bepergian sendiri.
Destinasi Favorit: pantai hingga kota Modern
Dari sisi destinasi, preferensi perempuan cukup beragam. Sekitar 35 persen memilih destinasi pantai seperti Bali dan Phuket, yang identik dengan suasana relaksasi.
Sementara itu, 26 persen menjadikan wisata kuliner sebagai tujuan utama. Ada pula 12 persen yang memilih destinasi perkotaan untuk menikmati gaya hidup urban dan eksplorasi kota.
Lebih terencana dan terstruktur
Menariknya, perempuan juga cenderung merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Mayoritas melakukan pemesanan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan.
Pola ini menunjukkan bahwa perjalanan bukan sekadar spontanitas, tetapi hasil dari perencanaan yang matang dan penuh pertimbangan.
Melalui berbagai temuan ini, MOVE melihat bahwa perempuan kini semakin mandiri, terorganisir, dan percaya diri dalam menjelajahi dunia. Tak hanya sebagai traveler, perempuan juga menjadi pengambil keputusan utama dalam setiap perjalanan—menciptakan pengalaman yang lebih personal, aman, dan bermakna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)