BEAUTY

Jangan Asal Oles! Cek 10 Bahan Skincare yang Gak Boleh Dipakai Pas Lagi Hamil

Yatin Suleha
Rabu 15 April 2026 / 17:38
Ringkasnya gini..
  • Pas lagi hamil, Moms enggak boleh asal pilih produk skincare ya.
  • Soalnya, apa pun yang kamu oleskan ke kulit itu bisa terserap ke dalam tubuh dan berisiko memengaruhi kondisi si kecil.
  • Beberapa kandungan kimia dalam kosmetik diketahui memiliki risiko tertentu.
Jakarta: Pas lagi hamil, Moms enggak boleh asal pilih produk skincare ya. Soalnya, apa pun yang kamu oleskan ke kulit itu bisa terserap ke dalam tubuh dan berisiko memengaruhi kondisi si kecil di dalam kandungan

Beberapa kandungan kimia dalam kosmetik diketahui memiliki risiko tertentu, mulai dari mengganggu perkembangan bayi, hingga memicu masalah kesehatan lainnya. 

Oleh karena itu, penting sekali untuk lebih teliti sebelum memakai produk skincare, selama masa kehamilan. Selain membaca label dengan cermat, konsultasi dengan dokter juga jadi langkah bijak, supaya tahu mana kandungan yang aman dan mana yang sebaiknya dihindari. 
 
Dilansir dari Prenagen, berikut ini adalah daftar bahan dalam skincare, yang perlu diwaspadai selama hamil.
 

1. Retinoid


Kelompok bahan ini termasuk retinol, retinyl palmitate, adapalene, tretinoin, hingga isotretinoin. Retinoid dikenal efektif untuk anti-aging dan jerawat, tetapi sangat tidak disarankan untuk ibu hamil, karena berisiko menyebabkan cacat lahir pada janin.
 

2. Hydroquinone 


Bahan yang sering ditemukan dalam produk pencerah kulit ini, memiliki tingkat penyerapan tinggi ke dalam tubuh. Hal tersebut membuat hydroquinone berpotensi membahayakan janin, sehingga sebaiknya dihindari selama kehamilan.
 

3. Merkuri



(Kadar merkuri yang tinggi dalam darah ibu hamil meningkatkan risiko keguguran dan cacat lahir, seperti kelainan jantung. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Biasanya terdapat pada produk pemutih ilegal, merkuri sangat berbahaya karena dapat merusak sistem saraf janin. Selain itu, paparan merkuri juga bisa menimbulkan efek samping pada kulit seperti iritasi, serta menurunkan daya tahan kulit terhadap bakteri dan jamur.
 

4. Salicylic Acid / BHA dengan konsentrasi tinggi


Salicylic acid memang sering digunakan untuk mengatasi jerawat, namun dalam konsentrasi tinggi seperti pada treatment peeling, sebaiknya dihindari. Untuk kadar rendah di bawah 2% masih sering dianggap aman, tetapi banyak yang memilih untuk menghindarinya demi keamanan ekstra.
 

5. Benzoyl Peroxide


Kandungan ini umum digunakan untuk mengatasi jerawat. Namun, penggunaannya saat hamil sebaiknya atas anjuran dokter. Pemakaian tanpa pengawasan, dikhawatirkan berisiko terhadap kondisi janin.
 

6. Paraben


Paraben berfungsi sebagai pengawet, tetapi dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Dalam beberapa kasus, zat ini dikaitkan dengan gangguan perkembangan janin, dan masalah metabolisme seperti diabetes gestasional.
 

7. Phthalate


Biasanya tersembunyi di balik label “fragrance” atau pewangi. Paparan phthalate selama kehamilan, berpotensi meningkatkan risiko gangguan perkembangan, termasuk masalah pada jantung dan kemampuan motorik anak di kemudian hari.
 

8. Oxybenzone


Oxybenzone merupakan salah satu bahan aktif dalam sunscreen kimia, yang dapat mengganggu sistem hormon. Dampaknya bisa berpengaruh pada perkembangan otak dan sistem imun bayi.
   

9. Formaldehid


Bahan pengawet ini termasuk berbahaya dan dikaitkan dengan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga cacat pada janin. Oleh karena itu, penting untuk menghindari produk yang mengandung formaldehid.
 

10. Hidrogen Peroksida


Kandungan ini sering ditemukan dalam produk perawatan kulit, maupun pewarna rambut. Hingga saat ini, belum ada cukup bukti yang memastikan keamanannya untuk ibu hamil, sehingga lebih aman untuk tidak digunakan selama masa kehamilan.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH