BEAUTY

Jerawat ‘Stay’ Terus Kayak Gak Mau Pisah? Cek Faktor Hormon & Cara Hempasnya

Yatin Suleha
Rabu 15 April 2026 / 16:49
Ringkasnya gini..
  • Udah rajin skincare-an tiap malam tapi jerawat masih aja nongol?
  • Jujur, emang bikin emosi dan bingung, sih. Padahal, bisa jadi masalahnya bukan di produk kamu, tapi di hormon.
  • Perubahan hormon dalam tubuh bisa memicu produksi minyak berlebih, menyumbat pori-pori, hingga menyebabkan peradangan pada kulit.
Jakarta: Udah rajin skincare-an tiap malam tapi jerawat masih aja nongol? Jujur, emang bikin emosi dan bingung, sih. Padahal, bisa jadi masalahnya bukan di produk kamu, tapi di hormon yang lagi enggak stabil dan jarang disadari."

Perubahan hormon dalam tubuh bisa memicu produksi minyak berlebih, menyumbat pori-pori, hingga menyebabkan peradangan pada kulit. 

Itulah kenapa jerawat hormon sering datang tiba-tiba, sulit hilang, dan kadang muncul di area yang sama. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik remaja maupun orang dewasa. 
 
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah hormon apa saja yang berperan dalam munculnya jerawat, serta cara yang tepat untuk mengendalikannya.
 

Hormon yang memicu jerawat

 

1. Hormon androgen


Androgen adalah hormon yang paling sering dikaitkan dengan jerawat. Saat kadarnya meningkat, kelenjar minyak di kulit akan memproduksi sebum secara berlebihan. 

Minyak yang menumpuk ini, bisa menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat. Kondisi ini biasanya terjadi saat pubertas, kehamilan, atau akibat penggunaan obat hormonal tertentu.
 

2. Hormon estrogen dan progesteron



(Hormon estrogen dan progesteron memengaruhi jerawat melalui fluktuasi selama siklus menstruasi. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, juga berpengaruh pada kondisi kulit. Ketika kadar estrogen menurun, kulit bisa jadi lebih rentan berjerawat. 

Hal ini sering terjadi saat menstruasi, perimenopause, atau kondisi tertentu seperti gangguan kesehatan dan pola hidup yang tidak seimbang.
 

3. Hormon kortisol


Kortisol dikenal sebagai hormon yang meningkat saat stres. Ketika kadar kortisol tinggi, produksi minyak di kulit ikut meningkat dan peradangan menjadi lebih parah. 

Akibatnya, jerawat bisa terlihat lebih merah, besar, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Tak heran kalau jerawat sering muncul saat sedang banyak tekanan.
 

4. Hormon tiroid


Hormon tiroid berperan dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika tidak seimbang, kondisi kulit bisa berubah menjadi terlalu kering atau justru sangat berminyak. Kedua kondisi ini sama-sama bisa memicu munculnya jerawat.
 

5. Hormon insulin


Insulin sangat berkaitan dengan pola makan, terutama konsumsi gula dan karbohidrat tinggi. Kadar insulin yang tinggi dapat memicu peningkatan hormon androgen, sehingga produksi minyak bertambah dan sel kulit lebih cepat menumpuk. Inilah alasan kenapa konsumsi gula berlebih sering dikaitkan dengan jerawat.
 

Cara mengatasi jerawat hormon

 

1. Menjaga kebersihan kulit secara rutin


Membersihkan wajah dua kali sehari, penting untuk mengangkat kotoran dan minyak berlebih. Untuk kulit berminyak, bisa memilih pembersih khusus yang mampu mengontrol minyak, lalu dilanjutkan dengan toner agar pori-pori tampak lebih bersih. Sementara untuk kulit kering, penting menambahkan pelembap setelah mencuci wajah agar kulit tetap terhidrasi.
 

2. Menggunakan produk perawatan jerawat yang tepat


Pemakaian obat jerawat topikal, bisa membantu meredakan peradangan. Kandungan seperti retinoid, benzoyl peroxide, dan asam salisilat cukup efektif untuk mengatasi jerawat, terutama pada kulit berminyak. Pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit.
   

3. Menjaga pola makan dan gaya hidup


Mengurangi konsumsi gula berlebih, memperbanyak minum air, serta mengelola stres dapat membantu menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Pola hidup sehat, punya peran penting dalam menjaga kondisi kulit tetap stabil.
 

4. Konsultasi ke dokter kulit


Jika jerawat tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke dokter kulit bisa menjadi solusi. Biasanya akan diberikan perawatan atau obat tertentu, untuk membantu menyeimbangkan hormon, sehingga jerawat bisa lebih terkontrol dan tidak mudah muncul kembali.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH