KULINER

Dari Kontrakan ke Dua Outlet, Kisah UMKM Oleh-oleh Banjar yang Makin Cuan

A. Firdaus
Selasa 21 Juli 2026 / 11:09
Ringkasnya gini..
  • Saat ini Mama Khas Banjar menawarkan beragam oleh-oleh khas Kalimantan Selatan.
  • Tak hanya dari sisi produksi, bisnis tersebut juga terus berkembang.
  • Menurut Firli, pengembangan produk membutuhkan proses yang tidak singkat.
Jakarta: Di balik berkembangnya sebuah usaha kuliner, sering kali tersimpan cerita perjuangan yang tidak mudah. Hal itu pula yang dialami Firli, pendiri Mama Khas Banjar, pusat oleh-oleh khas Kalimantan Selatan yang kini berhasil mengembangkan usahanya dari skala rumahan menjadi toko oleh-oleh modern.

Perjalanan bisnis tersebut dimulai dengan modal yang sangat terbatas. Firli bahkan harus menjual tabungan emas senilai Rp5 juta untuk memulai usaha bersama sang istri. Saat itu, keduanya masih bekerja sebagai karyawan di perusahaan berbeda, sehingga aktivitas mengelola usaha hanya bisa dilakukan sepulang kerja.

"Modal, tenaga, dan waktu kami dulu sangat terbatas. Namun, keterbatasan itu bukan alasan untuk berhenti," kenang Firli.
 

Berbekal ketekunan, usaha yang awalnya hanya mengolah sekitar 20 kilogram ikan asin per bulan kini berkembang hingga mampu memproduksi 1–2 ton setiap bulan. Seiring meningkatnya permintaan, Mama Khas Banjar juga memperluas lini produknya, termasuk abon ikan yang kini menjadi salah satu produk andalan.

Tak hanya dari sisi produksi, bisnis tersebut juga terus berkembang. Dari yang semula beroperasi di rumah kontrakan, usaha ini kemudian menyewa ruko dan kini telah memiliki dua outlet resmi serta mempekerjakan 17 karyawan.

Saat ini Mama Khas Banjar menawarkan beragam oleh-oleh khas Kalimantan Selatan, mulai dari abon ikan, amplang, sambal, sirup khas daerah, dodol, hingga aneka produk makanan beku (frozen food).
 

Digitalisasi bantu perluas pasar


Perkembangan bisnis Mama Khas Banjar semakin terasa saat pandemi, ketika Firli mulai mengoptimalkan penjualan melalui berbagai platform digital untuk menjangkau konsumen di luar Kalimantan.

Pada 2023, usaha tersebut bergabung sebagai merchant GrabMart. Menurut Firli, langkah tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk membeli oleh-oleh khas Banjar tanpa harus datang langsung ke toko.

"Sebagai pelaku UMKM, kami harus berani berinovasi. Setelah bergabung di GrabMart, pelanggan bisa memesan lewat aplikasi dan produk langsung diantar. Hal ini membantu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan visibilitas usaha," ujarnya.

Selain penjualan, digitalisasi juga diterapkan pada sistem pembayaran melalui QRIS OVO. Firli mengaku metode pembayaran digital membuat proses transaksi menjadi lebih praktis karena notifikasi pembayaran diterima secara real time, sehingga pencatatan keuangan menjadi lebih cepat dan meminimalkan risiko kesalahan.
 

Tambahan modal untuk kembangkan produk


Seiring meningkatnya permintaan pasar, kebutuhan modal usaha pun ikut bertambah. Firli kemudian memanfaatkan fasilitas pendanaan digital GrabModal Mantul by OVO Finansial untuk memperluas kapasitas usaha.

Dana tambahan tersebut digunakan untuk meningkatkan stok produk sekaligus mengembangkan inovasi baru, salah satunya ikan asin dalam kemasan yang dirancang sebagai oleh-oleh khas Banjar.

Menurut Firli, pengembangan produk membutuhkan proses yang tidak singkat, mulai dari uji coba rasa, penyempurnaan kemasan, hingga melihat respons pasar. Karena itu, akses terhadap pendanaan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan usaha.

"Dengan tambahan modal, kami bisa menyediakan stok lebih banyak sehingga penjualan ikut meningkat. Skema pembayaran hariannya juga memudahkan karena kami bisa lebih fokus mengembangkan usaha," katanya.

Kisah Mama Khas Banjar menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku UMKM kuliner dapat berkembang melalui kombinasi inovasi produk, adaptasi terhadap teknologi digital, dan akses pembiayaan. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk pangan lokal, digitalisasi membuka peluang agar kuliner khas daerah semakin mudah dijangkau konsumen dari berbagai wilayah di Indonesia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH