KULINER

Upaya Mendukung Produk Kuliner Inovatif Karya Anak Muda

Elang Riki Yanuar
Jumat 04 September 2026 / 16:00
Ringkasnya gini..
  • Tiga brand kuliner lokal mengolah bahan pangan seperti kulit ikan, kelapa, dan rendang menjadi produk bernilai tambah.
  • Fisnack, Tococo Indonesia, dan Unikayo menunjukkan inovasi kuliner lokal mampu berkembang melalui pendampingan dan perluasan pasar.
  • Tiga usaha kuliner dari Bogor, Banyumas, dan Padang berhasil menjadi pemenang setelah melewati seleksi dan inkubasi bisnis.
Jakarta: Kreativitas anak muda Indonesia dalam mengembangkan bisnis kuliner kembali mendapat panggung. Tiga usaha rintisan yang dirintis mahasiswa dan fresh graduate berhasil menjadi pemenang J&T Super Seller 2026 setelah melewati proses seleksi dan inkubasi bisnis.

Kompetisi tersebut mempertemukan para pelaku usaha muda dari berbagai daerah yang telah menjalankan bisnis sedikitnya selama enam bulan. Dari ratusan peserta, sebanyak 10 finalis mendapatkan kesempatan mengikuti program inkubasi untuk mengembangkan bisnis sekaligus menguji strategi pertumbuhan usaha mereka.

Program inkubasi tidak hanya berfokus pada tambahan modal. Para peserta mendapatkan dana pengembangan serta pendampingan dari praktisi dan sejumlah figur yang terlibat sebagai mentor dan juri. Perkembangan bisnis selama masa tersebut kemudian menjadi salah satu aspek penilaian menuju babak Grand Final.

Hasilnya, Fisnack dari Bogor yang dikembangkan Moch Denta Baihaqi berhasil meraih juara pertama. Tococo Indonesia asal Banyumas yang dikembangkan Alfito Yuro Yudistiro menempati posisi kedua, sementara Unikayo dari Padang yang dirintis Laurencia De Rcho menjadi juara ketiga.

Ketiga usaha tersebut menunjukkan bagaimana pelaku wirausaha muda dapat mengolah potensi bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Kreativitas itu sekaligus menjadi cara untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Fisnack misalnya, memanfaatkan kulit ikan yang selama ini menjadi hasil samping industri fillet. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi camilan dengan tekstur renyah dan cita rasa gurih, sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi potensi limbah dari industri pengolahan ikan.

Bisnis yang mulai dikembangkan sejak 2024 tersebut juga menunjukkan perkembangan selama mengikuti program inkubasi. Fisnack disebut berhasil mencatat omzet hingga Rp256 juta dan telah mengantongi sejumlah sertifikasi keamanan pangan.

Sementara itu, Tococo Indonesia mencoba menghadirkan alternatif produk berbahan kelapa. Alfito mengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai tambah seperti chips dan baked coconut snack yang dibuat tanpa proses penggorengan.

Produk Tococo Indonesia juga dikembangkan dengan karakteristik gluten-free dan telah menjangkau lebih dari 40 toko ritel serta gerai kesehatan di Bali dan Jakarta. Langkah tersebut menunjukkan upaya usaha muda untuk tidak berhenti pada produksi, tetapi juga memperluas akses pasar.

Dari Sumatera Barat, Unikayo membawa cita rasa kuliner Minangkabau ke dalam produk yang lebih praktis. Usaha yang berdiri sejak 2020 ini mengembangkan bumbu rendang instan lengkap dengan santan, ready-to-eat rendang, sambal, serta berbagai produk khas Minang lainnya.

Produk Unikayo memiliki daya simpan hingga satu tahun tanpa MSG dan pengawet. Usaha tersebut juga mulai memperluas jangkauan pasar melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran internasional.

Keberhasilan ketiga brand tersebut memperlihatkan bahwa bisnis kuliner anak muda tidak hanya mengandalkan tren. Inovasi bahan baku, pengemasan produk, ketahanan pangan, hingga strategi memperluas pasar menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang.

Komisaris J&T Express Iwan Senjaya menilai keberanian anak muda dalam memulai bisnis perlu diikuti dengan kesempatan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kami melihat banyak anak muda sudah berani membangun bisnis sejak masih kuliah, tetapi untuk tumbuh mereka membutuhkan lebih dari sekadar modal. Oleh karena itu, melalui J&T Super Seller kami menghadirkan pendampingan, ruang untuk menguji strategi, sekaligus dukungan pengembangan usaha,” kata Iwan Senjaya.

Menurut Iwan, proses pendampingan juga memperlihatkan bahwa pelaku usaha muda memiliki potensi besar ketika memperoleh akses terhadap pengetahuan, kesempatan mengembangkan strategi, dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

“Perkembangan yang kami lihat hingga Grand Final hari ini menunjukkan bahwa ketika diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat, bisnis anak muda Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang,” tambah Iwan.

Dalam kompetisi tersebut, Fisnack sebagai juara pertama memperoleh hadiah Rp100 juta, disusul Tococo Indonesia dengan Rp75 juta dan Unikayo sebesar Rp50 juta. Ketiganya juga mendapatkan tabungan usaha dari BCA masing-masing senilai Rp25 juta.

Dukungan terhadap wirausaha muda seperti ini menjadi penting karena banyak bisnis kuliner lokal memiliki potensi untuk berkembang lebih luas. Dengan penguatan produk, strategi bisnis, akses pasar, serta pendampingan yang tepat, usaha yang berawal dari skala kecil dapat memiliki peluang menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Bagi pelaku usaha kuliner muda, keberhasilan Fisnack, Tococo Indonesia, dan Unikayo juga menunjukkan bahwa kekayaan bahan pangan dan kuliner lokal dapat menjadi sumber ide bisnis yang menjanjikan. Ketiganya menghadirkan pendekatan berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari upaya menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH