Daniel, pemilik Mie Ayam Bintang (kanan) bersama salah satu karyawan (kiri) di cabang Jakarta Timur. Foto: DANA
Daniel, pemilik Mie Ayam Bintang (kanan) bersama salah satu karyawan (kiri) di cabang Jakarta Timur. Foto: DANA

5 Strategi Jitu Bangun Franchise Kuliner dari Nol hingga Berkembang

Annisa ayu artanti • 28 April 2026 16:48
Ringkasnya gini..
  • Scale up bisnis kuliner dimulai dari fondasi dan sistem yang kuat.
  • Uji model usaha sebelum membuka franchise agar lebih matang.
  • Digitalisasi dan konsistensi jadi kunci bisnis kuliner berkembang.
Jakarta: Membangun bisnis kuliner hingga bisa berkembang menjadi franchise bukan sekadar soal membuka banyak cabang. Ada proses panjang yang perlu dipersiapkan, mulai dari memahami detail usaha hingga membangun sistem yang siap dijalankan oleh orang lain.
 
Hal ini juga yang dilakukan oleh Daniel, pelaku usaha di balik Mie Ayam Bintang. Ia membuktikan bahwa bisnis sederhana seperti mi ayam tetap bisa tumbuh besar jika dikelola dengan fondasi yang kuat.
 
Bagi Daniel, scale up bisnis tidak harus dimulai dari langkah besar seperti membuka banyak cabang sekaligus. Justru, pertumbuhan dimulai dari memahami setiap detail usaha dan memastikan semuanya berjalan rapi.

Pengalaman dari usaha keluarga membuatnya paham bahwa kualitas bahan baku, konsistensi rasa, hingga operasional harian menjadi kunci utama dalam bisnis kuliner.
 
Baca juga: Tak Perlu Modal Besar, Ini 7 Usaha Rp1 Jutaan yang Berpeluang Cuan

Berikut lima cara scale up bisnis UMKM yang bisa dipelajari:

1. Pahami dulu masalah nyata di balik peluang usaha

Salah satu langkah penting untuk scale up adalah memahami persoalan nyata di lapangan. Daniel melihat banyak orang tertarik membuka usaha mi ayam karena pasarnya jelas, tetapi tidak semuanya siap menjalankannya.

2. Uji model bisnis sendiri sebelum memperluas usaha

Sebelum membuka kemitraan, Daniel memilih mengelola cabang Mie Ayam Bintang miliknya sendiri sebagai tempat menguji konsep usaha yang dibangunnya. Ia terlibat langsung dalam berbagai proses, mulai dari meracik produk, mengatur alur kerja, hingga mengelola stok bahan baku.
 
Bagi Daniel, fase trial and error ini penting karena sistem usaha tidak bisa dibagikan ke orang lain sebelum benar-benar teruji di lapangan.

3. Bangun sistem usaha yang bisa direplikasi

Setelah menemukan formula yang lebih konsisten, Daniel mulai membuka peluang kemitraan dengan menyiapkan sistem usaha yang lebih terstruktur. Ia tidak sekadar menjual nama, tetapi juga menyiapkan kebutuhan usaha secara lengkap agar mitra bisa langsung fokus berjualan tanpa harus memulai semuanya dari nol. Dengan cara ini, Mie Ayam Bintang tidak hanya berkembang sebagai bisnis, tetapi juga menjadi sistem yang membuka ruang tumbuh bagi sesama UMKM.

4. Rapikan operasional dengan digitalisasi

Saat bisnis mulai berkembang, Daniel menyadari pengelolaan usaha perlu dibuat lebih rapi dan praktis. Pengalaman mencatat transaksi secara manual mendorongnya menggunakan DANA Bisnis untuk membantu operasional sehari-hari.
 
Melalui laporan transaksi digital, ia bisa memantau pemasukan dengan lebih akurat, menjaga cash flow tetap lancar, dan memanfaatkan saldo untuk kebutuhan operasional. Bagi Daniel, digitalisasi menjadi bagian penting dalam mendukung usaha yang ingin tumbuh lebih teratur.

5. Jaga konsistensi saat bisnis mulai bertumbuh

Bagi Daniel, scale up bukan hanya soal menambah cabang atau mitra, tetapi juga menjaga kualitas pengelolaan tetap konsisten. Daniel tidak hanya menerapkan sistem yang ia bangun di cabang miliknya sendiri, tetapi juga merekomendasikannya kepada seluruh mitra Mie Ayam Bintang.
 
Saat ini, ia mengelola 13 mitra waralaba dan lima cabang mandiri yang tersebar di Jakarta dan luar kota. Dalam setiap kerja sama, penggunaan sistem pembayaran digital, termasuk DANA Bisnis, menjadi bagian dari fondasi operasional sejak awal. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan