KULINER

The Grand South House Bawa Pengalaman Kuliner Berbeda ke Kawasan SCBD

Elang Riki Yanuar
Minggu 20 September 2026 / 11:00
Ringkasnya gini..
  • The Grand South House hadir di SCBD dengan tiga konsep berbeda, The Lobby, Taproom 22, dan ARC untuk kuliner, olahraga, serta musik.
  • Taproom 22 menghidupkan kembali karakter Stark Taproom lewat comfort food, live sports di The Grand South House.
  • The Grand South House menawarkan pilihan kuliner dan hiburan untuk pekerja kantoran, komunitas, pencinta kuliner, hingga keluarga muda di SCBD.
Jakarta: Kawasan SCBD kembali memiliki pilihan tempat kuliner dan hiburan dengan hadirnya The Grand South House. Berada di kawasan Jakarta Selatan, tempat ini menawarkan pengalaman makan dan berkumpul dalam satu bangunan dengan tiga konsep berbeda.

Kehadiran The Grand South House berawal dari perjalanan Stark Taproom yang sebelumnya berada di Elysee. Tempat tersebut harus berhenti beroperasi pada Oktober 2025, tetapi kepergiannya ternyata masih menyisakan kerinduan dari para pelanggan.

Sejumlah pelanggan tetap bahkan masih menghubungi tim untuk menanyakan kapan Taproom kembali hadir. Respons tersebut kemudian mendorong tim mencari lokasi baru sejak November 2025.

Pencarian lokasi akhirnya membawa mereka ke sebuah bangunan di SCBD dengan karakter dan pembagian ruang yang cukup unik. Dari tempat tersebut, muncul gagasan untuk tidak sekadar menghadirkan kembali Taproom, tetapi membangun destinasi dengan beberapa pengalaman dalam satu rumah.

Konsep tersebut kemudian diwujudkan melalui The Grand South House. Nama tersebut menggambarkan konsep sebuah rumah di Jakarta Selatan yang memiliki sejumlah ruang dengan fungsi dan karakter berbeda.

Inspirasi desainnya berasal dari film The Grand Budapest Hotel karya Wes Anderson. Namun, pendekatan tersebut tidak hanya diterapkan melalui tampilan warna pastel yang menjadi salah satu ciri visualnya.

Konsep hospitality juga menjadi bagian penting dari pengalaman yang ingin dibangun. Detail seperti cara menyambut pengunjung, suasana ruangan, aroma, hingga kebersihan fasilitas menjadi bagian yang diperhatikan untuk menciptakan pengalaman bersantap dan berkumpul.

The Grand South House kemudian dibagi menjadi tiga area utama, yakni The Lobby, Taproom 22, dan ARC. Ketiganya menawarkan pengalaman yang berbeda sehingga pengunjung dapat memilih suasana sesuai kebutuhan.

The Lobby dirancang sebagai area untuk bersantai, berbincang, atau mengadakan pertemuan dalam suasana yang lebih intimate. Sementara Taproom 22 membawa kembali karakter Stark Taproom dengan konsep live sports, comfort food, dan local craft beer.

IMG_2549

Taproom 22 juga memungkinkan pengunjung menyaksikan beberapa pertandingan olahraga dalam waktu bersamaan. Konsep tersebut membuat area ini dapat menjadi pilihan untuk kegiatan nonton bareng sambil menikmati makanan untuk berbagi.
 
Salah satu menu yang kembali hadir adalah Taproom Platter. Menu sharing tersebut terdiri dari french fries, chicken fingers, onion rings, chicken skin, dan chicken wings dalam satu sajian.

Pilihan makanan di The Grand South House juga diperluas dengan sejumlah menu seperti Nasi Goreng Combrang, Crispy Mala Chicken, serta Mac Miller & Cheese. Ada pula Mendl’s Choux yang terinspirasi dari The Grand Budapest Hotel.

Untuk minuman, pengunjung dapat menikmati craft beer yang disajikan menggunakan growler untuk membantu menjaga suhu hingga sampai ke meja. Pilihan cocktail juga tersedia, termasuk Lobby Boy dan Devil in the Lobby.

Bagi pengunjung yang tidak mengonsumsi alkohol, tersedia Berry Punch. Minuman tersebut dibuat dengan pendekatan yang lebih serius sehingga tetap memiliki karakter seperti sajian cocktail.

Area ketiga, ARC, hadir sebagai listening and dialogue room bagi pengunjung yang ingin menikmati musik. Ruangan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman mendengarkan dengan kualitas suara yang optimal.

Seluruh ruangan di The Grand South House menggunakan Funktion-One sound system. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari menyaksikan pertandingan olahraga hingga menikmati musik dan vinyl.

Manager The Grand South House, Dino Baskara, mengatakan proses menghadirkan tempat tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang. Selain pembangunan interior, tim juga harus memperbaiki berbagai persoalan teknis pada bangunan.

“Dari ide sampai gambar siap eksekusi itu cuma seminggu, tapi renovasi dan benerin bocor, saluran, jalur AC itu tiga bulan sendiri. Sampai sekarang aja kita masih anggap ini pre-opening, karena kita terus trial and error buat nyempurnain experience,” kata Dino.

Dari sisi kuliner, keberadaan sejumlah menu comfort food membuat The Grand South House tidak hanya ditujukan untuk pengunjung yang ingin menikmati hiburan. Tempat ini juga menyasar mereka yang mencari pilihan makan dan minum di kawasan SCBD.

Konsep tersebut turut diperluas dengan fasilitas yang dapat digunakan berbagai kelompok pengunjung. The Grand South House menargetkan pekerja kantoran, komunitas olahraga dan musik, pencinta kuliner, penggemar pop culture, hingga keluarga muda.

Untuk pengunjung yang datang bersama anak, tersedia kids meal, buku gambar, board games, dan baby chair. Kehadiran fasilitas tersebut membuat pengalaman di The Grand South House tidak hanya diarahkan untuk pengunjung dewasa.

Dengan tiga ruang dalam satu bangunan, The Grand South House menawarkan kombinasi kuliner, olahraga, dan musik di kawasan SCBD. Pengunjung dapat datang untuk makan siang, meeting, menikmati comfort food, menyaksikan pertandingan, hingga mendengarkan musik dalam satu tempat.








 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH