KULINER
Braga Makin Asyik Malam Hari, Ada Spot Kuliner Baru buat Night Owl
A. Firdaus
Rabu 29 Juli 2026 / 10:12
- Program kuliner The Late Shift berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 September 2026 di sejumlah hotel yang berpartisipasi, termasuk de Braga by ARTOTEL di Bandung.
- Terinspirasi dari budaya midnight diner, program ini mengajak kamu menikmati hidangan hangat selepas jam makan utama.
- de Braga by ARTOTEL berharap The Late Shift bisa menjadi alternatif destinasi kuliner malam di Bandung.
Bandung: Kawasan Braga selalu punya cara untuk membuat orang betah berlama-lama. Deretan bangunan heritage, lampu kota yang temaram, hingga alunan musik dari para seniman jalanan menciptakan suasana yang sulit ditemukan di tempat lain. Kini, pengalaman menikmati malam di Braga semakin lengkap dengan hadirnya pilihan kuliner yang bisa dinikmati hingga malam hari.
Melalui lini ARTOTEL Dine, ARTOTEL Group menghadirkan program kuliner The Late Shift yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 September 2026 di sejumlah hotel yang berpartisipasi, termasuk de Braga by ARTOTEL di Bandung.
Terinspirasi dari budaya midnight diner, program ini mengajak kamu menikmati hidangan hangat selepas jam makan utama. Setiap hari mulai pukul 18.00 WIB, pengunjung dapat menikmati sajian yang dirancang sebagai teman bersantai setelah bekerja, berjalan-jalan, atau menikmati suasana malam di kawasan Braga.
Di de Braga by ARTOTEL, program The Late Shift menghadirkan tiga menu andalan yang mengusung konsep comfort food. Pilihannya meliputi Steak & Egg Ramen atau Grilled Chicken Ramen, Congee dengan Homemade Chili Oil, serta GulTik, interpretasi modern dari gulai tikungan yang selama ini identik dengan kuliner malam Jakarta.
Seluruh menu disajikan di B10 City Terrace Bar, area bersantap yang berada di lobi hotel dengan pemandangan langsung ke Jalan Braga. Perpaduan hidangan hangat dan suasana khas kawasan heritage menjadikan pengalaman bersantap terasa lebih santai dan intim.
General Manager de Braga by ARTOTEL, Tri Wenda Agus Setyabudi, mengatakan program ini dihadirkan untuk melengkapi pengalaman menikmati malam di Braga.
"Melalui The Late Shift, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang dapat dinikmati kapan saja, khususnya bagi tamu hotel maupun masyarakat Kota Bandung yang ingin menikmati suasana malam Braga. Program ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan pengalaman bersantap yang relevan dengan gaya hidup urban," ujarnya.
Director of Food & Beverage ARTOTEL Group, Rizdian Siregar, mengatakan ide The Late Shift berangkat dari kebiasaan banyak orang yang sering kali ingin menikmati makanan tertentu tanpa terikat waktu makan.
Menurutnya, semangkuk ramen hangat, bubur yang menenangkan, atau secangkir kopi kerap menjadi pilihan untuk mengakhiri hari.
"Kami tidak menciptakan makanan untuk jam tertentu. Kami menciptakan makanan yang benar-benar diinginkan orang. Baik setelah bekerja, setelah makan malam, maupun di malam hari, makanan yang nyaman dinikmati tidak pernah membutuhkan alasan," katanya.
Mengusung konsep art, lifestyle, dan experiential hospitality, de Braga by ARTOTEL berharap The Late Shift bisa menjadi alternatif destinasi kuliner malam di Bandung. Tak hanya menawarkan hidangan yang mengenyangkan, program ini juga mengajak pengunjung menikmati sisi lain Braga yang tetap hidup ketika malam mulai turun.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Melalui lini ARTOTEL Dine, ARTOTEL Group menghadirkan program kuliner The Late Shift yang berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 September 2026 di sejumlah hotel yang berpartisipasi, termasuk de Braga by ARTOTEL di Bandung.
Terinspirasi dari budaya midnight diner, program ini mengajak kamu menikmati hidangan hangat selepas jam makan utama. Setiap hari mulai pukul 18.00 WIB, pengunjung dapat menikmati sajian yang dirancang sebagai teman bersantai setelah bekerja, berjalan-jalan, atau menikmati suasana malam di kawasan Braga.
Menu comfort food untuk malam hari
Di de Braga by ARTOTEL, program The Late Shift menghadirkan tiga menu andalan yang mengusung konsep comfort food. Pilihannya meliputi Steak & Egg Ramen atau Grilled Chicken Ramen, Congee dengan Homemade Chili Oil, serta GulTik, interpretasi modern dari gulai tikungan yang selama ini identik dengan kuliner malam Jakarta.
Seluruh menu disajikan di B10 City Terrace Bar, area bersantap yang berada di lobi hotel dengan pemandangan langsung ke Jalan Braga. Perpaduan hidangan hangat dan suasana khas kawasan heritage menjadikan pengalaman bersantap terasa lebih santai dan intim.
General Manager de Braga by ARTOTEL, Tri Wenda Agus Setyabudi, mengatakan program ini dihadirkan untuk melengkapi pengalaman menikmati malam di Braga.
"Melalui The Late Shift, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang dapat dinikmati kapan saja, khususnya bagi tamu hotel maupun masyarakat Kota Bandung yang ingin menikmati suasana malam Braga. Program ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan pengalaman bersantap yang relevan dengan gaya hidup urban," ujarnya.
Menjawab keinginan, bukan sekadar jam makan
Director of Food & Beverage ARTOTEL Group, Rizdian Siregar, mengatakan ide The Late Shift berangkat dari kebiasaan banyak orang yang sering kali ingin menikmati makanan tertentu tanpa terikat waktu makan.
Menurutnya, semangkuk ramen hangat, bubur yang menenangkan, atau secangkir kopi kerap menjadi pilihan untuk mengakhiri hari.
"Kami tidak menciptakan makanan untuk jam tertentu. Kami menciptakan makanan yang benar-benar diinginkan orang. Baik setelah bekerja, setelah makan malam, maupun di malam hari, makanan yang nyaman dinikmati tidak pernah membutuhkan alasan," katanya.
Mengusung konsep art, lifestyle, dan experiential hospitality, de Braga by ARTOTEL berharap The Late Shift bisa menjadi alternatif destinasi kuliner malam di Bandung. Tak hanya menawarkan hidangan yang mengenyangkan, program ini juga mengajak pengunjung menikmati sisi lain Braga yang tetap hidup ketika malam mulai turun.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)