KULINER

Menekraf Dukung Padang Menuju UNESCO Creative City of Gastronomy, Keren Banget!

Yatin Suleha
Kamis 13 Agustus 2026 / 21:53
Ringkasnya gini..
  • Keren banget! Pemerintah Kota Padang resmi ngajuin kotanya buat masuk daftar UNESCO Creative City of Gastronomy.
  • Langkah ini langsung dapet lampu hijau serta dukungan penuh dari Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya.
  • Supaya kuliner Padang makin bersinar di kancah internasional, kita butuh identitas yang kuat.
Jakarta: Keren banget! Pemerintah Kota Padang resmi ngajuin kotanya buat masuk daftar UNESCO Creative City of Gastronomy, dan langkah ini langsung dapet lampu hijau serta dukungan penuh dari Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya.

Dukungan spesial itu disampaikannya langsung lewat forum Talks on Taste yang jadi acara andalan di Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City, sekaligus jadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Padang yang ke-357 di Kawasan Kota Tua Padang pada Minggu lalu.

Menurut Menteri Ekraf, langkah Padang buat jadi kota gastronomi UNESCO ini strategis banget, lho! Soalnya, ini punya potensi besar buat bikin Padang tercatat sebagai kota gastronomi pertama dari Indonesia yang masuk ke dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
 
Makanya, Kementerian Ekraf gak main-main buat kasih dukungan penuh, mulai dari urusan promosi, persiapan berkas administratif, komunikasi intens ke kancah internasional, sampai ngegalang kolaborasi bareng berbagai pihak terkait.

“Saya mendukung penuh keseriusan Pak Wali Kota untuk mengusulkan Kota Padang menjadi kota gastronomi dalam UNESCO Creative Cities Network. Kalau ini berhasil, ini bukan hanya perjuangan Pak Wali Kota atau masyarakat Kota Padang, tetapi menjadi perjuangan pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif,” ujar Teuku Riefky.

Kata Teuku Riefky, supaya kuliner Padang makin bersinar di kancah internasional, kita butuh identitas yang kuat, nih—mulai dari bikin definisi yang jelas sampai standarisasi resep. 

Hal ini penting banget buat bikin storytelling yang kece demi memperkuat posisi Padang di UCCN. Gak cuma itu, pengembangannya juga kudu dirangkul bareng subsektor ekonomi kreatif lain kayak desain, musik, penerbitan, sampai seni pertunjukan, biar ekosistemnya makin solid dan saling dukung!

Nah, rangkaian Taste of Padang Experience 2026 sendiri seru banget karena diadain dari tanggal 6–10 Agustus 2026 dengan berbagai acara keren seperti Padang Gastronomy Market, Padang Bajamba, Padang Harmoni Festival, sampai Talks on Taste. 

Di forum Talks on Taste, pemerintah, para pakar kuliner, pelaku industri, akademisi, dan komunitas pada ngumpul buat ngebahas potensi kuliner Padang sebagai identitas budaya sekaligus mesin ekonomi kreatif. 


(Dukungan penuh Kementerian Ekraf wujudkan Padang sebagai kota gastronomi UNESCO. Foto: Dok. Birkom KemenEkraf)

Ada juga agenda seru Flash Sale 9.9 sebanyak 1000 porsi Nasi Goreng Rendang yang dijual dengan harga super miring, cuma Rp 357 per porsi!

Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, juga nyampein kalau Pemkot Padang udah siap banget buat naikin kualitas kulinernya sekaligus nyiapin semua hal pendukung demi tembus pengakuan dunia.

Menurut beliau, kehebatan Padang itu gak cuma dari makanannya yang enak, tapi juga berkat tradisi, sejarah, ragam budaya, keramahan warganya, dan kesiapan kotanya buat nyambut wisatawan biar dapet pengalaman yang berkesan.

“Kami siap diberikan tantangan dan challenge untuk merealisasikan The City of Padang to be the City of Gastronomy,” ujar Fadly.

Menteri Ekraf mengatakan Kementerian Ekraf mendorong kurasi local hero dan kekayaan intelektual kuliner daerah untuk dikembangkan ke pasar nasional dan global. 

Kurasi dilakukan bersama pakar kuliner, pelaku industri, dan pemerintah daerah guna mengidentifikasi potensi kreatif yang memiliki daya saing internasional.

“Saya berharap semakin banyak IP dan pelaku ekonomi kreatif dari Kota Padang yang bisa naik kelas ke tingkat nasional dan juga internasional. Kita akan terus mengkurasi bersama para pakar, pelaku industri, dan pemerintah daerah untuk menemukan local hero yang memiliki potensi dibawa ke tingkat global,” kata Teuku Riefky.

KemenEkraf bakal terus gaspol kolaborasi bareng Pemkot Padang dan semua pihak terkait buat ngebangun ekosistem kuliner yang makin kuat, naikin skill para pelaku ekonomi kreatif, sekaligus jor-joran promosiin kekayaan rasa khas daerah. 

Lewat ajang Taste of Padang Experience 2026, gerakannya gak cuma berhenti pas perayaan ulang tahun kota aja, tapi jadi langkah panjang yang berkelanjutan buat bikin daya saing Padang makin diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional!
 
Acara ini juga makin meriah karena dihadiri oleh sederet nama-nama terkenal di dunia kuliner, lho! Mulai dari Chef senior sekaligus pakar kuliner Indonesia William Wongso, Pimpinan Dewan Kuliner Indonesia Gupta Sitorus, tokoh kuliner Roby Bagindo, sampai Founder Ray Janson Radio sekaligus praktisi kreatif Ray Janson.

Gak ketinggalan, hadir juga Juara 3 MasterChef Indonesia Season 8 yang juga celebrity chef, Chef Adi; praktisi sekaligus pegiat kuliner Ida Bagus Agung Gunartha (Gus Agung); hingga Fajar Novario yang merupakan pemenang desain logo HUT ke-81 RI.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH