KULINER
Wamen Ekraf Ajak Jadikan The Local Market Agenda Bulanan, Biar Makin Hits!
Yatin Suleha
Selasa 04 Agustus 2026 / 08:05
- Ajang The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD.
- Wamen Ekraf berharap banget acara seru ini bisa jadi agenda rutin tiap awal bulan.
- Menurutnya, bikin pasar kreatif yang konsisten itu penting banget supaya para pelaku ekonomi kreatif punya panggung tetap buat pamerin karyanya.
Jakarta: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, kasih apresiasi tinggi buat lebih dari 200 pejuang ekonomi kreatif lokal yang lolos kurasi dan meramaikan ajang The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD.
Wamen Ekraf berharap banget acara seru ini bisa jadi agenda rutin tiap awal bulan, sebagai bentuk kolaborasi asyik antara Kemenekraf, The Local Market, dan SCBD buat ngebantu produk lokal makin gampang diakses pasar secara luas dan berkelanjutan.
Harapan itu disampaikannya pas lagi buka acara The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta, hari Sabtu (1/8) lalu.
Menurutnya, bikin pasar kreatif yang konsisten itu penting banget supaya para pelaku ekonomi kreatif punya panggung tetap buat pamerin karya sekaligus nembus pasar yang lebih luas.
“The Local Market yang perdana di SCBD ini akan menjadi rutin setiap bulan untuk minggu pertama dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam selama 2 hari," ujar Wamen Ekraf.
"Tentu ini sebuah bentuk bagi pejuang ekonomi kreatif Indonesia yang membutuhkan sebuah panggung untuk memperlihatkan apa yang sudah mereka kreasikan."
"Ini akan menjadi movement yang terus hadir setiap bulan, yang mana panggung The Local Market akan dimanfaatkan para pejuang ekonomi kreatif,” tambahnya lagi.

(The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta. Foto: Dok. Birkom KemenEkraf)
Wamen Ekraf menambahkan, The Local Market tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi antara kreator dan masyarakat.
Menurutnya, setiap produk kreatif memiliki cerita yang lahir dari kreativitas dan dedikasi pembuatnya sehingga kedekatan tersebut menjadi nilai tambah yang mampu memperkuat daya saing produk lokal.
“Produk Indonesia bukan saja bagus, tetapi sudah banyak yang mendunia. Mari, kita mulai dari diri sendiri untuk mendukung belanja dan pakai produk lokal,” ucap Wamen Ekraf.
The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD mengusung konsep pasar kreatif berbasis kolaborasi heksaheliks yang mempertemukan pemerintah, kurator produk kreatif, penyedia ruang publik, hingga pejuang ekonomi kreatif dalam satu ekosistem.
Diselenggarakan oleh PT Ku Ka Aku Suka (The Local Market ID), kegiatan ini menjadi wadah promosi produk lokal sekaligus ruang untuk merayakan kreativitas dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
.jpeg)
(Wamen Ekraf menambahkan, The Local Market tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi antara kreator dan masyarakat. Foto: Dok. Birkom KemenEkraf)
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPA), Veronica Tan mengatakan kolaborasi lintas sektor seperti Pasar Wiwitan menjadi ruang yang tidak hanya memperkuat pemasaran produk lokal, tetapi juga mendorong pemberdayaan perempuan dan menghadirkan ruang publik yang ramah keluarga.
"Produk-produk lokal sebenarnya memiliki kualitas yang sangat baik, tetapi sering kali belum memiliki wadah untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, mereka mendapatkan ruang untuk bertumbuh," tukas Veronica Tan.
"Bagi kami, kegiatan seperti ini juga menjadi bentuk pemberdayaan perempuan sekaligus menghadirkan ruang bagi keluarga untuk berkumpul, menikmati, dan menghargai produk-produk karya anak bangsa,” tambah Veronica Tan.
Berlokasi di ruang terbuka hijau SCBD Park yang membentang sepanjang 240 meter pada satu koridor jalan dan 127 meter di koridor lainnya, The Local Market: Pasar Wiwitan menghadirkan konsep street market berskala besar di kawasan pusat bisnis Jakarta.
Beragam produk kreatif, kuliner, artisan, hingga pertunjukan budaya dihadirkan untuk menjadikan pasar ini sebagai destinasi akhir pekan sekaligus rumah baru bagi pelaku UMKM kreatif Indonesia.
"Pasar Wiwitan berarti sebuah awal yang baru. Kami berharap ini menjadi rumah baru bagi The Local Market sekaligus program yang baik untuk UMKM Indonesia," ujar Founder of The Local Market, Titonius Karto.
"Mulai sekarang, kegiatan ini akan hadir pada akhir pekan pertama setiap bulan sebagai ruang yang konsisten bagi produk-produk kreatif Indonesia," pungkas Titonius.
(The Local Market.ID. Video: Dok. Instagram The Local Market.ID/@thelocalmarket.idn)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Wamen Ekraf berharap banget acara seru ini bisa jadi agenda rutin tiap awal bulan, sebagai bentuk kolaborasi asyik antara Kemenekraf, The Local Market, dan SCBD buat ngebantu produk lokal makin gampang diakses pasar secara luas dan berkelanjutan.
Harapan itu disampaikannya pas lagi buka acara The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta, hari Sabtu (1/8) lalu.
Menurutnya, bikin pasar kreatif yang konsisten itu penting banget supaya para pelaku ekonomi kreatif punya panggung tetap buat pamerin karya sekaligus nembus pasar yang lebih luas.
“The Local Market yang perdana di SCBD ini akan menjadi rutin setiap bulan untuk minggu pertama dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam selama 2 hari," ujar Wamen Ekraf.
"Tentu ini sebuah bentuk bagi pejuang ekonomi kreatif Indonesia yang membutuhkan sebuah panggung untuk memperlihatkan apa yang sudah mereka kreasikan."
"Ini akan menjadi movement yang terus hadir setiap bulan, yang mana panggung The Local Market akan dimanfaatkan para pejuang ekonomi kreatif,” tambahnya lagi.

(The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta. Foto: Dok. Birkom KemenEkraf)
Wamen Ekraf menambahkan, The Local Market tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi antara kreator dan masyarakat.
Menurutnya, setiap produk kreatif memiliki cerita yang lahir dari kreativitas dan dedikasi pembuatnya sehingga kedekatan tersebut menjadi nilai tambah yang mampu memperkuat daya saing produk lokal.
“Produk Indonesia bukan saja bagus, tetapi sudah banyak yang mendunia. Mari, kita mulai dari diri sendiri untuk mendukung belanja dan pakai produk lokal,” ucap Wamen Ekraf.
The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD mengusung konsep pasar kreatif berbasis kolaborasi heksaheliks yang mempertemukan pemerintah, kurator produk kreatif, penyedia ruang publik, hingga pejuang ekonomi kreatif dalam satu ekosistem.
Diselenggarakan oleh PT Ku Ka Aku Suka (The Local Market ID), kegiatan ini menjadi wadah promosi produk lokal sekaligus ruang untuk merayakan kreativitas dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
.jpeg)
(Wamen Ekraf menambahkan, The Local Market tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi antara kreator dan masyarakat. Foto: Dok. Birkom KemenEkraf)
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (WamenPPA), Veronica Tan mengatakan kolaborasi lintas sektor seperti Pasar Wiwitan menjadi ruang yang tidak hanya memperkuat pemasaran produk lokal, tetapi juga mendorong pemberdayaan perempuan dan menghadirkan ruang publik yang ramah keluarga.
"Produk-produk lokal sebenarnya memiliki kualitas yang sangat baik, tetapi sering kali belum memiliki wadah untuk memperkenalkan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, mereka mendapatkan ruang untuk bertumbuh," tukas Veronica Tan.
"Bagi kami, kegiatan seperti ini juga menjadi bentuk pemberdayaan perempuan sekaligus menghadirkan ruang bagi keluarga untuk berkumpul, menikmati, dan menghargai produk-produk karya anak bangsa,” tambah Veronica Tan.
Berlokasi di ruang terbuka hijau SCBD Park yang membentang sepanjang 240 meter pada satu koridor jalan dan 127 meter di koridor lainnya, The Local Market: Pasar Wiwitan menghadirkan konsep street market berskala besar di kawasan pusat bisnis Jakarta.
Beragam produk kreatif, kuliner, artisan, hingga pertunjukan budaya dihadirkan untuk menjadikan pasar ini sebagai destinasi akhir pekan sekaligus rumah baru bagi pelaku UMKM kreatif Indonesia.
"Pasar Wiwitan berarti sebuah awal yang baru. Kami berharap ini menjadi rumah baru bagi The Local Market sekaligus program yang baik untuk UMKM Indonesia," ujar Founder of The Local Market, Titonius Karto.
"Mulai sekarang, kegiatan ini akan hadir pada akhir pekan pertama setiap bulan sebagai ruang yang konsisten bagi produk-produk kreatif Indonesia," pungkas Titonius.
(The Local Market.ID. Video: Dok. Instagram The Local Market.ID/@thelocalmarket.idn)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)