Gindaco Yokocho dan M Stand Bakal Hadir di Indonesia?
- F&B ID mengembangkan Gindaco Yokocho dengan inspirasi Japanese street food alley.
- M Stand, coffee brand asal Shanghai, disiapkan hadir di Indonesia.
- Keduanya menjadi bagian dari strategi F&B ID menghadirkan lebih banyak global flavours di Indonesia.
Jakarta: Dunia kuliner Indonesia bakal makin ramai dengan pilihan rasa dan pengalaman dari berbagai negara. PT Foods Beverages Indonesia (F&B ID), bagian dari Kawan Lama Group, terus memperluas portofolio food and beverage dengan menyiapkan Gindaco Yokocho dan M Stand untuk pasar Indonesia.
Setelah lebih dari 15 tahun berkembang, F&B ID kini memiliki lebih dari 400 gerai di Indonesia. Portofolionya mencakup kategori minuman, makanan ringan, hingga restoran, dengan sejumlah brand seperti Chatime, Chatime Atealier, Cupbop, Gindaco, Go! Go! CURRY! - Genki no Minamoto, 88 SEOUL, dan Molly Tea.

(Perjalanan F&B Indonesia dalam mengembangkan portofolio brand kuliner di Indonesia. Foto: Dok. Desi/Medcom)
Gindaco Yokocho bawa pengalaman street food Jepang
Gindaco Yokocho menjadi salah satu langkah terbaru F&B ID dalam mengembangkan brand yang sudah ada. Konsep ini mengambil inspirasi dari Japanese street food alley, sehingga konsumen nggak cuma menikmati produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan atmosfer yang khas.
Lewat konsep tersebut, Gindaco dikembangkan dengan pendekatan yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas brand. Jadi, pengalaman menikmati kuliner Jepang nantinya nggak hanya berpusat pada produk, tetapi juga bagaimana suasana dan karakter brand ikut terasa.
M Stand bawa brand kopi dari Shanghai
Selain mengembangkan Gindaco, F&B ID juga memperluas portofolionya ke kategori kopi melalui M Stand. Coffee brand asal Shanghai ini menjadi salah satu global brand yang dibawa untuk melihat peluang baru di pasar Indonesia.
Kehadiran M Stand menunjukkan pendekatan F&B ID yang nggak hanya berfokus pada brand yang sudah dimiliki. Perusahaan juga mengeksplorasi konsep baru dari luar negeri yang dinilai punya relevansi dan potensi untuk berkembang di Indonesia.
Global brand tetap dibuat relevan
Buat F&B ID, membawa brand global ke Indonesia bukan cuma soal memperkenalkan nama baru. Perusahaan juga melihat bagaimana karakter dan pengalaman sebuah brand bisa diterjemahkan agar tetap relevan dengan konsumen lokal.
Pendekatan tersebut diterapkan lewat produk, komunikasi, inovasi, kolaborasi, hingga pengalaman di gerai. Dengan begitu, identitas masing-masing brand tetap dipertahankan sambil menyesuaikan pengalaman yang diberikan kepada konsumen Indonesia.
Buka peluang lebih banyak global flavours
Strategi tersebut menjadi bagian dari peran F&B ID sebagai Curator & Creator of Global Flavours. Perusahaan ingin terus mengembangkan portofolionya sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak cita rasa global untuk hadir di Indonesia.
Di sisi lain, F&B ID juga melihat peluang agar konsep yang dikembangkan di Indonesia nantinya bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan begitu, ekspansi nggak cuma berjalan satu arah dari global brand ke Indonesia, tetapi juga membuka kemungkinan konsep dari Indonesia dikenal di pasar lainnya.
Desi Indasari
(FIR)