KULINER

3 Cara Jajan Takjil tanpa Bikin Saldo Menangis

Yatin Suleha
Kamis 19 Februari 2026 / 14:57
Ringkasnya gini..
  • Prinsip pengendalian diri ini juga berlaku dalam mengelola keuangan selama bulan Ramadan.
  • Berburu takjil hingga persiapan menyambut Lebaran membuat pengeluaran meningkat tanpa disadari.
  • Agar pengeluaran tetap terkendali tanpa mengurangi makna Ramadan, berikut beberapa tipsnya.
Jakarta: Bulan Ramadan adalah momen spesial yang identik dengan ibadah, kebersamaan, dan tradisi tahunan yang hangat. Selama bulan puasa, suasana kebersamaan semakin terasa melalui ajakan untuk buka puasa bersama, sahur on the road, sampai berburu takjil yang menjadi kebiasaan tahunan.

Dalam Islam, puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga. Puasa menjadi sarana untuk melatih pengendalian diri baik dalam bersikap, bertindak, maupun cara hidup sehari-hari. Prinsip pengendalian diri ini juga berlaku dalam mengelola keuangan selama bulan Ramadan.
 
Di tengah hangatnya kebersamaan, sering kali ajakan untuk buka puasa bersama, berburu takjil, hingga persiapan menyambut Lebaran membuat pengeluaran meningkat tanpa disadari. 
 
Mungkin pengeluaran di awal akan terasa kecil, tetapi jika dilakukan berulang kali akan menjadi besar. Ramadan memang menjadi momentum untuk lebih bijak dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan, terutama di tengah berbagai godaan konsumtif yang muncul selama bulan puasa.
 
Agar pengeluaran tetap terkendali tanpa mengurangi makna Ramadan, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan dilansir dari rilis PFI Mega Life:
 

1. Menentukan batas pengeluaran untuk buka bersama



(Agar jajan takjil untuk buka puasa tidak boros kamu bisa atur skema jajan dengan beli satu makan berat dan satu makanan kue manis atau asin atau es buah. Foto: Dok. Ilustrasi/Pexels.com)

Ramadan sering kali menjadi ajang reuni kecil dari teman sekolah sampai rekan kerja. Tentu rasanya ingin hadir di semua undangan, tetapi tidak ada salahnya memilih dengan bijak.
Menentukan batas anggaran sejak awal membantu kita tetap menjaga silaturahmi tanpa mengganggu kondisi keuangan.
 

2. Mengalokasikan dana zakat, infak, dan sedekah secara terencana


Bulan Ramadan adalah bulan yang identik dengan berbagi. Alokasi dana untuk zakat, infak, dan sedekah sebaiknya direncanakan sejak awal supaya tidak mengganggu kebutuhan lain.

Dengan menyiapkan dana zakat, infak, dan sedekah sejak awal, niat berbagi dapat tetap terjaga sekaligus membantu keuangan tetap seimbang.

 

3. Persiapkan kebutuhan lebaran secara bertahap


Kebutuhan Lebaran sering kali menjadi sumber pengeluaran besar, mulai dari baju baru, kue Lebaran, hampers, hingga THR. Menyiapkan keperluan lebaran sedikit demi sedikit sejak awal Ramadan akan membuatnya menjadi lebih ringan.

Mengelola keuangan selama bulan puasa bukan hanya tentang satu bulan saja. Ramadan dapat menjadi momentum untuk membuat kebiasaan baik dalam mengelola keuangan dan membangun kesadaran finansial jangka panjang. 

 

Saat kita terbiasa untuk mengatur pengeluaran, mengendalikan diri dari keputusan impulsif, dan merencanakan kebutuhan ke depan, kita sedang melatih diri untuk hidup lebih terencana dan siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan.
 
Namun dalam kehidupan, tidak semua hal dapat direncanakan dengan sempurna. Di luar pengeluaran rutin dan kebutuhan musiman, selalu ada risiko yang dapat hadir tanpa diduga. Karena itu, perencanaan keuangan ideal tidak hanya berbicara tentang mengatur pengeluaran, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH