KULINER
Best Eats by FoodieS Kembali, Apresiasi Pelaku Kuliner yang Terus Berinovasi
A. Firdaus
Jumat 29 Mei 2026 / 08:07
- Sorotan utama acara ini adalah pengumuman daftar Top 100 Restaurants Indonesia.
- Kondisi ekonomi sangat berpengaruh ke bisnis restoran.
- Para pelaku baru untuk tidak sekadar mengikuti tren restoran yang sedang populer.
Jakarta: Setelah sempat vakum, Best Eats by FoodieS akhirnya kembali digelar lewat malam penghargaan, yang mempertemukan para pelaku terbesar industri kuliner dan hospitality Indonesia.
Bukan sekadar ajang pemberian penghargaan, acara ini juga menjadi ruang perayaan bagi perkembangan dunia dining Tanah Air, yang terus tumbuh dengan kreativitas, inovasi, dan kualitas layanan yang semakin kuat.
Malam penghargaan tersebut dihadiri pemilik restoran, chef ternama, pelaku hospitality, media kuliner, hingga para tastemaker industri food and beverage. Seluruh tamu berkumpul dalam satu malam untuk merayakan restoran-restoran terbaik, yang dinilai berhasil menghadirkan pengalaman bersantap berkesan bagi para pelanggan.
Sorotan utama acara ini adalah pengumuman daftar Top 100 Restaurants Indonesia, yang dipilih melalui proses penilaian transparan bersama para ahli kuliner dan hospitality.
Daftar tersebut dibagi ke dalam tiga kategori utama, yakni Fine Dining, Upmarket Venues, dan Casual Dining, yang menunjukkan luasnya perkembangan lanskap kuliner Indonesia, mulai dari restoran premium hingga tempat makan kasual favorit masyarakat.
Penghargaan diberikan kepada restoran-restoran yang dinilai unggul dalam kualitas hidangan, konsistensi layanan, kreativitas konsep, inovasi, hingga pengalaman dining secara keseluruhan.
Sejumlah pemenang turut membagikan cerita di balik perjuangan membangun restoran, hingga akhirnya masuk dalam daftar terbaik tahun ini. Para pemenang mengaku tidak menyangka restorannya bisa mendapat apresiasi besar, dalam waktu singkat setelah baru beroperasi selama delapan bulan.
“Tentu saja kami sangat senang karena ini bukan perjalanan yang mudah. Kami melewati banyak perjuangan sebelum akhirnya sampai di titik ini. Penghargaan ini sangat menginspirasi dan membuat kami ingin terus berkembang,” ujar Letashia Narendran, Manajer Restoran di Kindling Jakarta yang menjadi pemenang Restaurant Of The Year dalam acara Best Eats by FoodieS 2026 Awards Night di Park Hyatt Jakarta, Selasa (26/05/26).
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus menjaga kualitas restoran ke depannya.
“Kami masih sangat baru dan masih terus belajar. Setiap tamu yang datang selalu kami usahakan mendapat makanan dan pelayanan terbaik,” kata Chef Tan Kwang Aik, Executive Chinese Chef di Li Lian 丽莲 yang menjadi pemenang kategori Best New Opening dalam kesempatan yang sama.
Para pemenang mengakui bisnis restoran di Jakarta memiliki tantangan berbeda dibanding Bali. Jika Bali banyak bergantung pada wisatawan asing, restoran di Jakarta dinilai lebih personal, karena berhadapan langsung dengan pelanggan tetap setiap hari.
“Kondisi ekonomi sangat berpengaruh ke bisnis restoran. Harga bahan baku naik, daya beli juga turun, jadi tantangannya memang besar,” jelas Ryan Tedja, Executive Chef sekaligus owner Costa dan pemenang kategori Chef Of The Year dalam kesempatan yang sama.
Chef Ryan juga mengungkapkan restorannya masih mengandalkan kombinasi bahan lokal dan impor, untuk menjaga kualitas menu internasional yang disajikan.
Kondisi industri hospitality saat ini memang tidak sepenuhnya mudah. Namun, kehadiran tamu mancanegara dari Singapura, Malaysia, dan Thailand cukup membantu operasional restoran tetap berjalan.
“Secara umum memang tidak baik-baik saja karena kondisi ekonomi dan geopolitik. Tapi kami bersyukur masih ada banyak tamu dari luar negeri, yang membantu bisnis tetap berjalan,” kata Budi Cahyadi, co-founder sekaligus managing partner dari restoran fine dining August Jakarta dan pemenang kategori Best Hospitality dalam kesempatan yang sama.
“F&B bukan industri yang mudah. Banyak tekanan mental, operasional, sampai tantangan menjaga kualitas setiap hari. Oleh karena itu passion sangat penting,” ujar Budi.
Ia menyarankan para pelaku baru untuk tidak sekadar mengikuti tren restoran yang sedang populer. Meski penuh tantangan, para pelaku industri sepakat dunia kuliner tetap menjadi bidang, yang menyenangkan karena mampu menghadirkan pengalaman berkesan bagi banyak orang.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Bukan sekadar ajang pemberian penghargaan, acara ini juga menjadi ruang perayaan bagi perkembangan dunia dining Tanah Air, yang terus tumbuh dengan kreativitas, inovasi, dan kualitas layanan yang semakin kuat.
Malam penghargaan tersebut dihadiri pemilik restoran, chef ternama, pelaku hospitality, media kuliner, hingga para tastemaker industri food and beverage. Seluruh tamu berkumpul dalam satu malam untuk merayakan restoran-restoran terbaik, yang dinilai berhasil menghadirkan pengalaman bersantap berkesan bagi para pelanggan.
Sorotan utama acara ini adalah pengumuman daftar Top 100 Restaurants Indonesia, yang dipilih melalui proses penilaian transparan bersama para ahli kuliner dan hospitality.
Daftar tersebut dibagi ke dalam tiga kategori utama, yakni Fine Dining, Upmarket Venues, dan Casual Dining, yang menunjukkan luasnya perkembangan lanskap kuliner Indonesia, mulai dari restoran premium hingga tempat makan kasual favorit masyarakat.
Penghargaan diberikan kepada restoran-restoran yang dinilai unggul dalam kualitas hidangan, konsistensi layanan, kreativitas konsep, inovasi, hingga pengalaman dining secara keseluruhan.
Perjalanan panjang di balik penghargaan
Sejumlah pemenang turut membagikan cerita di balik perjuangan membangun restoran, hingga akhirnya masuk dalam daftar terbaik tahun ini. Para pemenang mengaku tidak menyangka restorannya bisa mendapat apresiasi besar, dalam waktu singkat setelah baru beroperasi selama delapan bulan.
“Tentu saja kami sangat senang karena ini bukan perjalanan yang mudah. Kami melewati banyak perjuangan sebelum akhirnya sampai di titik ini. Penghargaan ini sangat menginspirasi dan membuat kami ingin terus berkembang,” ujar Letashia Narendran, Manajer Restoran di Kindling Jakarta yang menjadi pemenang Restaurant Of The Year dalam acara Best Eats by FoodieS 2026 Awards Night di Park Hyatt Jakarta, Selasa (26/05/26).
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus menjaga kualitas restoran ke depannya.
“Kami masih sangat baru dan masih terus belajar. Setiap tamu yang datang selalu kami usahakan mendapat makanan dan pelayanan terbaik,” kata Chef Tan Kwang Aik, Executive Chinese Chef di Li Lian 丽莲 yang menjadi pemenang kategori Best New Opening dalam kesempatan yang sama.
Industri F&B dinilai semakin menantang
Para pemenang mengakui bisnis restoran di Jakarta memiliki tantangan berbeda dibanding Bali. Jika Bali banyak bergantung pada wisatawan asing, restoran di Jakarta dinilai lebih personal, karena berhadapan langsung dengan pelanggan tetap setiap hari.
“Kondisi ekonomi sangat berpengaruh ke bisnis restoran. Harga bahan baku naik, daya beli juga turun, jadi tantangannya memang besar,” jelas Ryan Tedja, Executive Chef sekaligus owner Costa dan pemenang kategori Chef Of The Year dalam kesempatan yang sama.
Chef Ryan juga mengungkapkan restorannya masih mengandalkan kombinasi bahan lokal dan impor, untuk menjaga kualitas menu internasional yang disajikan.
Kondisi industri hospitality saat ini memang tidak sepenuhnya mudah. Namun, kehadiran tamu mancanegara dari Singapura, Malaysia, dan Thailand cukup membantu operasional restoran tetap berjalan.
“Secara umum memang tidak baik-baik saja karena kondisi ekonomi dan geopolitik. Tapi kami bersyukur masih ada banyak tamu dari luar negeri, yang membantu bisnis tetap berjalan,” kata Budi Cahyadi, co-founder sekaligus managing partner dari restoran fine dining August Jakarta dan pemenang kategori Best Hospitality dalam kesempatan yang sama.
“F&B bukan industri yang mudah. Banyak tekanan mental, operasional, sampai tantangan menjaga kualitas setiap hari. Oleh karena itu passion sangat penting,” ujar Budi.
Ia menyarankan para pelaku baru untuk tidak sekadar mengikuti tren restoran yang sedang populer. Meski penuh tantangan, para pelaku industri sepakat dunia kuliner tetap menjadi bidang, yang menyenangkan karena mampu menghadirkan pengalaman berkesan bagi banyak orang.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)