Jakarta: Beberapa mungkin tak menyukai atau bahwa belum pernah mencoba makanan yang satu ini. Tapi, beberapa event membuat harganya bahkan melampaui harga daging lho! Yak, itulah jengkol.
Dalam Wikipedia disebutkan jengkol merupakan tumbuhan asli daerah tropis di kawasan Asia Tenggara. Selain di Indonesia, jengkol tumbuh di Malaysia dengan nama (jering/jiring), di Thailand (cha niang), sedangkan Myanmar (danyin), dan Nepal (dhinyindi).
Dalam Historia disebutkan bahwa kegemaran masyarakat akan jengkol sudah sejak lama. Letnan Gubernur Hindia Belanda, Thomas Stamford Raffles dalam The History of Java (1817) menyebut jengkol sebagai bahan makanan di Jawa, selain petai dan komlandingan (lamtoro).
Nah, semur jengkol walau identik dengan makanan khas Betawi, tapi nyatanya ada pula varian semur jengkol Sunda yang rasanya tak kalah sedap.
Perbedaannya terletak pada penggunaan racikan rempah dan penambahan santan dalam racikan semur, sehingga menghasilkan kuah yang lebih kental dan gurih. Yuk, ENDEUSiast cicipi kelezatannya bersama resep dari Endeus TV berikut ini.
3 sdm minyak goreng
2 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
400 gr jengkol, bersihkan, rebus hingga empuk
250 ml air
250 ml santan kental
2 sdm kecap manis
1 sdt garam
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 buah cabai merah besar
5 butir kemiri
3 butir cengkeh
1 sdt ketumbar
½ sdt merica butiran
¼ sdt jinten
¼ butir pala
1. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus, daun salam, dan serai hingga harum
2. Masukkan jengkol dan air, aduk hingga rata. Masak di atas api besar hingga mendidih
3. Tambahkan santan kental, kecap manis, dan garam, masak sambil sesekali diaduk hingga bumbu meresap dan mengental. Angkat, sajikan segera
Tips: Rendam jengkol yang sudah dikupas dalam air larutan kopi selama semalaman untuk meminimalisir aromanya yang menyengat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Dalam Wikipedia disebutkan jengkol merupakan tumbuhan asli daerah tropis di kawasan Asia Tenggara. Selain di Indonesia, jengkol tumbuh di Malaysia dengan nama (jering/jiring), di Thailand (cha niang), sedangkan Myanmar (danyin), dan Nepal (dhinyindi).
Dalam Historia disebutkan bahwa kegemaran masyarakat akan jengkol sudah sejak lama. Letnan Gubernur Hindia Belanda, Thomas Stamford Raffles dalam The History of Java (1817) menyebut jengkol sebagai bahan makanan di Jawa, selain petai dan komlandingan (lamtoro).
Nah, semur jengkol walau identik dengan makanan khas Betawi, tapi nyatanya ada pula varian semur jengkol Sunda yang rasanya tak kalah sedap.
Perbedaannya terletak pada penggunaan racikan rempah dan penambahan santan dalam racikan semur, sehingga menghasilkan kuah yang lebih kental dan gurih. Yuk, ENDEUSiast cicipi kelezatannya bersama resep dari Endeus TV berikut ini.
Bahan semur jengkol:
3 sdm minyak goreng
2 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
400 gr jengkol, bersihkan, rebus hingga empuk
250 ml air
250 ml santan kental
2 sdm kecap manis
1 sdt garam
Bumbu, haluskan:
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
3 buah cabai merah besar
5 butir kemiri
3 butir cengkeh
1 sdt ketumbar
½ sdt merica butiran
¼ sdt jinten
¼ butir pala
Cara membuat semur jengkol:
1. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bumbu halus, daun salam, dan serai hingga harum
2. Masukkan jengkol dan air, aduk hingga rata. Masak di atas api besar hingga mendidih
3. Tambahkan santan kental, kecap manis, dan garam, masak sambil sesekali diaduk hingga bumbu meresap dan mengental. Angkat, sajikan segera
Tips: Rendam jengkol yang sudah dikupas dalam air larutan kopi selama semalaman untuk meminimalisir aromanya yang menyengat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)