KULINER

BPOM Sebut Standar Keamanan Makanan Menentukan Kualitas Produk Kuliner

Elang Riki Yanuar
Rabu 01 Juli 2026 / 15:00
Ringkasnya gini..
  • BPOM menegaskan penerapan standar keamanan pangan menjadi kunci melindungi konsumen dan meningkatkan daya saing industri nasional.
  • Program Manajemen Risiko BPOM dinilai berhasil memperkuat pengawasan internal industri pangan selama satu dekade.
  • BPOM, GAPMMI, dan pelaku industri mendorong kolaborasi untuk memperkuat keamanan pangan serta daya saing produk Indonesia.
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keamanan pangan yang ketat di seluruh rantai produksi. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci untuk melindungi konsumen sekaligus meningkatkan daya saing industri pangan nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pesan tersebut disampaikan dalam Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial 2026 bertajuk Kiprah Satu Dasawarsa Program Manajemen Risiko: Akselerasi Pertumbuhan Sarana Produksi Pangan Steril Komersial Berdaya Saing yang digelar di Jakarta. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia atau World Food Safety Day 2026.

Dalam forum tersebut, BPOM menyoroti perjalanan Program Manajemen Risiko (PMR) yang telah dijalankan sejak 2015. Program ini dirancang untuk memperkuat pengawasan internal di industri pangan sehingga setiap pelaku usaha memiliki tanggung jawab langsung dalam menjaga keamanan produk yang dipasarkan kepada masyarakat.

Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menilai penerapan PMR selama satu dekade telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sistem produksi pangan di Indonesia.

"Selama satu dasawarsa, Program Manajemen Risiko (PMR) telah membuktikan bahwa pengawasan internal yang mandiri (self-control) oleh industri mampu menekan risiko keamanan pangan secara signifikan, mulai dari tahap proses pengolahan yang baik (good manufacturing process) hingga pengemasan," ujar Taruna Ikrar.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen berbagai pelaku industri yang konsisten menerapkan standar keamanan pangan secara menyeluruh.

"Keberhasilan program ini tidak lepas dari komitmen para pelaku industri besar yang menjadi motor penggerak dalam menerapkan standar ketat demi memastikan perlindungan konsumen. Kami optimistis, penerapan PMR yang konsisten ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif yang mendongkrak kualitas serta daya saing industri pangan nasional di kancah global," lanjutnya.

Sebagai bagian dari forum, BPOM bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) juga menggelar Pameran Edukasi Ekosistem Pangan Steril Komersial. Pameran ini menghadirkan berbagai perusahaan yang membagikan pengalaman dalam menerapkan sistem keamanan pangan di fasilitas produksinya.

Salah satu perusahaan yang berpartisipasi adalah PT Heinz ABC Indonesia. Perusahaan tersebut memanfaatkan kesempatan itu untuk berbagi praktik penerapan Program Manajemen Risiko, termasuk sistem sterilisasi pada produk pangan yang diproduksi agar tetap aman, berkualitas, dan konsisten hingga sampai ke tangan konsumen.

General Counsel and Head of Corporate Affairs PT Heinz ABC Indonesia, Mira Buanawati, mengatakan partisipasi perusahaan merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya keamanan pangan.

"Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, mengenai pentingnya pangan steril komersial yang aman dan berkualitas," kata Mira.

Menurut Mira, keamanan pangan bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, melainkan juga bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada konsumen sekaligus mendukung kemajuan industri pangan Indonesia.

"Kami senantiasa memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku sekaligus memandang keamanan pangan sebagai tanggung jawab bersama untuk melindungi konsumen. Kami meyakini bahwa kolaborasi antara regulator, industri, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pangan yang lebih aman dan berdaya saing," ujarnya.

BPOM berharap semakin banyak pelaku industri pangan, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah, yang menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten. Dengan pengawasan internal yang kuat dan kolaborasi antara regulator, industri, serta masyarakat, keamanan pangan di Indonesia diharapkan terus meningkat sekaligus memperkuat daya saing produk nasional di pasar global.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

MOST SEARCH