FITNESS & HEALTH

Vape Berbahaya untuk Paru-paru? Begini Faktanya

Medcom
Sabtu 24 Desember 2022 / 17:25
Jakarta: Sekarang, tampaknya cukup jelas bahwa menggunakan rokok elektrik, atau vaping, berdampak buruk bagi paru-paru. Tetapi penelitian tentang bagaimana vaping memengaruhi paru-paru masih dalam tahap awal.

Baik merokok maupun vaping melibatkan pemanasan suatu zat dan menghirup asap yang dihasilkan. Meskipun tidak ada jawaban pasti saat ini, para ahli memiliki teori tentang bagaimana vaping merusak paru-paru.
 

Bahan kimia apa yang dihirup saat vaping?


Dengan vaping, perangkat (biasanya pena vape atau mod — pena vape yang disempurnakan — yang terlihat seperti flash drive) memanaskan cairan (disebut jus vape atau e-liquid) hingga berubah menjadi uap yang bisa hirup.

Alih-alih memandikan jaringan paru-paru dengan kabut terapeutik, seperti halnya nebulizer, vaping melapisi paru-paru dengan bahan kimia yang berpotensi berbahaya.

Ramuan e-liquid biasanya mencakup beberapa campuran perasa, aditif aromatik dan nikotin atau THC (zat kimia dalam ganja yang menyebabkan efek psikologis), dilarutkan dalam cairan dasar berminyak.

Substansi yang menjadi pusat penyelidikan adalah vitamin E. Ini sering digunakan sebagai agen pengental dan pengiriman dalam e-liquid.

Dan, meskipun aman jika dikonsumsi secara oral sebagai suplemen atau digunakan pada kulit, kemungkinan dapat menyebabkan iritasi saat terhirup. Itu ditemukan di paru-paru orang dengan kerusakan parah terkait vaping.

Zat umum lainnya yang ditemukan dalam e-liquid atau diproduksi saat dipanaskan juga dapat menimbulkan risiko bagi paru-paru. Ini termasuk: Diacetyl, Formaldehyde, Acrolein.

Berikut ini dampak vaping pada paru paru:

1. Paru-paru popcorn.

2. Pneumonia Lipoid.

3. Primary Spontaneous Pneumothorax (paru-paru runtuh).

4. Kanker paru-paru.

Nandhita Nur Fadjriah
(FIR)

MOST SEARCH