FITNESS & HEALTH
Jangan Cuma Fokus Pulihkan Luka! Ini Cara Menjaga Mental Setelah Operasi
A. Firdaus
Sabtu 18 Juli 2026 / 07:13
- Tidak sedikit pasien yang merasa cemas, sedih, atau kehilangan semangat setelah menjalani prosedur bedah.
- Menghadapi operasi memang tidak mudah.
- Bagi yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental, dukungan dari dokter, keluarga, teman, maupun tenaga profesional sangat penting.
Jakarta: Operasi bukan hanya menguji kondisi fisik, tetapi juga ketahanan mental. Selama masa pemulihan, tubuh membutuhkan waktu untuk sembuh, sementara pikiran juga harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Tidak sedikit pasien yang merasa cemas, sedih, atau kehilangan semangat setelah menjalani prosedur bedah. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental sejak sebelum operasi, hingga masa pemulihan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Dengan persiapan yang matang, dukungan dari orang-orang terdekat, serta pola pikir yang lebih positif, risiko terjadinya depresi pascaoperasi dapat ditekan, sehingga proses pemulihan berlangsung lebih optimal.
Menghadapi operasi memang tidak mudah, baik dari sisi fisik maupun emosional. Namun, membangun ketahanan diri dapat membantu melewati masa pemulihan dengan lebih baik.
Dilansir dari Psychology Today, menurut Deborah Serani, Psy.D., psikolog dan psikoanalis, berikut langkah-langkah yang dapat mendukung penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan membantu menghadapi berbagai tantangan setelah operasi.
Mencari informasi mengenai prosedur bedah yang akan dijalani, dapat membantu mengurangi rasa cemas dan membangun kesiapan mental.
Pada kondisi operasi darurat, peran keluarga atau orang terdekat menjadi sangat penting, untuk membantu mengambil keputusan serta memberikan dukungan selama proses pemulihan.
Persiapkan diri untuk menghadapi perubahan fisik maupun emosional setelah operasi. Pastikan kebutuhan selama masa pemulihan telah direncanakan, seperti adanya pendamping di rumah, pemanfaatan asuransi kesehatan, hingga bantuan dari keluarga atau komunitas apabila diperlukan.
Perasaan khawatir dan pikiran negatif sering muncul setelah operasi. Cobalah mengenali pikiran tersebut dan menggantinya dengan sudut pandang, yang lebih realistis dan penuh harapan. Menjaga pola pikir yang positif dapat memberikan manfaat, bagi kesehatan mental maupun proses penyembuhan.
Bagi yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental, dukungan dari dokter, keluarga, teman, maupun tenaga profesional sangat penting.
Informasikan kondisi kesehatan mental kepada dokter bedah, ikuti terapi bila diperlukan, dan libatkan orang-orang terdekat, agar dapat memberikan dukungan selama masa pemulihan.
Apabila setelah operasi muncul perasaan sedih, putus asa, mudah marah, kebingungan, atau perubahan pola tidur dan pola makan, yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih, sebaiknya segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.
Penanganan yang tepat, dapat membantu mengatasi depresi pascaoperasi dan mendukung proses pemulihan, agar kembali berjalan sesuai harapan.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Tidak sedikit pasien yang merasa cemas, sedih, atau kehilangan semangat setelah menjalani prosedur bedah. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental sejak sebelum operasi, hingga masa pemulihan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Dengan persiapan yang matang, dukungan dari orang-orang terdekat, serta pola pikir yang lebih positif, risiko terjadinya depresi pascaoperasi dapat ditekan, sehingga proses pemulihan berlangsung lebih optimal.
Menghadapi operasi memang tidak mudah, baik dari sisi fisik maupun emosional. Namun, membangun ketahanan diri dapat membantu melewati masa pemulihan dengan lebih baik.
Dilansir dari Psychology Today, menurut Deborah Serani, Psy.D., psikolog dan psikoanalis, berikut langkah-langkah yang dapat mendukung penyembuhan luka, mengurangi nyeri, dan membantu menghadapi berbagai tantangan setelah operasi.
1. Persiapan
Mencari informasi mengenai prosedur bedah yang akan dijalani, dapat membantu mengurangi rasa cemas dan membangun kesiapan mental.
Pada kondisi operasi darurat, peran keluarga atau orang terdekat menjadi sangat penting, untuk membantu mengambil keputusan serta memberikan dukungan selama proses pemulihan.
2. Buat rencana pemulihan
Persiapkan diri untuk menghadapi perubahan fisik maupun emosional setelah operasi. Pastikan kebutuhan selama masa pemulihan telah direncanakan, seperti adanya pendamping di rumah, pemanfaatan asuransi kesehatan, hingga bantuan dari keluarga atau komunitas apabila diperlukan.
3. Kelola pola pikir
Perasaan khawatir dan pikiran negatif sering muncul setelah operasi. Cobalah mengenali pikiran tersebut dan menggantinya dengan sudut pandang, yang lebih realistis dan penuh harapan. Menjaga pola pikir yang positif dapat memberikan manfaat, bagi kesehatan mental maupun proses penyembuhan.
4. Bangun tim pendukung
Bagi yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental, dukungan dari dokter, keluarga, teman, maupun tenaga profesional sangat penting.
Informasikan kondisi kesehatan mental kepada dokter bedah, ikuti terapi bila diperlukan, dan libatkan orang-orang terdekat, agar dapat memberikan dukungan selama masa pemulihan.
5. Jangan ragu mencari bantuan
Apabila setelah operasi muncul perasaan sedih, putus asa, mudah marah, kebingungan, atau perubahan pola tidur dan pola makan, yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih, sebaiknya segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental.
Penanganan yang tepat, dapat membantu mengatasi depresi pascaoperasi dan mendukung proses pemulihan, agar kembali berjalan sesuai harapan.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)