FITNESS & HEALTH

Kenapa Banyak Orang Nggak Sadar Sedang Depresi? Ini Penjelasan Psikolog

A. Firdaus
Sabtu 18 Juli 2026 / 11:09
Ringkasnya gini..
  • Tidak sedikit yang menganggap depresi selalu ditandai dengan wajah murung.
  • Langkah pertama untuk mulai keluar dari kondisi tersebut, adalah belajar memperlakukan diri sendiri dengan lebih penuh kasih.
  • Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk menentukan arah hidupnya sendiri.
Jakarta: Banyak orang masih memiliki gambaran yang keliru tentang depresi. Tidak sedikit yang menganggap depresi selalu ditandai dengan wajah murung, kehilangan semangat, atau sikap yang terus-menerus terlihat negatif. 

Padahal, kondisi tersebut tidak selalu tampak seperti itu. Stereotip semacam ini, justru membuat banyak orang kesulitan mengenali tanda-tanda depresi, baik pada orang di sekitar maupun pada diri sendiri.

Saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau berkonsultasi dengan dokter, sebagian orang biasanya diminta mengisi skrining depresi

Menariknya, hasil penilaian sering kali menunjukkan adanya gejala depresi, tetapi orang yang mengisinya belum tentu merasa dirinya sedang mengalami kondisi tersebut. 
 

Hal ini terjadi karena banyak orang lebih mudah menyampaikan apa yang dirasakan melalui kuesioner, dibanding benar-benar mengakui keadaan emosionalnya.

Meski beberapa gejala sudah muncul dalam hasil skrining, bukan berarti seseorang langsung menerima bahwa dirinya mengalami depresi. Banyak yang justru memilih mengabaikan perasaan tersebut, lalu tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa seolah tidak ada masalah.

Pengalaman serupa juga sering ditemui dalam praktik klinis. Berkali-kali pasien yang memperoleh skor tinggi, pada kuesioner depresi, ditanya apakah mereka merasa sedang mengalami depresi.

Jawaban yang paling sering muncul justru 'tidak' Oleh karena itulah, tenaga kesehatan maupun pasien membutuhkan cara lain, untuk memahami dan mengenali depresi, sehingga kondisi tersebut tidak terus-menerus terabaikan.
 

Saatnya keluar dari siklus depresi


Jika enam tanda depresi mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari, perlu diingat bahwa kondisi ini bukan sesuatu yang hanya dialami satu orang. Banyak orang pernah berada dalam fase sulit, dan terjebak dalam siklus yang sama.

Dilansir dari Psychology Today, menurut Evan Parks, Psy.D., seorang psikolog klinis di Kalkaska Memorial Health Center, langkah pertama untuk mulai keluar dari kondisi tersebut, adalah belajar memperlakukan diri sendiri dengan lebih penuh kasih. Meski terdengar sederhana, hal ini sering menjadi bagian yang paling sulit. 

Pikiran manusia cenderung lebih cepat menyalahkan diri sendiri, daripada memberikan pengertian dan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan.

Selanjutnya, cobalah mengevaluasi kebiasaan menghindari, atau berusaha mengendalikan rasa tidak nyaman. Renungkan apakah cara tersebut benar-benar, membantu mendekatkan pada kehidupan yang diinginkan, atau justru membuat keadaan semakin berat. 

Setelah itu, lihat dengan jujur dampak yang muncul akibat kebiasaan tersebut, baik terhadap kesehatan mental, hubungan dengan orang lain, maupun kualitas hidup secara keseluruhan.

Langkah berikutnya adalah berhenti berusaha menghilangkan semua rasa tidak nyaman. Sebaliknya, terimalah bahwa perasaan tersebut mungkin tetap ada, sambil perlahan mengambil langkah-langkah kecil menuju tujuan hidup yang ingin dicapai. 

Cara ini dapat membantu membangun ketahanan diri, sekaligus mengurangi pengaruh depresi dalam kehidupan sehari-hari.

Yang tidak kalah penting untuk diingat, pikiran bukanlah identitas diri. Seseorang tidak harus mengikuti semua hal, yang dikatakan oleh pikirannya. 

Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk menentukan arah hidupnya sendiri, dan menulis kisah hidup yang diinginkan, alih-alih terus merasa menjadi korban dari keadaan.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH