FITNESS & HEALTH
Sering Pegal di Leher? Ini Kegiatan Sehari-Hari yang Picu Kolesterol Tinggi
Aulia Putriningtias
Kamis 17 September 2026 / 16:30
- Kolesterol sebenarnya memiliki peran penting bagi tubuh.
- Namun, ada beberapa kebiasaan yang memicu kolesterol tinggi dan akhirnya tidak baik untuk kesehatan.
- Inilah kegiatan yang memicu tingginya kolesterol.
Jakarta: Kolesterol sebenarnya memiliki peran penting bagi tubuh. Namun, ada beberapa kebiasaan yang memicu kolesterol tinggi dan akhirnya tidak baik untuk kesehatan.
Zat kolesterol dibutuhkan untuk membentuk membran sel, membantu produksi hormon dan vitamin D. Tak hanya itu juga dapat mendukung proses pencernaan lemak.
Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi, terutama kolesterol jahat atau LDL, dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Menariknya, kolesterol tinggi tidak selalu berkaitan dengan satu jenis makanan saja. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari, mulai dari terlalu lama duduk hingga kurang tidur, juga dapat berhubungan dengan kadar kolesterol.
Lantas, kegiatan sehari-hari apa saja yang tanpa disadari bisa menjadi pemicu kolesterol tinggi? Inilah beberapa kebiasaan tersebut, antara lain:
erhatikan. Hal ini terutama bagi orang yang menghabiskan banyak waktu bekerja di depan komputer.
Terlalu lama duduk berkaitan dengan kadar kolesterol yang kurang baik, bahkan ketika seseorang tetap menyempatkan diri berolahraga. Kurang bergerak dapat menurunkan kadar HDL dan enzim lipoprotein lipase yang berperan dalam metabolisme lemak. Kondisi tersebut dapat berisiko meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
Kesibukan pekerjaan atau aktivitas lainnya terkadang membuat waktu tidur dikorbankan. Padahal, kebiasaan kurang tidur secara konsisten juga dapat berdampak pada kadar kolesterol.

Kurang tidur atau sering bergadang dapat menyebabkan kolesterol tinggi karena kadar LDL meningkat. (Dok. Pexels.com)
Kurang tidur dapat meningkatkan kadar LDL, terutama pada orang yang tidur kurang dari enam jam sehari. Kualitas tidur yang buruk juga dikaitkan dengan peningkatan LDL dan trigliserida.
Penelitian menunjukkan kebiasaan melewatkan sarapan dapat berkaitan dengan kadar kolesterol yang lebih tinggi. Dalam sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis, orang yang terbiasa melewatkan sarapan memiliki kadar LDL sekitar 9 mg/dL lebih tinggi dibandingkan mereka yang terbiasa sarapan.
Sarapan juga dapat menjadi kesempatan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat larut, yang disebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.
Makan di luar rumah memang praktis, terutama ketika sedang sibuk. Namun, terlalu sering memilih makanan tanpa memperhatikan kandungannya bisa menjadi kebiasaan yang perlu diubah.
Makanan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol. Beberapa contoh makanan yang disebut antara lain makanan yang digoreng, daging merah, mentega, serta minuman dengan krim.
Stres menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terkadang sulit dihindari. Namun, membiarkan stres tanpa pengelolaan juga perlu diperhatikan. Ketika mengalami stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.
Salah satu cara yang disarankan adalah mencoba menuliskan atau menceritakan masalah yang membuat stres. Mengambil jarak sejenak dari hal yang menjadi pemicu stres juga dapat dilakukan jika memungkinkan.
Itulah kegiatan yang perlu untuk diwaspadai agar tidak melakukan terlalu sering. Jadi, menjaga kadar kolesterol bukan hanya soal menghindari makanan tertentu. Namun, ada kebiasaan sehari-hari yang perlu diperhatikan juga.
(TIN)
Zat kolesterol dibutuhkan untuk membentuk membran sel, membantu produksi hormon dan vitamin D. Tak hanya itu juga dapat mendukung proses pencernaan lemak.
Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi, terutama kolesterol jahat atau LDL, dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Menariknya, kolesterol tinggi tidak selalu berkaitan dengan satu jenis makanan saja. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari, mulai dari terlalu lama duduk hingga kurang tidur, juga dapat berhubungan dengan kadar kolesterol.
Lantas, kegiatan sehari-hari apa saja yang tanpa disadari bisa menjadi pemicu kolesterol tinggi? Inilah beberapa kebiasaan tersebut, antara lain:
1. Terlalu lama duduk
Duduk dalam waktu lama menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan. Hal ini terutama bagi orang yang menghabiskan banyak waktu bekerja di depan komputer.
Terlalu lama duduk berkaitan dengan kadar kolesterol yang kurang baik, bahkan ketika seseorang tetap menyempatkan diri berolahraga. Kurang bergerak dapat menurunkan kadar HDL dan enzim lipoprotein lipase yang berperan dalam metabolisme lemak. Kondisi tersebut dapat berisiko meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
2. Kurang tidur
Kesibukan pekerjaan atau aktivitas lainnya terkadang membuat waktu tidur dikorbankan. Padahal, kebiasaan kurang tidur secara konsisten juga dapat berdampak pada kadar kolesterol.

Kurang tidur atau sering bergadang dapat menyebabkan kolesterol tinggi karena kadar LDL meningkat. (Dok. Pexels.com)
Kurang tidur dapat meningkatkan kadar LDL, terutama pada orang yang tidur kurang dari enam jam sehari. Kualitas tidur yang buruk juga dikaitkan dengan peningkatan LDL dan trigliserida.
3. Lewatkan sarapan
Penelitian menunjukkan kebiasaan melewatkan sarapan dapat berkaitan dengan kadar kolesterol yang lebih tinggi. Dalam sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis, orang yang terbiasa melewatkan sarapan memiliki kadar LDL sekitar 9 mg/dL lebih tinggi dibandingkan mereka yang terbiasa sarapan.
Sarapan juga dapat menjadi kesempatan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung serat larut, yang disebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.
4. Jajan sembarangan
Makan di luar rumah memang praktis, terutama ketika sedang sibuk. Namun, terlalu sering memilih makanan tanpa memperhatikan kandungannya bisa menjadi kebiasaan yang perlu diubah.
Makanan tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol. Beberapa contoh makanan yang disebut antara lain makanan yang digoreng, daging merah, mentega, serta minuman dengan krim.
5. Manajemen stres yang kendor
Stres menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terkadang sulit dihindari. Namun, membiarkan stres tanpa pengelolaan juga perlu diperhatikan. Ketika mengalami stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.
Salah satu cara yang disarankan adalah mencoba menuliskan atau menceritakan masalah yang membuat stres. Mengambil jarak sejenak dari hal yang menjadi pemicu stres juga dapat dilakukan jika memungkinkan.
Itulah kegiatan yang perlu untuk diwaspadai agar tidak melakukan terlalu sering. Jadi, menjaga kadar kolesterol bukan hanya soal menghindari makanan tertentu. Namun, ada kebiasaan sehari-hari yang perlu diperhatikan juga.
(TIN)