FITNESS & HEALTH

YKI: Faktor Risiko Kanker 90 Persen Berasal dari Lingkungan

Fatha Annisa
Rabu 04 Februari 2026 / 16:37
Jakarta: Kasus kanker terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan, kini penyakit ini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai ditemukan pada orang-orang yang lebih muda.
 
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menyoroti adanya perubahan besar dalam karakteristik risiko kanker saat ini. Menurutnya, faktor risiko kanker terbesar dipengaruhi oleh lingkungan.
 
“Kanker itu sebetulnya faktor risikonya 90 persen dari lingkungan,” jelas Prof. Aru dalam acara Understanding Cancer Through Art di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
 
Ia menjelaskan bahwa selama ini kanker sering muncul pada usia lanjut karena paparan risiko lingkungan terjadi secara perlahan dalam jangka waktu panjang. Namun, kondisi sekarang berbeda.
 
Baca juga: Hari Kanker Sedunia 2026: Sejarah, Tema, dan Makna

 
Lingkungan dinilai sudah mengalami ‘kerusakan’ sejak awal, sehingga paparan terhadap faktor pemicu kanker terjadi lebih cepat. Perubahan pola makan, gaya hidup, hingga kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya risiko kanker pada generasi muda.
 
Salah satu faktor yang disorot adalah maraknya konsumsi makanan ultra-proses atau ultra processed food. Risiko kanker kini tidak hanya berasal dari kebiasaan merokok, tetapi juga dari makanan instan.
 
“Kita dikepung oleh produk-produk industri. Jadi kita tidak hanya bicara mengenai rokok dan alkohol,” ujarnya.
 
 
Baca juga: SADARI dan SADANIS, Pentingnya Mengenali Kanker Payudara Sejak Dini
 

Kanker Berkembang dalam Waktu Lama

Prof. Aru menekankan bahwa kanker bukan penyakit yang muncul secara tiba-tiba. Mereka yang terkena kanker biasanya mengalami proses perkembangan sel abnormal selama 5 hingga 20 tahun.
 
Hal ini menunjukkan bahwa kanker yang terdeteksi hari ini bisa jadi merupakan akumulasi kebiasaan dan paparan risiko sejak belasan tahun sebelumnya.
 
“Kalau sebuah benjolan itu terlihat, sebetulnya pembelahan selnya sudah mulai dari awal,” ujarnya
 
Di akhir pemaparannya, Prof. Aru menegaskan bahwa salah satu langkah pencegahan kanker adalah mulai berinvestasi pada kesehatan. Caranya melalui perubahan pola makan dan gaya hidup.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH