Jakarta: Memperingati Hari Kanker Sedunia, MSD Indonesia bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) kembali menggelar pameran seni bertajuk “Understanding Cancer Through Art” pada 4-8 Februari 2026 di MGP Space, SCBD Park. Pameran ini menampilkan 64 karya seni dari penyintas kanker dan caregiver.
Pameran ini resmi dibuka oleh Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM yang hadir mewakili Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
“Terima kasih pada MSD Indonesia yang telah menyatakan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan menjalin kemitraan yang baik bersama Kementerian Kesehatan, salah satunya melalui kegiatan inovatif seperti pameran hari ini,” ujar dr. Niken.
Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong upaya penanganan kanker melalui implementasi National Cancer Control Plan 2024–2034 untuk memperkuat skrining dan deteksi dini.
“Namun di saat yang sama, kita juga perlu membangun pendekatan yang lebih humanis dan empatik dalam memahami kanker,” tuturnya.
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM di pembukaan Pameran Seni “Understanding Cancer Through Art”. Foto: MSD Indonesia
Data GLOBOCAN 2022 mencatat lebih dari 408.000 kasus baru dan hampir 243.000 kematian dalam satu tahun. Tanpa penguatan pencegahan dan deteksi dini, jumlah kasus kanker diperkirakan akan meningkat lebih dari 70 persen pada 2050.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, yang turut hadir pada pembukaan acara, menegaskan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi persoalan kemanusiaan yang menguji seluruh sisi kehidupan.
“Melalui seni, seperti melukis, menari, bernyanyi, dan berbagai ekspresi kreatif, pejuang kanker menemukan kembali suara, martabat, dan makna hidupnya. Seni menjadi bagian vital dari perjalanan mereka, agar tak seorang pun melawan kanker sendirian,” kata Prof. Aru.
Sejalan dengan semangat tersebut, Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan komitmen jangka panjang MSD dalam membangun pemahaman publik mengenai kanker.
Ia menyampaikan bahwa MSD dipersatukan oleh visi bersama bahwa para penyandang kanker berhak mendapatkan lebih banyak pilihan penanganan, kualitas hidup yang lebih baik, serta waktu yang lebih panjang.
Pameran seni "Understanding Cancer Through Art". Foto: MSD Indonesia
“Melalui gerakan #NgobrolinKanker, MSD ingin membuka ruang percakapan yang aman, inklusif, dan penuh empati di tengah masyarakat, sehingga dukungan dan solidaritas terhadap pasien kanker dapat terus tumbuh,” ujar George.
Sebagai bagian dari kampanye edukatif #NgobrolinKanker, MSD Indonesia dan YKI untuk kedua kalinya menghadirkan “Understanding Cancer Through Art” yang kali ini mengusung tema United by Unique – No One Should Face Cancer Alone.
Figur publik sekaligus caregiver, Alika Islamadina turut membagikan pengalaman pribadinya setelah mengunjungi pameran. Menurutnya, setiap karya yang dipamerkan terasa personal untuknya.
“Saya teringat pengalaman mendampingi nenek saya yang berpulang. Dukungan dari seluruh anggota keluarga menjadi hal yang sangat berarti. Saya berharap, lewat pameran ini, semakin banyak orang tergerak untuk hadir dan memberi dukungan bagi mereka yang sedang berjuang,” kata Alika.
Pameran ini menghadirkan empat zona interaktif, yakni Titik Awal Perjuangan, Bicara dan Dengarkan, Perspektif yang Berubah, dan Perjuangan Kolektif. Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan talk show edukatif dan seminar kesehatan ‘Ngobrolin Kanker’.
Jakarta: Memperingati
Hari Kanker Sedunia, MSD Indonesia bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) kembali menggelar pameran seni bertajuk “Understanding Cancer Through Art” pada 4-8 Februari 2026 di MGP Space, SCBD Park. Pameran ini menampilkan 64 karya seni dari penyintas kanker dan caregiver.
Pameran ini resmi dibuka oleh Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM yang hadir mewakili Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
“Terima kasih pada MSD Indonesia yang telah menyatakan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan menjalin kemitraan yang baik bersama Kementerian Kesehatan, salah satunya melalui kegiatan inovatif seperti pameran hari ini,” ujar dr. Niken.
Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong upaya penanganan kanker melalui implementasi National Cancer Control Plan 2024–2034 untuk memperkuat skrining dan deteksi dini.
“Namun di saat yang sama, kita juga perlu membangun pendekatan yang lebih humanis dan empatik dalam memahami kanker,” tuturnya.
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM di pembukaan Pameran Seni “Understanding Cancer Through Art”. Foto: MSD Indonesia
Data GLOBOCAN 2022 mencatat lebih dari 408.000 kasus baru dan hampir 243.000 kematian dalam satu tahun. Tanpa penguatan pencegahan dan deteksi dini, jumlah kasus kanker diperkirakan akan meningkat lebih dari 70 persen pada 2050.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, yang turut hadir pada pembukaan acara, menegaskan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, tetapi persoalan kemanusiaan yang menguji seluruh sisi kehidupan.
“Melalui seni, seperti melukis, menari, bernyanyi, dan berbagai ekspresi kreatif, pejuang kanker menemukan kembali suara, martabat, dan makna hidupnya. Seni menjadi bagian vital dari perjalanan mereka, agar tak seorang pun melawan kanker sendirian,” kata Prof. Aru.
Sejalan dengan semangat tersebut, Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan komitmen jangka panjang MSD dalam membangun pemahaman publik mengenai kanker.
Ia menyampaikan bahwa MSD dipersatukan oleh visi bersama bahwa para penyandang kanker berhak mendapatkan lebih banyak pilihan penanganan, kualitas hidup yang lebih baik, serta waktu yang lebih panjang.
Pameran seni "Understanding Cancer Through Art". Foto: MSD Indonesia
“Melalui gerakan #NgobrolinKanker, MSD ingin membuka ruang percakapan yang aman, inklusif, dan penuh empati di tengah masyarakat, sehingga dukungan dan solidaritas terhadap pasien kanker dapat terus tumbuh,” ujar George.
Sebagai bagian dari kampanye edukatif #NgobrolinKanker, MSD Indonesia dan YKI untuk kedua kalinya menghadirkan “Understanding Cancer Through Art” yang kali ini mengusung tema United by Unique – No One Should Face Cancer Alone.
Figur publik sekaligus caregiver, Alika Islamadina turut membagikan pengalaman pribadinya setelah mengunjungi pameran. Menurutnya, setiap karya yang dipamerkan terasa personal untuknya.
“Saya teringat pengalaman mendampingi nenek saya yang berpulang. Dukungan dari seluruh anggota keluarga menjadi hal yang sangat berarti. Saya berharap, lewat pameran ini, semakin banyak orang tergerak untuk hadir dan memberi dukungan bagi mereka yang sedang berjuang,” kata Alika.
Pameran ini menghadirkan empat zona interaktif, yakni Titik Awal Perjuangan, Bicara dan Dengarkan, Perspektif yang Berubah, dan Perjuangan Kolektif. Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan talk show edukatif dan seminar kesehatan ‘Ngobrolin Kanker’.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)