FITNESS & HEALTH
Anak Kena Kutu Rambut? Ini Cara Mengobati dan Mencegahnya agar Tidak Menyebar
A. Firdaus
Rabu 11 Maret 2026 / 14:23
- Kutu rambut tidak dapat bertahan lama di luar kepala manusia.
- Gunakan air panas saat mencuci dan pengering bersuhu panas.
- Kutu rambut akan mati dalam freezer.
Jakarta: Kutu kepala atau kutu rambut pada anak sering membuat orang tua khawatir, apalagi jika menyebar di sekolah atau lingkungan bermain. Meski terlihat sepele, kutu kepala perlu segera ditangani agar tidak menular ke anggota keluarga lain.
Selain pengobatan, penting juga memahami aturan sekolah serta cara membersihkan barang-barang di rumah agar kutu tidak kembali lagi.
Pengobatan kutu rambut perlu segera dilakukan setelah kutu ditemukan pada anak. Selain itu, periksa juga anak-anak lain, maupun orang dewasa yang tinggal serumah. Jika ada yang terinfeksi, semuanya perlu menjalani pengobatan agar penyebaran bisa dihentikan.
Selama masih memiliki kutu rambut, anak sebaiknya menghindari kontak kepala dengan saudara atau teman, misalnya tidur berdekatan atau menggunakan bantal yang sama, hingga kutu benar-benar hilang.
Ketika anak terkena kutu rambut, banyak orang tua bertanya apakah anak harus tetap di rumah atau boleh tetap sekolah. Jawabannya bisa berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing sekolah atau tempat penitipan anak.
Dilansir dari BabyCenter, CDC menjelaskan bahwa siswa yang didiagnosis memiliki kutu rambut hidup tidak perlu dipulangkan lebih awal dari sekolah, mereka dapat pulang pada akhir hari, diobati, dan kembali ke kelas setelah pengobatan yang tepat dimulai.
Namun, beberapa sekolah atau fasilitas penitipan anak memiliki aturan tersendiri terkait kasus kutu rambut. Kebijakan ini biasanya ditetapkan oleh pihak sekolah, dan terkadang mengikuti pedoman dari dinas kesehatan setempat.
Mereka menjelaskan bahwa banyak telur kutu berada cukup jauh dari kulit kepala, sehingga kecil kemungkinan menetas dan telur kutu juga tidak mudah menular. Selain itu, kesalahan diagnosis telur kutu juga sering terjadi.
CDC menyatakan, “Beban ketidakhadiran yang tidak perlu bagi siswa, keluarga, dan komunitas jauh lebih besar daripada risiko yang terkait dengan kutu kepala.”
AAP menyarankan agar anak tetap mengikuti kegiatan belajar di kelas, tetapi sebisa mungkin menghindari kontak kepala langsung dengan teman.
Penting juga untuk tidak mengucilkan anak yang mengalami kutu rambut. Pihak sekolah sebaiknya segera memberi tahu orang tua agar pengobatan bisa segera dimulai.
Membersihkan rumah secara berlebihan sebenarnya tidak diperlukan, karena kutu rambut tidak dapat bertahan lama di luar kepala manusia. Namun, beberapa langkah berikut bisa dilakukan untuk memastikan tidak ada kutu yang tersisa:
1. Cuci topi, syal, seprai, pakaian, dan handuk yang digunakan oleh anak yang terinfeksi dalam dua hari terakhir. Gunakan air panas saat mencuci dan pengering bersuhu panas saat mengeringkan. Kutu rambut akan mati dalam 5 menit jika terkena panas di atas 53 derajat C.
Jika ada barang yang tidak bisa dicuci, barang tersebut dapat dibawa ke laundry kering atau dimasukkan ke dalam kantong plastik tertutup selama dua minggu. Pilihan lain adalah membekukan barang tersebut di freezer atau di luar ruangan.
“Kutu rambut akan mati dalam freezer yang disetel pada -17 derajat C dalam 10 hingga 12 jam, tetapi saya merekomendasikan 24 jam untuk aman” kata Shawnté James, dokter spesialis bayi baru lahir di Washington, D.C.
2. Rendam sisir dan sikat rambut dalam air panas, dengan suhu minimal 54 derajat C selama 5 hingga 10 menit.
3. Sedot debu pada lantai dan furnitur untuk mengangkat rambut, yang mungkin masih menempel telur kutu yang masih hidup.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Selain pengobatan, penting juga memahami aturan sekolah serta cara membersihkan barang-barang di rumah agar kutu tidak kembali lagi.
Pengobatan kutu rambut perlu segera dilakukan setelah kutu ditemukan pada anak. Selain itu, periksa juga anak-anak lain, maupun orang dewasa yang tinggal serumah. Jika ada yang terinfeksi, semuanya perlu menjalani pengobatan agar penyebaran bisa dihentikan.
Selama masih memiliki kutu rambut, anak sebaiknya menghindari kontak kepala dengan saudara atau teman, misalnya tidur berdekatan atau menggunakan bantal yang sama, hingga kutu benar-benar hilang.
Aturan sekolah atau taman kanak-kanak
Ketika anak terkena kutu rambut, banyak orang tua bertanya apakah anak harus tetap di rumah atau boleh tetap sekolah. Jawabannya bisa berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing sekolah atau tempat penitipan anak.
Dilansir dari BabyCenter, CDC menjelaskan bahwa siswa yang didiagnosis memiliki kutu rambut hidup tidak perlu dipulangkan lebih awal dari sekolah, mereka dapat pulang pada akhir hari, diobati, dan kembali ke kelas setelah pengobatan yang tepat dimulai.
Namun, beberapa sekolah atau fasilitas penitipan anak memiliki aturan tersendiri terkait kasus kutu rambut. Kebijakan ini biasanya ditetapkan oleh pihak sekolah, dan terkadang mengikuti pedoman dari dinas kesehatan setempat.
Mereka menjelaskan bahwa banyak telur kutu berada cukup jauh dari kulit kepala, sehingga kecil kemungkinan menetas dan telur kutu juga tidak mudah menular. Selain itu, kesalahan diagnosis telur kutu juga sering terjadi.
CDC menyatakan, “Beban ketidakhadiran yang tidak perlu bagi siswa, keluarga, dan komunitas jauh lebih besar daripada risiko yang terkait dengan kutu kepala.”
AAP menyarankan agar anak tetap mengikuti kegiatan belajar di kelas, tetapi sebisa mungkin menghindari kontak kepala langsung dengan teman.
Penting juga untuk tidak mengucilkan anak yang mengalami kutu rambut. Pihak sekolah sebaiknya segera memberi tahu orang tua agar pengobatan bisa segera dimulai.
Membersihkan barang-barang rumah tangga dan pribadi
Membersihkan rumah secara berlebihan sebenarnya tidak diperlukan, karena kutu rambut tidak dapat bertahan lama di luar kepala manusia. Namun, beberapa langkah berikut bisa dilakukan untuk memastikan tidak ada kutu yang tersisa:
1. Cuci topi, syal, seprai, pakaian, dan handuk yang digunakan oleh anak yang terinfeksi dalam dua hari terakhir. Gunakan air panas saat mencuci dan pengering bersuhu panas saat mengeringkan. Kutu rambut akan mati dalam 5 menit jika terkena panas di atas 53 derajat C.
Jika ada barang yang tidak bisa dicuci, barang tersebut dapat dibawa ke laundry kering atau dimasukkan ke dalam kantong plastik tertutup selama dua minggu. Pilihan lain adalah membekukan barang tersebut di freezer atau di luar ruangan.
“Kutu rambut akan mati dalam freezer yang disetel pada -17 derajat C dalam 10 hingga 12 jam, tetapi saya merekomendasikan 24 jam untuk aman” kata Shawnté James, dokter spesialis bayi baru lahir di Washington, D.C.
2. Rendam sisir dan sikat rambut dalam air panas, dengan suhu minimal 54 derajat C selama 5 hingga 10 menit.
3. Sedot debu pada lantai dan furnitur untuk mengangkat rambut, yang mungkin masih menempel telur kutu yang masih hidup.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)