FITNESS & HEALTH
Waspada Heat Stroke pada Anak, Kondisi Darurat yang Gak Bisa Ditunda
Yatin Suleha
Senin 29 Juni 2026 / 06:05
- Paparan panas yang berlebihan bukan cuma bikin anak enggak nyaman, tapi bisa memicu heat stroke yang membahayakan nyawa.
- Kondisi ini biasanya terjadi kalau heat exhaustion enggak ditangani dengan benar.
- Alhasil suhu tubuh terus naik dan tubuh pun kehilangan kemampuan untuk mendinginkan dirinya sendiri.
Jakarta: Paparan panas yang berlebihan bukan cuma bikin anak enggak nyaman, tapi bisa memicu heat stroke yang membahayakan nyawa.
Kondisi ini biasanya terjadi kalau heat exhaustion enggak ditangani dengan benar, alhasil suhu tubuh terus naik dan tubuh pun kehilangan kemampuan untuk mendinginkan dirinya sendiri.
Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka belum sempurna.
Heat stroke ini bisa terjadi dengan cepat banget, apalagi kalau cuaca lagi panas terik, anak kurang cairan, atau memakai baju yang terlalu tebal.
Karena ini kondisi darurat, penting banget buat kita kenali tanda-tandanya dari awal dan tahu gimana langkah penanganan yang tepat supaya nggak salah langkah.
Dilansir dari BabyCenter, heat stroke adalah kondisi serius ketika suhu tubuh anak meningkat drastis, dan tubuh tidak lagi mampu mendinginkan diri. Biasanya terjadi akibat heat exhaustion yang tidak ditangani. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena bisa berbahaya.
Heat stroke pada anak juga dikenal sebagai hipertermia atau sun stroke. Hal ini bisa terjadi jika anak terlalu lama berada di bawah panas matahari, terutama jika tubuh kekurangan cairan atau menggunakan pakaian yang terlalu tebal.
.jpg)
(Sebelum mengalami heat stroke, anak biasanya menunjukkan gejala awal yang dikenal sebagai heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jangan pernah meninggalkan anak di dalam mobil yang terparkir, walaupun hanya sebentar. Karena suhu di dalam mobil bisa naik sangat cepat, dan jauh lebih panas dibanding suhu luar. Heat stroke bisa terjadi hanya dalam beberapa menit.
Segera cari bantuan medis jika muncul tanda-tanda berikut:
• Anak tampak bingung atau linglung
• Tubuh terasa lemah atau pusing
• Napas atau detak jantung menjadi cepat
• Mengalami kejang
• Kulit terasa panas, kering, dan kemerahan
• Sakit kepala hebat
• Suhu tubuh mencapai 40°C atau lebih
Heat stroke adalah kondisi darurat, jadi segera hubungi layanan medis (nomor darurat setempat). Sambil menunggu bantuan datang, lakukan langkah berikut:
1. Baringkan anak di tempat yang lebih sejuk, seperti area teduh atau ruangan ber-AC
2. Lepaskan pakaian dan kompres tubuh dengan kain, yang dibasahi air dingin
3. Gunakan kipas untuk membantu menurunkan suhu tubuh
4. Tenangkan anak dengan suara yang lembut agar tidak panik
Segera lakukan penanganan secepat mungkin, karena kondisi ini bisa memburuk dengan cepat, dan berisiko menyebabkan kehilangan kesadaran.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Kondisi ini biasanya terjadi kalau heat exhaustion enggak ditangani dengan benar, alhasil suhu tubuh terus naik dan tubuh pun kehilangan kemampuan untuk mendinginkan dirinya sendiri.
Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka belum sempurna.
Heat stroke ini bisa terjadi dengan cepat banget, apalagi kalau cuaca lagi panas terik, anak kurang cairan, atau memakai baju yang terlalu tebal.
Karena ini kondisi darurat, penting banget buat kita kenali tanda-tandanya dari awal dan tahu gimana langkah penanganan yang tepat supaya nggak salah langkah.
Baca Juga :
5 Tips Atasi Heat Stroke saat Lari Maraton
Apa itu heat stroke?
Dilansir dari BabyCenter, heat stroke adalah kondisi serius ketika suhu tubuh anak meningkat drastis, dan tubuh tidak lagi mampu mendinginkan diri. Biasanya terjadi akibat heat exhaustion yang tidak ditangani. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena bisa berbahaya.
Heat stroke pada anak juga dikenal sebagai hipertermia atau sun stroke. Hal ini bisa terjadi jika anak terlalu lama berada di bawah panas matahari, terutama jika tubuh kekurangan cairan atau menggunakan pakaian yang terlalu tebal.
Peringatan penting!
.jpg)
(Sebelum mengalami heat stroke, anak biasanya menunjukkan gejala awal yang dikenal sebagai heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jangan pernah meninggalkan anak di dalam mobil yang terparkir, walaupun hanya sebentar. Karena suhu di dalam mobil bisa naik sangat cepat, dan jauh lebih panas dibanding suhu luar. Heat stroke bisa terjadi hanya dalam beberapa menit.
Apa saja gejala heat stroke pada anak?
Segera cari bantuan medis jika muncul tanda-tanda berikut:
• Anak tampak bingung atau linglung
• Tubuh terasa lemah atau pusing
• Napas atau detak jantung menjadi cepat
• Mengalami kejang
• Kulit terasa panas, kering, dan kemerahan
• Sakit kepala hebat
• Suhu tubuh mencapai 40°C atau lebih
Baca Juga :
Tips Hindari Heat Stroke di Cuaca Panas
Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami heat stroke?
Heat stroke adalah kondisi darurat, jadi segera hubungi layanan medis (nomor darurat setempat). Sambil menunggu bantuan datang, lakukan langkah berikut:
1. Baringkan anak di tempat yang lebih sejuk, seperti area teduh atau ruangan ber-AC
2. Lepaskan pakaian dan kompres tubuh dengan kain, yang dibasahi air dingin
3. Gunakan kipas untuk membantu menurunkan suhu tubuh
4. Tenangkan anak dengan suara yang lembut agar tidak panik
Segera lakukan penanganan secepat mungkin, karena kondisi ini bisa memburuk dengan cepat, dan berisiko menyebabkan kehilangan kesadaran.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)