Jakarta: Suhu di Tanah Suci pada musim haji tahun ini mencapai 40 derajat Celsius. Jemaah haji diimbau untuk dapat beradaptasi agar bisa terhindar dari serangan heat stroke.
Heat stroke atau serangan panas adalah bentuk hipertermia atau penyakit yang berhubungan dengan panas. Heat stroke ditandai dengan peningkatan suhu tubuh yang tidak normal serta gejala fisik yang menyertainya, termasuk perubahan fungsi sistem saraf
Cuaca panas ekstrem di Makkah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia. Karena itu, kesiapan fisik dan penerapan langkah pencegahan menjadi kunci agar ibadah tetap berjalan lancar dan aman.
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari heat stroke selama menjalankan ibadah haji:
1. Penuhi kebutuhan cairan tubuh
Jemaah diimbau untuk rutin minum air putih tanpa menunggu rasa haus. Konsumsi air dapat dilakukan sedikit demi sedikit setiap 15–20 menit. Selain itu, oralit dapat membantu menggantikan elektrolit yang hilang. Hindari minuman berkafein dan tinggi gula karena dapat mempercepat dehidrasi. Membawa botol minum pribadi juga dianjurkan agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
2. Hindari paparan langsung sinar matahari
Penggunaan pelindung kepala seperti topi, payung, atau kain basah dapat membantu mengurangi paparan panas. Jemaah juga disarankan menghindari aktivitas di bawah sinar matahari langsung, terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat, dan memanfaatkan area teduh untuk beristirahat.
3. Jaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup
Istirahat menjadi faktor penting dalam menjaga stamina. Jemaah diminta tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau pusing. Mengenali batas kemampuan tubuh dapat mencegah kondisi yang lebih serius.
4. Perhatikan asupan makanan
Konsumsi makanan secara teratur dan tepat waktu penting untuk menjaga energi. Pastikan makanan yang dikonsumsi masih dalam batas waktu layak konsumsi. Asupan nutrisi yang seimbang juga diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh selama beribadah.
5. Manfaatkan semprotan air atau kipas portabel
Peralatan seperti semprotan air dingin atau kipas portabel dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Air zamzam juga bisa dimanfaatkan untuk memberikan efek sejuk saat cuaca panas.
6. Cari bantuan medis jika muncul gejala
Jika mengalami gejala seperti pusing, lemas, atau tanda heat stroke, jemaah diminta segera melapor ke petugas kesehatan. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih parah. Jemaah juga disarankan membawa obat pribadi serta menginformasikan riwayat penyakit kepada petugas atau ketua rombongan.
Penerapan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu jemaah menjalankan ibadah dengan aman di tengah kondisi cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di