FITNESS & HEALTH

Kenali Multiple Myeloma, Penyebab, Gejala, dan Faktor Risiko

Aulia Putriningtias
Sabtu 04 November 2023 / 08:08
Jakarta: Multiple Myeloma merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang sel plasma di sumsum tulang belakang. Masalah kesehatan ini lebih banyak menyerang lansia, dibandingkan umur yang muda.

Kondisi ini terjadi saat sel-sel plasma yang tidak normal (abnormal) tumbuh dan berkembang secara berlebihan, serta mengganggu sel-sel yang sehat di sekitarnya. Sel-sel kanker ini juga memproduksi antibodi abnormal.

"Semakin lama akan menyebabkan gangguan pada tulang, seperti nyeri tulang, tulang menipis, dan tulang patah yang tidak dapat dijelaskan," papar dr. Ralph Girson Gunarsa Sp.PD-KHOM pada webinar 'Multiple Myeloma: Early Detection for Your Protection'.
 

Penyebab dan faktor risiko multiple myeloma


Menurut dr. Ralph sendiri, penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun, tentunya ada beberapa faktor risiko mengapa bisa muncul penyakit ini. Adapun faktor risikonya, antara lain:
 

1. Usia, ras, dan jenis kelamin


Risiko myeloma meningkat seiring bertambahnya usia. Myeloma dua kali lebih umum terjadi pada ras kulit hitam. Pria berisiko lebih tinggi 1,5 terserang dibandingkan wanita.
 

2. Riwayat keluarga


Orang yang memiliki orang tua, saudara kandung, atau anak dengan myeloma, dua kali lebih mungkin terkena myeloma juga, dibandingkan populasi umum.
 

3. Riwayat pribadi


Riwayat seseorang pernah mengalami kanker darah lain, dapat meningkatkan risiko myeloma.
 

4. Paparan elemen beracun


Paparan berkepanjangan dengan kayu, asbes, benzena, pestisida, herbisida, atau bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan karet dapat meningkatkan kemungkinan terserang myeloma.
 

5. Obesitas


Obesitas adalah faktor risiko umum untuk beberapa bentuk kanker, termasuk myeloma.
 

Gejala pada multiple myeloma


Myeloma sendiri merupakan salah satu penyakit yang lama disadari, berujung parah pada usia lanjut. Menurut dr. Ralph, adapun alasannya mengapa usia lanjut lebih rentan untuk terserang penyakit ini. Perkembangan kanker pada penyakit ini lambat dan tak disadari sepenuhnya.

"Gejala Multiple Myeloma umumnya tidak spesifik seperti misalnya nyeri punggung yang sering dialami, nyeri dada, sakit perut dan tidak selalu berupa rasa nyeri pada tulang," ungkap dr. Ralph.

Selain itu, gejala yang sering mirip dengan penyakit lain membuat pasien datang sudah dalam keadaan terlambat untuk mendapatkan perawatan. Di Indonesia sendiri, diperkirakan terdapat terdapat 3.151 pasien baru terdiagnosa per tahun 2020.

"Namun pasien perlu waspada akan nyeri yang persisten dan tidak dapat dijelaskan, merasa tidak sehat secara umum atau kondisi anemia yang penyebabnya tidak diketahui," sambungnya.

Meskipin 10 hingga 20 persen, pasien merasa tak memiliki gejala, kamu perlu mengetahuinya. Adapun gejala pada Multiple Myeloma, antara lain:

- Nyeri punggung dan tulang
- Lemah
- Infeksi berulang
- Kurang darah
- Penurunan berat badan
- Mudah patah tulang

“Jika memiliki gejala-gejala seperti merasakan nyeri yang cukup lama dan tidak dapat dijelaskan, kemudian anda sering merasa tidak sehat, dan bila anda mengalami anemia yang penyebabnya tidak diketahui, maka segeralah periksakan diri anda untuk pemeriksaan myeloma," pungkas dr. Raplh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH