FITNESS & HEALTH

Pantau Kesehatan di Daerah 3T, Doctor Tool Gunakan Teknologi IoMT

Yuni Yuli Yanti
Kamis 04 Agustus 2022 / 08:00
Jakarta: DoctorTool, selaku startup healthtech, bersama peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr. Trevino Aristarkus Pakasi, FS, MS, PhD, FISPH, FISCM, SpKKLP mengembangkan teknologi Internet of Medical Things (IoMT) untuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Khususnya di daerah 3T yaitu daerah yang tergolong dalam daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. 

Dengan dukungan aplikasi dan teknologi IoMT dari DoctorTool, dokter dapat terhubung dengan pasiennya dari mana pun. Teknologi ini dianggap sesuai bagi daerah yang sulit terjangkau oleh pelayanan medis di pelosok Indonesia. Namun, juga sangat sesuai dengan penduduk perkotaan yang mengalami keterbatasan akses ke klinik (home care, palliative care). 

Sebagai percontohan pertama, teknologi dari DoctorTool akan diaplikasikan untuk pemantauan penyakit kronis bagi pasien di perkotaan dan untuk deteksi risiko stunting pada bayi dan balita di pedesaan.

Sebagai pilot project dari produk IoMT ini, tim DoctorTool yang diwakili oleh Chief Medical Officer DoctorTool, dr Gatot Soetono, M.P.H. menghadiri acara bakti sosial ILUNI 97 dalam rangka Dies Natalis ke-72 FKUI pada tanggal 30 Juli – 8 Agustus 2022 dengan mengusung tema “Pelatihan Pencegahan Stunting Untuk Dokter Layanan Primer”.

Dalam kegiatan tersebut, DoctorTool menyediakan IoMT seperti alat-alat pemeriksaan
tekanan darah, saturasi oksigen, pita pengukur, alat ukur tinggi dan timbangan badan yang langsung terhubung sistem rekam medis elektronik pada DoctorTool. Sistem Internet of Medical Things (IoMT) ini nantinya akan digunakan untuk mendata dan mengirim rekam medis pasien ke dokter penanggung jawabnya secara real time. 


(Foto bersama Bupati Kabupaten Timor Tengah Selatan Egusem Pieter Tahun, ST, MM beserta jajarannya, perwakilan DoctorTool Chief Medical Officer DoctorTool, dr Gatot Soetono, M.P.H. dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia dalam acara bakti sosial ILUNI 97. Foto: Dok. Istimewa)


Bila hasil kegiatan ini menjanjikan, implementasi IoMT dapat diadopsi DoctorTool ke daerah-daerah lain guna memperluas akses layanan kesehatan di Indonesia sehingga sistem konsultasi yang berkelanjutan dan berjenjang juga bisa dilakukan dari daerah untuk kasus-kasus yang memang sesuai dan memungkinkan.

Dr. Trevino Pakasi, Peneliti FKUI, mengatakan inovasi IoMT sangatlah penting dalam pemantauan data pasien, pendeteksian dini gejala penyakit, perawatan jarak jauh, hingga penerapan program- program penyakit kronis. 

"Dokter juga dapat melakukan layanan kesehatan melalui telemedicine sambil memantau data kesehatan pasien secara real time. Bersama dengan tim DoctorTool, saya yakin bahwa inovasi teknologi ini akan membawa kemajuan yang sangat berarti dalam penyamarataan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia," tuturnya. 

Perlu diketahui, teknologi Internet of Medical Things dapat menjadi langkah selanjutnya dalam proses digitalisasi kesehatan di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika pun mendukung IoMT sebagai Solusi Percepatan Layanan Kesehatan Digital. 

Melalui inovasi IoMT, peralatan dan aplikasi perawatan kesehatan terhubung dengan Internet sehingga data pasien mudah diperbaharui dan dapat diakses langsung. Dokter-dokter antar daerah pun dapat saling berbagi informasi demi pemantauan kesehatan dan pengobatan pasien dari data rekam medis yang ada guna mencegah penyakit kronis seperti diabetes dan stunting bagi balita Indonesia, terutama mengingat bahwa tingkat stunting di Indonesia masih berada di angka 24,4 persen. 

Sementara, Co-Founder dan CEO DoctorTool, Rainaldo, menambahkan bentuk digitalisasi alat kesehatan (alkes) melalui IoMT ini membuka akses pelayanan kesehatan yang berkualitas di desa-desa dan membantu para dokter memantau pasien secara jarak jauh melalui data kesehatan yang ter-update secara real time. 

"Kami sangat antusias dalam merampungkan proyek IoMT ini," pungkas Rainaldo. 
(yyy)

MOST SEARCH