FITNESS & HEALTH
Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Masa Depan Pengobatan Penyakit Kronis
Elang Riki Yanuar
Kamis 16 April 2026 / 16:00
- Novo Nordisk bekerja sama dengan OpenAI untuk mempercepat riset obat dan inovasi terapi obesitas serta diabetes berbasis AI di sektor kesehatan global.
- AI OpenAI dimanfaatkan Novo Nordisk untuk analisis data medis skala besar, mempercepat penemuan obat, dan meningkatkan efisiensi penelitian serta pengembangan terapi.
- Kolaborasi Novo Nordisk dan OpenAI tidak hanya fokus riset obat, tetapi juga peningkatan SDM, efisiensi operasional, dan optimasi rantai pasok global hingga 2026.
Jakarta: Novo Nordisk resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI yang dinilai menjadi langkah besar dalam mempercepat transformasi kecerdasan buatan di sektor kesehatan. Kolaborasi ini menandai komitmen perusahaan farmasi asal Denmark tersebut untuk semakin agresif menghadirkan inovasi pengobatan berbasis teknologi.
Kerja sama ini diproyeksikan membuka peluang baru dalam pengembangan terapi modern, khususnya untuk pasien yang hidup dengan obesitas dan diabetes. Novo Nordisk menilai AI dapat menjadi pendorong penting dalam mempercepat penelitian sekaligus meningkatkan kualitas solusi medis yang tersedia di pasar.
Melalui kemitraan ini, kemampuan AI akan digunakan untuk menganalisis data medis dan ilmiah dalam skala besar. Teknologi tersebut juga akan membantu mengidentifikasi kandidat obat yang paling menjanjikan, sehingga proses dari tahap penelitian hingga obat dapat digunakan pasien dapat berlangsung lebih cepat.
Novo Nordisk menegaskan bahwa kolaborasi ini tetap akan berjalan dalam kerangka tata kelola yang ketat. Penggunaan AI disebut akan disertai perlindungan data, pengawasan manusia, serta kepatuhan terhadap regulasi agar pemanfaatan teknologi tetap etis dan aman.
“Kemitraan ini merupakan langkah penting dalam menegaskan posisi Novo Nordisk sebagai pemimpin di era baru layanan kesehatan. Jutaan orang yang hidup dengan obesitas dan diabetes membutuhkan lebih banyak pilihan pengobatan, dan kami menyadari masih banyak terapi yang belum ditemukan yang dapat mengubah hidup mereka,” ujar Mike Doustdar, Presiden dan CEO Novo Nordisk.
Mike Doustdar juga menekankan bahwa AI dapat memperluas kemampuan perusahaan dalam membaca pola dan tren yang sebelumnya sulit terlihat. Dengan analisis data yang lebih cepat, perusahaan dapat melakukan pengujian hipotesis dan evaluasi ilmiah secara lebih efisien.
“Mengintegrasikan AI dalam pekerjaan sehari-hari memampukan kami untuk menganalisis data dalam skala yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan, mengidentifikasi pola yang belum pernah terlihat sebelumnya, serta menguji hipotesis dengan lebih cepat dari sebelumnya. Dengan demikian, kolaborasi ini membantu kami mempercepat penemuan terapi baru dan menghadirkannya ke pasar dengan lebih cepat dari sebelumnya.”
Selain mendukung riset obat, OpenAI juga akan berperan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja global Novo Nordisk. Fokusnya mencakup peningkatan literasi AI di seluruh organisasi, sehingga karyawan dapat memahami dan memanfaatkan teknologi secara optimal dalam aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat efisiensi operasional perusahaan, mulai dari manufaktur hingga distribusi. Kapabilitas OpenAI akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan rantai pasok, memperbaiki sistem distribusi, dan meningkatkan efektivitas kegiatan operasional secara keseluruhan.
Program percontohan disebut akan dijalankan di berbagai departemen, termasuk riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional komersial. Novo Nordisk menargetkan integrasi penuh kerja sama ini dapat rampung pada akhir 2026.
Dari sisi OpenAI, kemitraan ini dinilai sejalan dengan visi perusahaan dalam memperluas manfaat AI bagi kehidupan manusia. OpenAI menilai sektor ilmu hayati menjadi salah satu bidang yang paling potensial dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan.
"AI sedang mentransformasi berbagai industri, dan dalam bidang ilmu hayati (life sciences), teknologi ini dapat membantu manusia hidup lebih baik dan lebih lama,” ujar Sam Altman, CEO OpenAI.
"Kolaborasi dengan Novo Nordisk ini akan membantu mempercepat penemuan ilmiah, menjalankan operasional global yang lebih cerdas, serta mendefinisikan ulang masa depan dari penanganan pasien," katanya.
Novo Nordisk juga menegaskan bahwa langkah ini bukan inisiatif pertama mereka dalam memanfaatkan AI. Sebelumnya, perusahaan telah menjalankan sejumlah program berbasis teknologi serta menjalin kerja sama dengan berbagai mitra riset untuk memperkuat kapabilitas inovasi mereka.
Sebagai informasi, Novo Nordisk merupakan perusahaan kesehatan global yang berdiri sejak 1923 dan berkantor pusat di Denmark. Perusahaan ini dikenal luas melalui pengembangan terapi diabetes dan kini terus memperluas fokusnya pada penyakit kronis serius lainnya seperti obesitas, gangguan darah langka, serta penyakit endokrin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Kerja sama ini diproyeksikan membuka peluang baru dalam pengembangan terapi modern, khususnya untuk pasien yang hidup dengan obesitas dan diabetes. Novo Nordisk menilai AI dapat menjadi pendorong penting dalam mempercepat penelitian sekaligus meningkatkan kualitas solusi medis yang tersedia di pasar.
Melalui kemitraan ini, kemampuan AI akan digunakan untuk menganalisis data medis dan ilmiah dalam skala besar. Teknologi tersebut juga akan membantu mengidentifikasi kandidat obat yang paling menjanjikan, sehingga proses dari tahap penelitian hingga obat dapat digunakan pasien dapat berlangsung lebih cepat.
Novo Nordisk menegaskan bahwa kolaborasi ini tetap akan berjalan dalam kerangka tata kelola yang ketat. Penggunaan AI disebut akan disertai perlindungan data, pengawasan manusia, serta kepatuhan terhadap regulasi agar pemanfaatan teknologi tetap etis dan aman.
“Kemitraan ini merupakan langkah penting dalam menegaskan posisi Novo Nordisk sebagai pemimpin di era baru layanan kesehatan. Jutaan orang yang hidup dengan obesitas dan diabetes membutuhkan lebih banyak pilihan pengobatan, dan kami menyadari masih banyak terapi yang belum ditemukan yang dapat mengubah hidup mereka,” ujar Mike Doustdar, Presiden dan CEO Novo Nordisk.
Mike Doustdar juga menekankan bahwa AI dapat memperluas kemampuan perusahaan dalam membaca pola dan tren yang sebelumnya sulit terlihat. Dengan analisis data yang lebih cepat, perusahaan dapat melakukan pengujian hipotesis dan evaluasi ilmiah secara lebih efisien.
“Mengintegrasikan AI dalam pekerjaan sehari-hari memampukan kami untuk menganalisis data dalam skala yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan, mengidentifikasi pola yang belum pernah terlihat sebelumnya, serta menguji hipotesis dengan lebih cepat dari sebelumnya. Dengan demikian, kolaborasi ini membantu kami mempercepat penemuan terapi baru dan menghadirkannya ke pasar dengan lebih cepat dari sebelumnya.”
Selain mendukung riset obat, OpenAI juga akan berperan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja global Novo Nordisk. Fokusnya mencakup peningkatan literasi AI di seluruh organisasi, sehingga karyawan dapat memahami dan memanfaatkan teknologi secara optimal dalam aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat efisiensi operasional perusahaan, mulai dari manufaktur hingga distribusi. Kapabilitas OpenAI akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan rantai pasok, memperbaiki sistem distribusi, dan meningkatkan efektivitas kegiatan operasional secara keseluruhan.
Program percontohan disebut akan dijalankan di berbagai departemen, termasuk riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional komersial. Novo Nordisk menargetkan integrasi penuh kerja sama ini dapat rampung pada akhir 2026.
Dari sisi OpenAI, kemitraan ini dinilai sejalan dengan visi perusahaan dalam memperluas manfaat AI bagi kehidupan manusia. OpenAI menilai sektor ilmu hayati menjadi salah satu bidang yang paling potensial dalam penerapan teknologi kecerdasan buatan.
"AI sedang mentransformasi berbagai industri, dan dalam bidang ilmu hayati (life sciences), teknologi ini dapat membantu manusia hidup lebih baik dan lebih lama,” ujar Sam Altman, CEO OpenAI.
"Kolaborasi dengan Novo Nordisk ini akan membantu mempercepat penemuan ilmiah, menjalankan operasional global yang lebih cerdas, serta mendefinisikan ulang masa depan dari penanganan pasien," katanya.
Novo Nordisk juga menegaskan bahwa langkah ini bukan inisiatif pertama mereka dalam memanfaatkan AI. Sebelumnya, perusahaan telah menjalankan sejumlah program berbasis teknologi serta menjalin kerja sama dengan berbagai mitra riset untuk memperkuat kapabilitas inovasi mereka.
Sebagai informasi, Novo Nordisk merupakan perusahaan kesehatan global yang berdiri sejak 1923 dan berkantor pusat di Denmark. Perusahaan ini dikenal luas melalui pengembangan terapi diabetes dan kini terus memperluas fokusnya pada penyakit kronis serius lainnya seperti obesitas, gangguan darah langka, serta penyakit endokrin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)