FITNESS & HEALTH
Tangsel Gaspol Perluas Jaminan Kesehatan Gratis, Warga Makin Aman
A. Firdaus
Jumat 30 Januari 2026 / 20:35
- Pemkot Tangsel ingin memperluas cakupan jaminan kesehatan gratis.
- Pemkot Tangsel targetkan penguatan ekosistem digital.
- IPM Tangsel pada 2025 mencapai 84,81.
Tangerang Selatan: Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Khususnya melalui akses layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih merata.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie, kesehatan tidak hanya diposisikan sebagai program formal, tetapi sebagai bentuk pendampingan pemerintah sejak layanan dasar hingga kebutuhan jangka panjang warga.
Salah satu fokus utama Pemkot Tangsel adalah memperluas cakupan jaminan kesehatan gratis atau Universal Health Coverage (UHC), bersamaan dengan akselerasi program pendidikan dan penguatan sumber daya manusia (SDM).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama visi pembangunan daerah pada periode 2024 hingga awal 2026.
“Bapak Wali Kota Benyamin Davnie selalu menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah harga mati. Generasi penerus Tangsel tidak hanya harus pintar secara akademis, tetapi juga memiliki keahlian bersertifikasi,” ujar Asep di Ciputat, Kamis (29/1/2026).
Pemkot Tangsel memberikan dukungan pendidikan melalui BOSDA untuk lebih dari 91 ribu siswa dari tingkat TK hingga SMP. Selain itu, beasiswa juga disalurkan kepada 7.500 siswa SMP dan 2.500 siswa kurang mampu sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Perhatian pemerintah juga menjangkau warga yang sempat tertinggal dari sistem pendidikan formal. Melalui program Beasiswa Kesetaraan Paket A, B, dan C, lebih dari 500 warga kembali mendapatkan kesempatan belajar.
Dampaknya, angka partisipasi sekolah usia 7–12 tahun mencapai 99,72 persen, mendekati angka ideal.
Di sektor kesehatan, kepemimpinan Benyamin Davnie mencatatkan capaian signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tangsel pada 2025 mencapai 84,81, tertinggi di Provinsi Banten dan masuk kategori “sangat tinggi” secara nasional.
Prestasi ini diperkuat dengan keberhasilan menurunkan angka stunting hingga meraih peringkat pertama di tingkat provinsi.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga ditekan melalui program D3 (Dilatih, Disertifikasi, Ditempatkan), yang mendorong warga memiliki keterampilan kerja dan peluang ekonomi lebih baik.
“Proyeksi kami di tahun 2026 adalah memperluas cakupan jaminan kesehatan gratis UHC. Kami ingin setiap warga Tangsel merasa didampingi pemerintahnya, mulai dari urusan kesehatan di puskesmas hingga biaya pendidikan di perguruan tinggi,” kata Asep.
Pemkot Tangsel juga membangun berbagai infrastruktur penunjang kualitas hidup. Hingga awal 2026, sebanyak 27 sekolah telah direvitalisasi, ruang kelas baru dibangun, serta ruang publik seperti Alun-alun Ciputat Timur dan 16 Balai Warga dihadirkan untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat.
Di bidang lingkungan dan kesejahteraan, Pemkot membangun sanitasi layak di 230 RT, membedah 26 rumah warga terdampak bencana, serta membentuk 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Ratusan pelaku UMKM juga difasilitasi sertifikasi halal gratis untuk meningkatkan daya saing ekonomi kerakyatan.
Memasuki 2026, Pemkot Tangsel menargetkan penguatan ekosistem digital dalam layanan publik, pendidikan, dan kesehatan agar masyarakat memiliki standar hidup yang semakin baik dan mampu bersaing secara global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie, kesehatan tidak hanya diposisikan sebagai program formal, tetapi sebagai bentuk pendampingan pemerintah sejak layanan dasar hingga kebutuhan jangka panjang warga.
Salah satu fokus utama Pemkot Tangsel adalah memperluas cakupan jaminan kesehatan gratis atau Universal Health Coverage (UHC), bersamaan dengan akselerasi program pendidikan dan penguatan sumber daya manusia (SDM).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama visi pembangunan daerah pada periode 2024 hingga awal 2026.
“Bapak Wali Kota Benyamin Davnie selalu menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah harga mati. Generasi penerus Tangsel tidak hanya harus pintar secara akademis, tetapi juga memiliki keahlian bersertifikasi,” ujar Asep di Ciputat, Kamis (29/1/2026).
Pendidikan dan kesehatan jadi paket utama
Pemkot Tangsel memberikan dukungan pendidikan melalui BOSDA untuk lebih dari 91 ribu siswa dari tingkat TK hingga SMP. Selain itu, beasiswa juga disalurkan kepada 7.500 siswa SMP dan 2.500 siswa kurang mampu sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Perhatian pemerintah juga menjangkau warga yang sempat tertinggal dari sistem pendidikan formal. Melalui program Beasiswa Kesetaraan Paket A, B, dan C, lebih dari 500 warga kembali mendapatkan kesempatan belajar.
Dampaknya, angka partisipasi sekolah usia 7–12 tahun mencapai 99,72 persen, mendekati angka ideal.
Layanan kesehatan dan IPM Tangsel terus meningkat
Di sektor kesehatan, kepemimpinan Benyamin Davnie mencatatkan capaian signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tangsel pada 2025 mencapai 84,81, tertinggi di Provinsi Banten dan masuk kategori “sangat tinggi” secara nasional.
Prestasi ini diperkuat dengan keberhasilan menurunkan angka stunting hingga meraih peringkat pertama di tingkat provinsi.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga ditekan melalui program D3 (Dilatih, Disertifikasi, Ditempatkan), yang mendorong warga memiliki keterampilan kerja dan peluang ekonomi lebih baik.
“Proyeksi kami di tahun 2026 adalah memperluas cakupan jaminan kesehatan gratis UHC. Kami ingin setiap warga Tangsel merasa didampingi pemerintahnya, mulai dari urusan kesehatan di puskesmas hingga biaya pendidikan di perguruan tinggi,” kata Asep.
Infrastruktur dan Lingkungan Sehat Ikut Diperkuat
Pemkot Tangsel juga membangun berbagai infrastruktur penunjang kualitas hidup. Hingga awal 2026, sebanyak 27 sekolah telah direvitalisasi, ruang kelas baru dibangun, serta ruang publik seperti Alun-alun Ciputat Timur dan 16 Balai Warga dihadirkan untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat.
Di bidang lingkungan dan kesejahteraan, Pemkot membangun sanitasi layak di 230 RT, membedah 26 rumah warga terdampak bencana, serta membentuk 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Ratusan pelaku UMKM juga difasilitasi sertifikasi halal gratis untuk meningkatkan daya saing ekonomi kerakyatan.
Memasuki 2026, Pemkot Tangsel menargetkan penguatan ekosistem digital dalam layanan publik, pendidikan, dan kesehatan agar masyarakat memiliki standar hidup yang semakin baik dan mampu bersaing secara global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)