FITNESS & HEALTH

Dokter Ingatkan Orang Tua Jangan Asal Kasih Anak Makan Pedas

Aulia Putriningtias
Selasa 21 Juli 2026 / 19:41
Ringkasnya gini..
  • Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A(K) meminta agar orang tua tidak asal memberikan makan.
  • Ada beberapa penyakit yang kerap menyerang anak imbas asal mengonsumsi makanan atau minuman.
  • Mulai dari sakit perut berulang, mual, sulit buang air besar (BAB), atau berat badan yang tidak kunjung naik.
Jakarta: Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A(K) meminta agar orang tua tidak asal memberikan makan. Khususnya makanan pedas.

Hal ini dikarenakan anak bisa saja mengalami gangguan tumbuh kembangnya. Terlebih, sistem pencernaan pada anak belum sepenuhnya optimal dan cenderung sensitif.

"Jangan karena pengaruh gaya hidup dan mencoba makanan pedas yang viral, membuat kesehatan anak terganggu. Bahkan, tumbuh kembangnya jadi terganggu," katanya dalam temu media bersama Eka Hospital di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026. 

Ada beberapa penyakit yang kerap menyerang anak imbas asal mengonsumsi makanan atau minuman. Mulai dari sakit perut berulang, mual, sulit buang air besar (BAB), atau berat badan yang tidak kunjung naik.

Perut anak lebih sensitif karena sistem pencernaannya masih berkembang. Faktor utamanya adalah anatomi usus yang belum sempurna. Inilah yang membuat anak dapat mengalami beberapa masalah pencernaan.

Dokter Eva pun menambahkan bahwa ada beberapa tanda yang sebaiknya orang tua perlu perhatikan terkait masalah perut pada anak, seperti:

- Muntah atau diare kronis yang tidak kunjung sembuh dalam hitungan minggu.
- Mengalami buang air besar disertai darah.
- Mengalami stunting atau kurva berat badan tidak naik atau bahkan turun drastis.
- Nyeri perut hebat yang timbul berulang kali hingga mengganggu aktivitas atau tidur anak.
- Kulit dan bagian putih mata anak tampak kuning.
- Batuk atau sesak yang susah sembuh.
- Sakit dada.
- Sendawa yang berkepanjangan.
- Bau mulut.
 

Dokter spesialis gastro, paling cocok untuk bisa berkonsultasi


Mungkin tak sedikit orang tua belum tahu bahwa ada dokter spesialis gastro. Dokter spesialis ini ahli dalam menangani mendiagnosis, mengobati, dan mengelola gangguan pada seluruh sistem pencernaan.

Hal ini mulai dari kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, serta organ hati (liver) dan pankreas pada bayi, anak-anak, hingga remaja. Jadi, ini sangat cocok untuk si kecil yang sedang mengalami gangguan.

Pada pemeriksaannya, dokter biasanya melakukan tindakan endoskopi. Prosedur ini menggunakan selang fleksibel tipis yang dilengkapi kamera kecil (endoskop).

dr. Eva kembali menjelaskan, meskipun prinsip kerjanya sama dengan orang dewasa, endoskopi pada anak memiliki perbedaan, yaitu:
 

1. Ukuran alat

Menggunakan alat endoskop pediatrik khusus yang berdiameter sangat kecil dan fleksibel disesuaikan dengan ukuran kerongkongan bayi atau anak.
 

2. Sedasi

Berbeda dengan dewasa yang terkadang hanya menggunakan bius lokal tenggorokan, tindakan endoskopi anak wajib menggunakan sedasi agar anak tertidur pulas, tidak merasa cemas, dan tidak bergerak selama prosedur demi keamanan maksimal.
 

3. Tim medis khusus

Tindakan dipandu langsung oleh dokter gastro anak dan dibantu oleh perawat khusus endoskopi untuk memantau fungsi vital anak secara ketat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH