FITNESS & HEALTH

Diresmikan Menkes Budi, Bayer Luncurkan Multiple Micronutrient Supplement

Aulia Putriningtias
Kamis 15 Januari 2026 / 15:11
Depok: Bayer kembali memperkuat ekosistem kesehatan nasional dengan meluncurkan Multiple Micronutrient Supplement (MMS) serta penguatan Bayer Global R&D Center di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di mana pemerintah menegaskan pentingnya peran industri dalam mendukung agenda kesehatan nasional. Langkah dari Bayer merupakan upaya mendukung prioritas nasional.

"Penguatan produksi MMS dan R&D di dalam negeri merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan produk kesehatan yang bermutu serta mendukung prioritas nasional, termasuk kesehatan ibu dan anak," kata Budi Gunadi saat memberikan sambutannya, Kamis, 14 Januari 2026.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) juga mendorong industri untuk terus mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku. Selain itu, juga diperlukan dalam menerapkan cara pembuatan obat yang baik secara konsisten.

Priscilla Silvan Prarizta, Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis mengatakan bahwa Bayer menginvestasikan 1.4 juta euro atau setara 26 miliar Rupiah untuk mengoptimalkan output produksi hingga 20 persen.

Kapasitas produksi Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk kebutuhan domestik maupun global. Khusus untuk MMS, pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis mampu memproduksi hingga 1.2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister.


Menkes Budi saat membuka fasilitas produk MMS Bayer di Depok. Dok. Ist

"Investasi untuk pengembangan fasilitas produksi MMS ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam menurunkan stunting melalui penyediaan suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi dan aman bagi ibu hamil, sekaligus memastikan akses yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia," jelas Priscilla.

Selain peningkatan lini manufaktur, pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis juga melakukan penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D). Fasilitas R&D ini tidak mengembangkan obat atau molekul baru, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan optimalisasi formulasi.

Jerry Meisel selaku Bayer VP Global Technical Excellence and R&D Operations mengatakan bahwa penguatan kapabilitas R&D ini ditujukan untuk memastikan produk tetap aman, efektif, dan stabil di berbagai kondisi iklim. Ini sekaligus terhubung secara penuh dengan jejaring R&D global Bayer.

"Peran R&D di Indonesia ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pasar domestik serta memperkuat rantai pasok global," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH