FITNESS & HEALTH
Kapan Sih Waktu Paling Pas Konsumsi Vitamin D, Biar Gak Waste?
Mia Vale
Senin 06 Juli 2026 / 09:05
- Vitamin D itu emang essential banget buat tulang kuat dan jaga imun tubuh tetap on point.
- Walaupun sumber utamanya dari sinar matahari, banyak dari kita yang tetap butuh suplemen tambahan.
- Minum suplemen Vitamin D bareng makanan agar hasilnya maksimal dan efektif.
Jakarta: Vitamin D itu emang essential banget buat tulang kuat dan jaga imun tubuh tetap on point. Walaupun sumber utamanya dari sinar matahari, banyak dari kita yang tetap butuh suplemen tambahan biar kebutuhan harian terpenuhi.
Tapi ingat, cara minumnya nggak boleh asal, ya! Supaya hasilnya maksimal dan gak sia-sia, kamu perlu tahu waktu dan cara konsumsi yang paling pas.
So, jangan sampai skip tips ini kalau mau suplemen vitamin D kamu bekerja effortlessly di tubuh!
Bila ditanya kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi vitamin D, jawabnya setelah makan, utamanya setelah mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan, telur, kacang-kacangan, atau alpukat.
Hal ini karena vitamin D termasuk vitamin yang larut dalam lemak, sehingga penyerapannya dapat lebih optimal jika dikonsumsi bersama makanan berlemak.
Usahakan meminumnya di jam yang sama setiap hari agar tidak mudah lupa dan kadar di dalam darah tetap stabil.
.jpg)
(Selain baik untuk tulang dan gigim vitamin D berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung fungsi otot, menjaga kesehatan jantung. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Sebagian orang mungkin lebih memilih untuk mengonsumsi suplemen, seperti vitamin D, tepat di pagi hari. Dan pada prinsipnya, vitamin D memang lebih dianjurkan diminum pada pagi atau siang hari.
Pada waktu tersebut, metabolisme tubuh sedang aktif sehingga penyerapan nutrisi dapat berlangsung lebih baik.
Selain sering kali lebih praktis, mengingat untuk minum vitamin di pagi hari mungkin juga lebih mudah dibandingkan melakukannya di waktu lain sepanjang hari.
Menurut laman Healthline, hal ini dilakukan karena ada sebagian orang yang mengonsumsi lebih dari satu jenis suplemen.
Dengan kata lain, mengatur jadwal minum suplemen atau obat secara terpisah sepanjang hari bisa jadi cukup merepotkan.
Oleh karena itu, membiasakan diri untuk mengonsumsi suplemen vitamin D bersamaan dengan sarapan yang bergizi bisa sangat bermanfaat.
Lantas, bagaimana bisa seseorang lebih memilih mengonsumsi vitamin D kala menjelang malam? Nah, berkaitan hal ini, ada bukti yang menunjukkan bahwa kadar vitamin D dapat memengaruhi tidur, meskipun hubungan pastinya belum diketahui secara jelas.
Contoh, sebuah tinjauan terhadap beberapa penelitian pada tahun 2021 mencatat bahwa vitamin D dapat memengaruhi produksi melatonin dalam tubuh.
Melatonin sendiri merupakan hormon yang membantu mengatur siklus tidur-bangun tubuh kamu. Menurut tinjauan tersebut, kadar vitamin D yang rendah sebelum tidur mungkin berkaitan dengan peningkatan konversi serotonin, hormon lainnya menjadi melatonin.
Artinya, mengonsumsi vitamin D menjelang waktu tidur dapat menyebabkan penurunan kadar melatonin, yang berpotensi mengganggu tidur.
Namun, penelitian lain, termasuk tinjauan dan analisis penelitian tahun 2024, menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D justru dapat meningkatkan kualitas tidur.
Vitamin D dapat memberikan dampak yang berbeda pada setiap orang. Kamu mungkin perlu bereksperimen dengan mengonsumsi suplemen vitamin D pada waktu yang berbeda sepanjang hari untuk menemukan cara yang paling cocok untuk tubuhmu.
Suplemen memang cara sat-set buat naikin level vitamin D. Karena sifatnya yang larut dalam lemak, bakal lebih nendang kalau diminum barengan sama makanan.
Cuma ingat, "jam tayang" terbaik buat tiap orang bisa beda-beda tergantung kondisi tubuh dan suplemen lain yang lagi dikonsumsi.
So, coba deh cari ritme yang paling pas buat kamu, atau jangan ragu buat tanya ke ahlinya kalau butuh guidance lebih lanjut biar hasilnya makin maksimal!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Tapi ingat, cara minumnya nggak boleh asal, ya! Supaya hasilnya maksimal dan gak sia-sia, kamu perlu tahu waktu dan cara konsumsi yang paling pas.
So, jangan sampai skip tips ini kalau mau suplemen vitamin D kamu bekerja effortlessly di tubuh!
Waktu terbaik minum vitamin D
Bila ditanya kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi vitamin D, jawabnya setelah makan, utamanya setelah mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan, telur, kacang-kacangan, atau alpukat.
Hal ini karena vitamin D termasuk vitamin yang larut dalam lemak, sehingga penyerapannya dapat lebih optimal jika dikonsumsi bersama makanan berlemak.
Usahakan meminumnya di jam yang sama setiap hari agar tidak mudah lupa dan kadar di dalam darah tetap stabil.
Meminum vitamin D saat pagi hari
.jpg)
(Selain baik untuk tulang dan gigim vitamin D berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung fungsi otot, menjaga kesehatan jantung. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Sebagian orang mungkin lebih memilih untuk mengonsumsi suplemen, seperti vitamin D, tepat di pagi hari. Dan pada prinsipnya, vitamin D memang lebih dianjurkan diminum pada pagi atau siang hari.
Pada waktu tersebut, metabolisme tubuh sedang aktif sehingga penyerapan nutrisi dapat berlangsung lebih baik.
Selain sering kali lebih praktis, mengingat untuk minum vitamin di pagi hari mungkin juga lebih mudah dibandingkan melakukannya di waktu lain sepanjang hari.
Menurut laman Healthline, hal ini dilakukan karena ada sebagian orang yang mengonsumsi lebih dari satu jenis suplemen.
Dengan kata lain, mengatur jadwal minum suplemen atau obat secara terpisah sepanjang hari bisa jadi cukup merepotkan.
Oleh karena itu, membiasakan diri untuk mengonsumsi suplemen vitamin D bersamaan dengan sarapan yang bergizi bisa sangat bermanfaat.
Bila diminum menjelang malam
Lantas, bagaimana bisa seseorang lebih memilih mengonsumsi vitamin D kala menjelang malam? Nah, berkaitan hal ini, ada bukti yang menunjukkan bahwa kadar vitamin D dapat memengaruhi tidur, meskipun hubungan pastinya belum diketahui secara jelas.
Contoh, sebuah tinjauan terhadap beberapa penelitian pada tahun 2021 mencatat bahwa vitamin D dapat memengaruhi produksi melatonin dalam tubuh.
Melatonin sendiri merupakan hormon yang membantu mengatur siklus tidur-bangun tubuh kamu. Menurut tinjauan tersebut, kadar vitamin D yang rendah sebelum tidur mungkin berkaitan dengan peningkatan konversi serotonin, hormon lainnya menjadi melatonin.
Artinya, mengonsumsi vitamin D menjelang waktu tidur dapat menyebabkan penurunan kadar melatonin, yang berpotensi mengganggu tidur.
Namun, penelitian lain, termasuk tinjauan dan analisis penelitian tahun 2024, menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D justru dapat meningkatkan kualitas tidur.
Vitamin D dapat memberikan dampak yang berbeda pada setiap orang. Kamu mungkin perlu bereksperimen dengan mengonsumsi suplemen vitamin D pada waktu yang berbeda sepanjang hari untuk menemukan cara yang paling cocok untuk tubuhmu.
Baca Juga :
Wajib Tahu! 5 Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin D
Suplemen memang cara sat-set buat naikin level vitamin D. Karena sifatnya yang larut dalam lemak, bakal lebih nendang kalau diminum barengan sama makanan.
Cuma ingat, "jam tayang" terbaik buat tiap orang bisa beda-beda tergantung kondisi tubuh dan suplemen lain yang lagi dikonsumsi.
So, coba deh cari ritme yang paling pas buat kamu, atau jangan ragu buat tanya ke ahlinya kalau butuh guidance lebih lanjut biar hasilnya makin maksimal!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)