FITNESS & HEALTH
Lagi Viral Tren Patch Vitamin yang Sat-Set, tapi Beneran Efektif Gak Sih?
Yatin Suleha
Rabu 08 April 2026 / 10:05
- Belakangan ini, dunia kesehatan lagi ramai banget sama inovasi seru yang bikin gaya hidup jadi lebih praktis.
- Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah suplemen dalam bentuk patch atau stiker yang tinggal ditempel di kulit.
- Patch vitamin adalah inovasi suplemen berbentuk plester atau koyo yang ditempelkan pada kulit untuk menghantarkan vitamin dan nutrisi.
Jakarta: Belakangan ini, dunia kesehatan lagi ramai banget sama inovasi seru yang bikin gaya hidup jadi lebih praktis. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah suplemen dalam bentuk patch atau stiker yang tinggal ditempel di kulit.
Produk ini viral karena menawarkan cara baru buat dapetin vitamin tanpa harus ribet menelan pil atau kapsul yang kadang bikin malas.
Konsepnya pun simpel dan modern banget; tinggal tempel saja, lalu nutrisinya bakal terserap perlahan sepanjang hari tanpa kamu sadari.
Bagi yang memiliki masalah pencernaan atau kesulitan minum suplemen, metode ini terlihat sangat menjanjikan. Namun, di balik kepraktisannya, muncul pertanyaan penting, yaitu apakah patch vitamin benar-benar efektif, atau hanya sekadar tren?
Dilansir dari Solice, patch suplemen bekerja dengan cara menyalurkan vitamin dan mineral langsung melalui kulit, sehingga tidak perlu melewati lambung dan sistem pencernaan.
Metode ini dianggap bisa mengurangi risiko gangguan penyerapan, akibat asam lambung atau masalah pencernaan lainnya.
Oleh karena itu, patch sering dipilih oleh orang dengan perut sensitif, atau yang tidak nyaman mengonsumsi suplemen oral. Selain itu, penggunaannya juga praktis karena cukup ditempel dan dibiarkan bekerja sepanjang hari.
Sistem ini sekilas mirip dengan produk, seperti semprotan atau losion magnesium yang juga diserap lewat kulit. Bedanya, patch dirancang untuk memberikan nutrisi secara stabil ke seluruh tubuh dalam jangka waktu tertentu, bukan hanya pada area tertentu seperti otot.
Meski terdengar canggih, tidak semua jenis vitamin bisa terserap dengan optimal melalui kulit, sehingga hasilnya bisa berbeda-beda pada setiap orang.

(Patch vitamin adalah inovasi suplemen berbentuk plester atau koyo yang ditempelkan pada kulit untuk menghantarkan vitamin dan nutrisi langsung ke dalam aliran darah melalui teknologi transdermal. Foto: Dok. Parkview Health)
Efektivitas patch vitamin sebenarnya tidak bisa disamaratakan. Beberapa nutrisi dengan molekul kecil, seperti vitamin D, memang lebih mudah menembus lapisan kulit sehingga berpotensi bekerja lebih baik.
Namun, untuk vitamin lain seperti B12, proses penyerapan lewat kulit cenderung lebih sulit dan kurang maksimal, dibandingkan metode lain. Selain itu, ada juga faktor psikologis yang berperan.
Menggunakan patch bisa memberikan rasa “sedang merawat diri”, yang secara tidak langsung meningkatkan perasaan positif.
Efek ini dikenal sebagai efek plasebo, yang meskipun bukan berasal dari kandungan aktif, tetap bisa memberikan dampak pada kesejahteraan secara keseluruhan.
Penggunaan patch memiliki beberapa keunggulan. Selain praktis, patch juga mampu melepaskan nutrisi secara bertahap sepanjang hari. Ini membuatnya cocok, untuk yang tidak suka minum pil atau memiliki gangguan pencernaan.
Namun, ada juga sisi yang perlu diperhatikan. Penyerapan nutrisi tidak selalu optimal, terutama untuk jenis vitamin tertentu.
Selain itu, beberapa orang bisa mengalami iritasi kulit akibat bahan perekat. Ditambah lagi, regulasi produk patch belum seketat suplemen konvensional, sehingga kualitas tiap merek bisa berbeda.
Patch vitamin sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber nutrisi. Dalam beberapa kasus, seperti kebutuhan vitamin D, patch bisa menjadi pilihan tambahan yang praktis.
Namun, untuk nutrisi lain seperti B12, metode seperti suntikan atau suplemen sublingual biasanya lebih efektif. Oleh karena itu, patch lebih tepat digunakan sebagai pelengkap, bukan sebagai solusi utama.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Produk ini viral karena menawarkan cara baru buat dapetin vitamin tanpa harus ribet menelan pil atau kapsul yang kadang bikin malas.
Konsepnya pun simpel dan modern banget; tinggal tempel saja, lalu nutrisinya bakal terserap perlahan sepanjang hari tanpa kamu sadari.
Bagi yang memiliki masalah pencernaan atau kesulitan minum suplemen, metode ini terlihat sangat menjanjikan. Namun, di balik kepraktisannya, muncul pertanyaan penting, yaitu apakah patch vitamin benar-benar efektif, atau hanya sekadar tren?
Dilansir dari Solice, patch suplemen bekerja dengan cara menyalurkan vitamin dan mineral langsung melalui kulit, sehingga tidak perlu melewati lambung dan sistem pencernaan.
Metode ini dianggap bisa mengurangi risiko gangguan penyerapan, akibat asam lambung atau masalah pencernaan lainnya.
Oleh karena itu, patch sering dipilih oleh orang dengan perut sensitif, atau yang tidak nyaman mengonsumsi suplemen oral. Selain itu, penggunaannya juga praktis karena cukup ditempel dan dibiarkan bekerja sepanjang hari.
Sistem ini sekilas mirip dengan produk, seperti semprotan atau losion magnesium yang juga diserap lewat kulit. Bedanya, patch dirancang untuk memberikan nutrisi secara stabil ke seluruh tubuh dalam jangka waktu tertentu, bukan hanya pada area tertentu seperti otot.
Meski terdengar canggih, tidak semua jenis vitamin bisa terserap dengan optimal melalui kulit, sehingga hasilnya bisa berbeda-beda pada setiap orang.
Efektivitas dan efek patch suplemen

(Patch vitamin adalah inovasi suplemen berbentuk plester atau koyo yang ditempelkan pada kulit untuk menghantarkan vitamin dan nutrisi langsung ke dalam aliran darah melalui teknologi transdermal. Foto: Dok. Parkview Health)
Efektivitas patch vitamin sebenarnya tidak bisa disamaratakan. Beberapa nutrisi dengan molekul kecil, seperti vitamin D, memang lebih mudah menembus lapisan kulit sehingga berpotensi bekerja lebih baik.
Namun, untuk vitamin lain seperti B12, proses penyerapan lewat kulit cenderung lebih sulit dan kurang maksimal, dibandingkan metode lain. Selain itu, ada juga faktor psikologis yang berperan.
Menggunakan patch bisa memberikan rasa “sedang merawat diri”, yang secara tidak langsung meningkatkan perasaan positif.
Efek ini dikenal sebagai efek plasebo, yang meskipun bukan berasal dari kandungan aktif, tetap bisa memberikan dampak pada kesejahteraan secara keseluruhan.
Kelebihan dan kekurangan patch suplemen
Penggunaan patch memiliki beberapa keunggulan. Selain praktis, patch juga mampu melepaskan nutrisi secara bertahap sepanjang hari. Ini membuatnya cocok, untuk yang tidak suka minum pil atau memiliki gangguan pencernaan.
Namun, ada juga sisi yang perlu diperhatikan. Penyerapan nutrisi tidak selalu optimal, terutama untuk jenis vitamin tertentu.
Selain itu, beberapa orang bisa mengalami iritasi kulit akibat bahan perekat. Ditambah lagi, regulasi produk patch belum seketat suplemen konvensional, sehingga kualitas tiap merek bisa berbeda.
Peran patch dalam rutinitas kesehatan
Patch vitamin sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya sumber nutrisi. Dalam beberapa kasus, seperti kebutuhan vitamin D, patch bisa menjadi pilihan tambahan yang praktis.
Namun, untuk nutrisi lain seperti B12, metode seperti suntikan atau suplemen sublingual biasanya lebih efektif. Oleh karena itu, patch lebih tepat digunakan sebagai pelengkap, bukan sebagai solusi utama.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)