FITNESS & HEALTH

Stop Ragu Vaksin Campak! Ini Alasan Kenapa Lebih Untung dari Awal

A. Firdaus
Rabu 01 April 2026 / 11:07
Ringkasnya gini..
  • Upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh.
  • Rendahnya cakupan vaksinasi membuka peluang bagi virus.
  • Biayanya jauh lebih kecil dibandingkan dampak yang ditimbulkan.
Jakarta: Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Sukamto Koesnoe, menekankan pentingnya edukasi publik dan peningkatan cakupan vaksinasi sebagai langkah utama dalam menekan penyebaran campak di Indonesia.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi tersebut menyebutkan bahwa, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah, serta masyarakat.

Dalam forum PAPDI dan konferensi pers di Jakarta, Sukamto menjelaskan bahwa vaksinasi merupakan bentuk investasi kesehatan jangka panjang yang lebih efisien, dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan jika terjadi wabah.
 
“Kalau dihitung, vaksin itu investasi. Biayanya jauh lebih kecil dibandingkan dampak yang ditimbulkan jika terjadi outbreak,” ujar Sukamto melansir Antara.

Ia memaparkan, biaya vaksin campak berkisar Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per dosis. Sementara itu, dampak wabah bisa jauh lebih besar, mulai dari biaya perawatan di rumah sakit hingga potensi hilangnya produktivitas masyarakat.

Tak hanya itu, wabah penyakit menular juga dapat meningkatkan beban sistem kesehatan serta berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi secara luas.

Sukamto menambahkan, rendahnya cakupan vaksinasi membuka peluang bagi virus untuk menyebar lebih luas, terutama pada kelompok yang belum memiliki kekebalan. Karena itu, edukasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mengatasi keraguan terhadap imunisasi.

Sukamto menegaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar dan mudah dipahami kepada pasien. Komunikasi yang aktif, jelas, dan persuasif dari dokter diyakini dapat meningkatkan penerimaan vaksinasi, termasuk pada masyarakat yang sebelumnya masih ragu.

PAPDI mencatat terdapat lebih dari 6.300 dokter spesialis penyakit dalam di seluruh Indonesia yang dapat berperan sebagai agen edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH