Jakarta: Menurut American Migraine Foundation, migrain memengaruhi 12 persen dari populasi (sekitar 39 juta orang Amerika). Dan pasien dari migrain tersebut, sekitar 25 persennya mengalami aura (gangguan sensorik) yang berarti bahwa lebih dari 9 juta orang menderita migrain aura di Amerika Serikat.
Gangguan sensorik diantaranya adalah blind spots (area visibilitas atau bidang pandang yang tidak terlihat oleh pengendara kendaraan karena beberapa faktor), kesulitan bicara, mati rasa, dan kebingungan.
Aura biasanya berlangsung 20-60 menit sebelum migrain terjadi, meskipun beberapa pasien mengalami aura tanpa disertai rasa sakit kepala.
"Kami percaya bahwa depresi penyebaran kortikal adalah alasan mengapa Anda mengalami aura," kata Cathy Glaser, direktur eksekutif Migraine Research Foundation.
“Migrain aura terjadi ketika ada kekuatan listrik yang melewati otak Anda sehingga terjadi aura. Penyebabnya masih belum diketahui,” tambahnya.

(Penderita Migrain aura biasanya mengalami blind spots (area visibilitas atau bidang pandang yang tidak terlihat oleh pengendara kendaraan karena beberapa faktor), kesulitan bicara, mati rasa, dan kebingungan. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
Penderita migrain aura paling banyak adalah wanita. Migraine Research Foundation mencatat bahwa 28 juta dari 39 juta penderita migrain adalah wanita, dengan peningkatan kejadian selama tahun-tahun reproduksi.
Wanita yang sudah memasuki usia 40 tahun juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami migrain aura.
Dan sebagai langkah pencegahan, suplemen magnesium dapat menjaga untuk terjadinya aura. Pada 2018 lalu, sebuah obat baru yang bernama Emgality mulai diperkenalkan. Emgality termasuk dalam kelas obat yang disebut inhibitor CGRP, bertujuan untuk mengurangi frekuensi migrain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)