FITNESS & HEALTH

Tren Self-Care Meningkat, Asia Pasifik Perkuat Kolaborasi Kesehatan

A. Firdaus
Sabtu 31 Oktober 2026 / 08:45
Ringkasnya gini..
  • Lebih dari 140 inisiatif self-care berkembang di Asia Pasifik. APSMI Summit 2026 di Bali membahas literasi kesehatan, akses obat bebas, dan kolaborasi sistem kesehatan.
  • Tren ini menjadi salah satu pembahasan dalam Asia Pacific Self-Medication Industry (APSMI) Summit 2026 yang digelar di Bali.
  • APSMI bersama IPSOS meluncurkan survei regional pertamanya di Asia yang membahas pelabelan digital.
Bali: Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara mandiri atau self-care semakin berkembang di kawasan Asia Pasifik. Upaya ini tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan menjaga kesehatan sehari-hari, tetapi juga mencakup peningkatan literasi kesehatan, pemanfaatan teknologi digital, hingga akses terhadap layanan dan produk kesehatan yang aman.

Perkembangan tersebut terlihat dari lebih dari 140 inisiatif self-care di berbagai negara Asia Pasifik sepanjang 2025 hingga 2026. Berbagai program tersebut sejalan dengan Bangkok Joint Initiative 2024, yang mendorong penguatan perawatan mandiri melalui kolaborasi, tata kelola, edukasi, dan pemanfaatan teknologi.

Tren ini menjadi salah satu pembahasan dalam Asia Pacific Self-Medication Industry (APSMI) Summit 2026 yang digelar di Bali. Mengangkat tema "Self-Care in Healthcare: Scaling Partnership for Better Health Outcomes", pertemuan tersebut mempertemukan regulator, pemimpin kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan, akademisi, dan pelaku industri dari berbagai negara.
 

Sejumlah isu yang dibahas meliputi penyederhanaan regulasi, akses obat bebas atau over-the-counter (OTC), penggunaan obat yang telah beralih dari resep dokter menjadi obat bebas (switched medicines), pelabelan digital, hingga peran apoteker dalam menghadapi resistansi antimikroba.

Diskusi tersebut menyoroti pentingnya memastikan masyarakat memiliki informasi yang tepat sebelum mengambil keputusan terkait kesehatan secara mandiri.
 

Self-Care Berpotensi Mengurangi Beban Sistem Kesehatan


Perawatan mandiri dinilai memiliki manfaat bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi sistem kesehatan. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan dan akses terhadap pilihan perawatan yang tepat, sejumlah keluhan kesehatan dapat ditangani secara mandiri sesuai panduan yang berlaku.

Ketua APSMI sekaligus perwakilan GP Farmasi dan CEO PT Konimex, Rachmadi Joesoef, mengatakan self-care telah memberikan kontribusi nyata terhadap efisiensi sistem kesehatan.

Ia mengutip penelitian Global Self-Care Federation yang memperkirakan praktik perawatan mandiri menghasilkan penghematan biaya sistem kesehatan global sebesar USD144 miliar setiap tahun.

Selain itu, praktik tersebut disebut dapat menghemat 2,20 miliar jam waktu dokter serta 13 miliar jam waktu individu yang biasanya digunakan untuk perjalanan dan menunggu layanan kesehatan.

Menurut Rachmadi, peluang berikutnya adalah memperluas penerapan self-care yang bertanggung jawab di kawasan Asia Pasifik. Upaya tersebut membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, hingga industri.
 

Regulator Perkuat Kerja Sama melalui Platform Self-CARER


Kolaborasi lintas negara juga menjadi perhatian dalam pertemuan di Bali. Para regulator berkesempatan bertukar pengalaman, membahas tantangan, serta berbagi praktik terbaik dalam mengembangkan kebijakan perawatan mandiri.

Salah satu wadah kolaborasi yang dibahas adalah Self-CARER, platform strategis yang mempertemukan otoritas regulator, pakar kesehatan, dan Asia Pacific Self-Medication Industry (APSMI).

Takayuki Okubo, Co-Chair Self-CARER sekaligus Director Office of International Regulatory Affairs, Pharmaceutical Safety Bureau, Ministry of Health, Labour and Welfare Jepang, mengatakan platform tersebut bertujuan menerjemahkan dialog antarnegara menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, pertukaran pengalaman dan praktik terbaik selama tiga hari pertemuan menunjukkan pentingnya kolaborasi regional untuk mendorong kemajuan di bidang perawatan mandiri.


Lebih dari 140 Inisiatif Self-Care di Asia Pasifik


Perkembangan self-care di kawasan Asia Pasifik juga terlihat dari berbagai program yang dilaporkan selama dua tahun terakhir.

Sepanjang 2026 saja, terdapat 81 inisiatif yang dilaporkan oleh 17 organisasi di 10 pasar. Program tersebut mencakup edukasi dan literasi kesehatan, pemanfaatan teknologi digital, kolaborasi pemerintah dan swasta, penguatan tata kelola, serta pengembangan nilai ekonomi dan sosial dari perawatan mandiri.

Jika digabungkan dengan berbagai kegiatan yang dilaporkan pada 2025, jumlah inisiatif yang selaras dengan prioritas Bangkok Joint Initiative 2024 telah melampaui 140 program.

Manjulaa Narasimhan, ilmuwan WHO sekaligus Lead Self Care, menyampaikan bahwa pilihan perawatan mandiri berbasis bukti ilmiah semakin melengkapi layanan kesehatan di fasilitas medis.

Pendekatan tersebut dinilai dapat mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sepanjang siklus kehidupan, sekaligus membantu menjawab sejumlah tantangan kesehatan masyarakat di kawasan Asia Pasifik.

Ia juga menyoroti kontribusi self-care dalam meningkatkan literasi kesehatan, memperluas akses, mendorong pemerataan layanan, serta memperkuat kapasitas sistem kesehatan.


Digitalisasi Jadi Bagian dari Penguatan Self-Care


Selain edukasi kesehatan, pemanfaatan teknologi digital turut menjadi perhatian dalam APSMI Summit 2026.

APSMI bersama IPSOS meluncurkan survei regional pertamanya di Asia yang membahas pelabelan digital atau digital e-labelling serta penyederhanaan regulasi produk perawatan mandiri kategori obat bebas (OTC).

Hasil survei tersebut dibahas dalam forum Self-CARER untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya. Pembahasannya mencakup pengembangan praktik terbaik, penyederhanaan regulasi, dan kolaborasi di bidang kesehatan digital.

Pelabelan digital diharapkan dapat mendukung akses masyarakat terhadap informasi produk kesehatan. Dengan informasi yang lebih mudah diakses dan dipahami, konsumen dapat membuat keputusan penggunaan produk secara lebih bijak.

Indonesia sebagai tuan rumah APSMI Summit 2026 juga menjadi ruang penting untuk membahas pengembangan self-care melalui inovasi regulasi, partisipasi masyarakat yang lebih terinformasi, serta penguatan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.

Direktur Jenderal Global Self-Care Federation, Greg Perry, mengatakan kemajuan self-care di Asia Pasifik tidak terlepas dari kolaborasi regulator, industri, asosiasi, dan pakar kesehatan.

Menurut dia, kerja sama tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memberdayakan masyarakat agar mampu mengambil keputusan kesehatan berdasarkan informasi yang tepat dan berperan lebih aktif dalam menjaga kesehatannya.

Melalui kolaborasi regional, penguatan literasi, dan pemanfaatan teknologi, self-care diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses kesehatan sekaligus mendukung sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH