FITNESS & HEALTH

Spill Tes CVS! Cara Deteksi Dini Kondisi Genetik Janin Biar Gak Menebak-nebak

Yatin Suleha
Jumat 20 Maret 2026 / 17:00
Ringkasnya gini..
  • Pengambilan sampel villi korionik atau chorionic villus sampling (CVS) merupakan tes prenatal.
  • Tes CVS atau amniocentesis biasanya dipilih oleh ibu hamil yang memiliki risiko lebih tinggi.
  • Dalam prosedur ini, dokter mengambil sampel sel dari bagian kecil pada plasenta, yang disebut villi korionik.
Jakarta: Pengambilan sampel villi korionik atau chorionic villus sampling (CVS) merupakan tes prenatal, yang digunakan untuk mendiagnosis kelainan kromosom, seperti Down syndrome serta berbagai gangguan genetik lainnya.

Dilansir dari BabyCenter, dalam prosedur ini, dokter mengambil sampel sel dari bagian kecil pada plasenta, yang disebut villi korionik. 

Bagian ini berbentuk, seperti tonjolan kecil menyerupai jari dan mengandung materi genetik, yang sama dengan janin. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium, untuk dilakukan pemeriksaan genetik.

CVS sering menjadi alternatif dari Amniocentesis. Kedua tes ini, termasuk pemeriksaan diagnostik yang dapat menghasilkan karyotipe, yaitu gambaran susunan kromosom bayi. 
 
Melalui hasil tersebut, dokter dapat melihat apakah terdapat kelainan kromosom. Selain itu, jenis kelamin bayi juga dapat diketahui jika informasi tersebut diinginkan.

Tes CVS atau amniocentesis biasanya dipilih oleh ibu hamil yang memiliki risiko lebih tinggi, terhadap gangguan kromosom atau genetik. Hal ini karena kedua prosedur tersebut bersifat invasif, dan memiliki risiko kecil terjadinya keguguran.

Salah satu kelebihan CVS dibandingkan amniocentesis adalah waktu pemeriksaannya, yang lebih awal. Tes ini umumnya, dapat dilakukan pada usia kehamilan sekitar minggu ke-10 hingga ke-13. 

Sementara itu, amniocentesis biasanya baru dapat dilakukan, setelah usia kehamilan mencapai sekitar minggu ke-15.
 

Masalah apa saja yang dapat didiagnosis oleh CVS?



(Chorionic Villus Sampling (CVS) adalah tes yang dilakukan pada masa awal kehamilan untuk memeriksa bila terjadi masalah-masalah tertentu pada janin. Foto: Dok. iStock/Herjua)

Seperti amniocentesis, tes CVS dapat membantu mendeteksi berbagai kondisi genetik dan kelainan kromosom pada janin, antar lain:

1. Hampir semua kelainan kromosom, termasuk Down syndrome, Trisomi 13, Trisomi 18, serta kelainan kromosom seks seperti Sindrom Turner. Tes ini dapat mengidentifikasi adanya kondisi tersebut, tetapi tidak dapat menentukan tingkat keparahannya.


2. Ratusan gangguan genetik, seperti Fibrosis Kistik, Anemia Sel Sabit, dan Penyakit Tay‑Sachs. Pemeriksaan ini tidak otomatis mengecek semua penyakit tersebut, tetapi jika terdapat risiko tinggi terhadap kondisi tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan khusus untuk mendeteksinya.

CVS tidak dapat mendeteksi cacat tabung saraf, seperti Spina Bifida. Cara yang paling akurat untuk mendeteksi kondisi tersebut biasanya melalui pemeriksaan USG, pada trimester kedua.
 

Seberapa akurat CVS?


Tes CVS memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Peluang mendapatkan hasil, yang tepat berkisar antara 98 hingga 99%, sedangkan kemungkinan hasil yang tidak jelas sekitar 1 hingga 2%.

Hasil yang tidak jelas ini dikenal sebagai mosaik plasenta terbatas. Kondisi ini terjadi ketika sebagian sel plasenta yang dianalisis menunjukkan kromosom abnormal, sementara sebagian lainnya normal.

Jika hasil CVS menunjukkan kondisi mosaik, biasanya diperlukan pemeriksaan lanjutan, seperti amniocentesis atau tes lain untuk memastikan, apakah janin benar-benar mengalami kelainan tersebut.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH