FAMILY

Mengenal Fase Crowning Saat Persalinan

A. Firdaus
Sabtu 24 Januari 2026 / 16:21
Jakarta: Saat persalinan memasuki tahap akhirnya, fase crowning menjadi momen yang paling menegangkan dan penuh harapan bagi ibu dan keluarga.

Ini adalah waktu di mana emosi bercampur aduk antara kegembiraan, antisipasi, dan sedikit ketakutan, saat wajah bayi mulai muncul secara bertahap yang membuat suasana ruangan semakin tegang dan penuh semangat.

Fase ini menandai akhir dari perjalanan panjang persalinan dan awal dari kehidupan baru. Fase ini tidak hanya fisik, tetapi juga emosional, di mana setiap detik penuh dengan keajaiban dan kelegaan.  

1. Kulit kepala bayi akan terlihat


Dilansir dari BabyCenter, setelah beberapa saat, perineum (jaringan di antara vagina dan anus) akan mulai membengkak dengan setiap dorongan dan tidak lama kemudian, kulit kepala bayi akan terlihat menjadi momen yang sangat menegangkan dan tanda bahwa persalinan hampir selesai.

Moms bisa meminta cermin untuk melihat bayi untuk pertama kalinya atau mungkin ingin menjulurkan tangan dan menyentuh bagian atas kepalanya. Ini adalah saat yang penuh emosi, di mana kegembiraan dan antisipasi bercampur. 
 

2. Dorongan mendorong yang kuat


Sekarang dorongan untuk mendorong menjadi semakin kuat. Dengan setiap kontraksi, semakin banyak bagian kepala bayi yang terlihat. Tekanan kepala bayi pada perineum terasa sangat intens, dan mungkin merasakan sensasi terbakar atau perih yang kuat saat jaringan mulai meregang.

Proses ini disebut 'ring of fire'.  Hal ini berlangsung hanya beberapa menit. Sensasi ini sering digambarkan sebagai sensasi terbakar singkat yang menandai bahwa bayi hampir keluar sepenuhnya. 
 

3. Petunjuk untuk melambat atau menghela napas


Pada suatu titik, tenaga medis mungkin meminta untuk mendorong dengan lebih lembut atau menghentikan dorongan sama sekali, agar kepala bayi memiliki kesempatan untuk secara bertahap meregangkan pembukaan vagina dan perineum.

Persalinan yang lambat dan terkontrol dapat membantu mencegah robekan perineum. Pada tahap ini, dorongan untuk mendorong mungkin begitu kuat. Sehingga akan diarahkan untuk menghembuskan napas atau menghela napas selama kontraksi untuk menanggulanginya.

Kadang-kadang, batuk perlahan alih-alih mendorong dapat menghasilkan penurunan kepala bayi yang lebih lambat dan mudah. Teknik ini membantu menjaga kontrol dan mengurangi risiko cedera. 
 

4. Seluruh kepala terlihat


Kepala bayi terus maju dengan setiap dorongan hingga mencapai tahap 'crown' saat bagian terlebar kepala bayi akhirnya terlihat. Suasana di ruangan akan semakin tegang saat wajah bayi mulai terlihat dari dahi, hidung, mulut, dan akhirnya dagu. Ini adalah momen klimaks di mana semua usaha terbayar, dan bayi hampir sepenuhnya lahir. 
 

5. Dokter akan menghilangkan segala hambatan


Setelah kepala bayi keluar, dokter atau bidan mungkin akan menyedot mulut dan hidung bayi, serta memeriksa lehernya untuk mencari tali pusar.

Jika tali pusar melilit leher bayi, dokter akan melepaskannya dari leher bayi atau, jika diperlukan, menjepit dan memotongnya. Langkah ini penting untuk memastikan bayi bisa bernapas dengan baik segera setelah lahir. 
 

6. Tubuh bayi keluar


Kepala bayi kemudian berputar ke samping saat bahunya berputar di dalam panggul untuk mengambil posisi keluar.

Dengan kontraksi berikutnya, akan diarahkan untuk mendorong saat bahunya keluar satu per satu, diikuti oleh tubuhnya. Setelah bahu keluar, tubuh bayi biasanya mengikuti dengan mudah dan bayi akan dikeluarkan sepenuhnya.  

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH