FITNESS & HEALTH
Konsumsi Salak Saat Hamil, Amankah? Ini Dia 5 Faktanya
Mia Vale
Rabu 29 Desember 2021 / 05:30
Jakarta: Mengalami morning sickness, umum dialami oleh wanita hamil. Biasanya kondisi ini terjadi saat tiga bulan pertama kehamilan. Rasanya memang tidak nyaman, sih! Dan biasanya para ibu hamil akan mencari sesuatu yang segar untuk meredakannya. Buah salak, salah satunya. Tapi amankah?
Meski menyegarkan dan banyak disukai, namun berdasar rumor yang berkembang, salak akan membuat kulit bayi bersisik, mengalami sembelit, atau lebih buruk lagi, melahirkan sebelum waktunya.
Mitos ini berlaku bila salak dimakan oleh wanita hamil. Nah, kalau bimbang untuk mengonsumsi salak, ada baiknya kamu membaca ulasan berikut yang sudah dilansir dari blog The Snake Fruit.
Buah salak aman dan termasuk makanan sehat selama kehamilan. Dalam setiap 100 gram salak mengandung 82 kkal, karbohidrat, protein, vitamin C, vitamin B, kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, antioksidan, beta karoten, dan serat.
Salak juga mengandung pektin yang tinggi, di mana membantu membangun sistem kecerdasan bayi dalam kandungan. Tidak hanya itu, salak juga meningkatkan memori otak.
.jpg)
(Pilih buah salak yang paling segar, hati-hati dengan buah yang terlalu lama disimpan. Mungkin busuk dan bisa menyebabkan terkena bakteri atau parasit. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
Mengenai bayi akan memiliki kulit bersisik setelah makan buah salak selama kehamilan, belum ada pembuktiannya. Pun tidak memiliki bukti ilmiah bahwa itu akan membuat wanita hamil melahirkan sebelum waktunya.
Justru salak dapat mencegah komplikasi pada ibu hamil, karena vitamin yang ter berbagai jenis vitamin, ada pula kandungan vitamin C dalam buah salak yang dapat membantu mencegah komplikasi pada ibu hamil. Vitamin ini juga bermanfaat dalam membantu penyerapan zat besi.
Makan buah salak tidak akan menyebabkan sembelit. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Pada akhirnya akan membuat bumil merasa mual, kembung, atau bahkan muntah, apalagi jika memakannya dalam keadaan perut kosong.
Buah salak dapat menjadi sumber beta karoten yang bermanfaat menjaga kesehatan mata ibu hamil. Beta karoten juga merupakan senyawa antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas serta mengurangi risiko kanker.
Ibu hamil perlu mendapatkan asupan mineral seperti kalsium untuk menjaga agar tulang tetap kuat. Tambahan asupan kalsium dari salak dapat membantu menjaga kesehatan serta kekuatan tulang untuk ibu hamil sehingga mencegah osteoporosis. Hal ini karena saat hamil, bayi dalam kandungan menyerap kalsium untuk perkembangan tulang dan giginya.
- Hati-hati saat mengupas salak, jangan sampai melukai tangan
- Selalu cuci buah setelah mengupasnya
- ?Pilih buah salak yang paling segar, hati-hati dengan buah yang terlalu lama disimpan. Mungkin busuk dan bisa menyebabkan terkena bakteri atau parasit
- Makanlah dengan lapisan tipis yang menutupi buah, karena hal itu dapat mengurangi risiko sembelit
Ingat, tidak ada larangan untuk makan salak saat hamil asalkan tidak mempunyai alergi. Lalu, perhatikan agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan meskipun sedang ngidam. Jika masih ragu, segera konsultasi dengan dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Meski menyegarkan dan banyak disukai, namun berdasar rumor yang berkembang, salak akan membuat kulit bayi bersisik, mengalami sembelit, atau lebih buruk lagi, melahirkan sebelum waktunya.
Mitos ini berlaku bila salak dimakan oleh wanita hamil. Nah, kalau bimbang untuk mengonsumsi salak, ada baiknya kamu membaca ulasan berikut yang sudah dilansir dari blog The Snake Fruit.
Fakta nomor satu
Buah salak aman dan termasuk makanan sehat selama kehamilan. Dalam setiap 100 gram salak mengandung 82 kkal, karbohidrat, protein, vitamin C, vitamin B, kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, antioksidan, beta karoten, dan serat.
Salak juga mengandung pektin yang tinggi, di mana membantu membangun sistem kecerdasan bayi dalam kandungan. Tidak hanya itu, salak juga meningkatkan memori otak.
.jpg)
(Pilih buah salak yang paling segar, hati-hati dengan buah yang terlalu lama disimpan. Mungkin busuk dan bisa menyebabkan terkena bakteri atau parasit. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
Fakta nomor dua
Mengenai bayi akan memiliki kulit bersisik setelah makan buah salak selama kehamilan, belum ada pembuktiannya. Pun tidak memiliki bukti ilmiah bahwa itu akan membuat wanita hamil melahirkan sebelum waktunya.
Justru salak dapat mencegah komplikasi pada ibu hamil, karena vitamin yang ter berbagai jenis vitamin, ada pula kandungan vitamin C dalam buah salak yang dapat membantu mencegah komplikasi pada ibu hamil. Vitamin ini juga bermanfaat dalam membantu penyerapan zat besi.
Fakta nomor tiga
Makan buah salak tidak akan menyebabkan sembelit. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Pada akhirnya akan membuat bumil merasa mual, kembung, atau bahkan muntah, apalagi jika memakannya dalam keadaan perut kosong.
Fakta nomor empat
Buah salak dapat menjadi sumber beta karoten yang bermanfaat menjaga kesehatan mata ibu hamil. Beta karoten juga merupakan senyawa antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas serta mengurangi risiko kanker.
Fakta nomor lima
Ibu hamil perlu mendapatkan asupan mineral seperti kalsium untuk menjaga agar tulang tetap kuat. Tambahan asupan kalsium dari salak dapat membantu menjaga kesehatan serta kekuatan tulang untuk ibu hamil sehingga mencegah osteoporosis. Hal ini karena saat hamil, bayi dalam kandungan menyerap kalsium untuk perkembangan tulang dan giginya.
Tips makan salak selama hamil
- Hati-hati saat mengupas salak, jangan sampai melukai tangan
- Selalu cuci buah setelah mengupasnya
- ?Pilih buah salak yang paling segar, hati-hati dengan buah yang terlalu lama disimpan. Mungkin busuk dan bisa menyebabkan terkena bakteri atau parasit
- Makanlah dengan lapisan tipis yang menutupi buah, karena hal itu dapat mengurangi risiko sembelit
Ingat, tidak ada larangan untuk makan salak saat hamil asalkan tidak mempunyai alergi. Lalu, perhatikan agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan meskipun sedang ngidam. Jika masih ragu, segera konsultasi dengan dokter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)